Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Jan 2019 06:47 WIB

Kok Bisa Baru Gajian tapi Uang Sudah Habis Lagi? (1)

Stanley Christian - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Gajian memang hari yang paling ditunggu-tunggu. Namun, baru beberapa hari gajian, tak terasa uang sudah habis. Pernahkah Anda merasa demikian? Mungkin jawabannya 'Tentu saja'.

Mungkin banyak dari Anda yang bertanya-tanya ke mana uang tersebut melayang. Tanpa disadari, Anda sering melakukan hal-hal kecil yang membuat gaji cepat habis. Maka munculah pertanyaan "kenapa sih kok uang cepat habis?"

Jadi baru hari ini ada di kantong, besoknya sudah habis. Baru sebentar masuk tabungan, besoknya sudah habis. Jadi rekening tabungan hanya 'numpang lewat' saja. Akhirnya di rekening tabungan anda hanya ada sisa minimum saldo. Inilah problem banyak orang, dan coba kita bahas mengapa uang cepat sekali berlalu.

Masih kurang dalam pendidikan finansial
Kita harus mengakui bersama bahwa sedari kecil tidak ada yang namanya pendidikan finansial secara formal dari jenjang pendidikan manapun, termasuk saat kuliah. So ketika sudah mulai dewasa dan bisa menghasilkan uang sendiri, apa yang terjadi?

Tentu kita bisa lihat sendiri hasilnya seperti apa. Ini ketika single lho, mungkin masih dianggap biasa saja ketika uang cepat habis, maka berlanjutnya ketika memasuki dunia pernikahan, di mana menggabungkan dua pola pikir dan karakter yang berbeda, tentu berpotensi bermasalah nantinya. Ini salah satu masalah yang kerap kali dihadapi oleh setiap keluarga.

Apakah masalah keuangan selesai sampai di sini? Oohh tentu tidak. masih ada yang perlu disiapkan, seperti biaya saat masa pensiun nanti. Kita harus sudah mulai menyiapkan sedini mungkin.

Bila kita tidak siapkan, yang terjadi apakah akan mengandalkan dari anak? Itu pun kalau anaknya bisa berbakti kepada orang tuanya. Kalau tidak bisa bagaimana? Anaknya punya kehidupan masing-masing.

Akhirnya di masa tua pun hidup dengan kekurangan dan berbelas kasihan dari orang lain. Banyak orang yang seperti itu dan tentu kita tidak ingin terjadi pada hidup kita kan.

Masalah keuangan seperti ini bisa terjadi pada siapa saja. Masalah keuangan terjadi tidak memandang besar kecilnya penghasilan. Seberapa besarpun penghasilan anda, bila tidak memiliki pengetahuan dalam mengelola keuangan, hasilnya akan sama saja yaitu numpang lewat bahkan bisa minus sekalipun.

Coba kita tengok beberapa public figure yang memiliki penghasilan besar namun pada akhirnya jatuh akibat terlilit utang. Awalnya hanya untuk minum, berlanjut membeli jam tangan mewah, beli baju mahal dan selalu makan siang di tempat berkelas yang pada akhirnya menggerus pendapatannya terus menerus.

Seberapapun banyaknya uang tetap akan habis. Jadi ketika penghasilan anda Rp 10 juta dalam sebulan, maka akan habis juga. So inilah yang harus kita pahami bersama, bukan besar kecilnya penghasilan yang kita terima, tapi bagaimana kita mengelola pendapatan saat ini.

Penghasilan Rp 50 juta per bulan, masih kurang. Anda tahu masalahnya di mana? Masalahnya adalah masih minim pendidikan finansial yang diterima masyarakat. Pendidikan finansial bisa melalui artikel ini, buku hingga mengikuti training.

Lalu ada yang nyeletuk, apakah memiliki pendidikan finansial yang baik menjadi jaminan keuangan seseorang pasti baik bahkan kaya raya? Maka saya akan menjawab dengan pertanyaan balik, apakah kuliah di kampus unggulan dan menjadi sarjana dengan nilai tinggi menjadi jaminan seseorang untuk memiliki karir baik?

Nah tentu jawaban belum tentu kan. Ya dengan kita kuliah, itu menjadi salah satu cara untuk meningkatkan pergaulan, karakter yang menjadi penunjang dalam karir nanti. Begitu juga pendidikan finansial yang baik menjadi salah satu cara kita untuk memilih produk keuangan yang tepat dan sesuai hingga pada akhirnya menjadi faktor pendukung dalam mengambil keputusan finansial.


Untuk pendidikan finansial yang baik anda bisa belajar melalui workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed