Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Jan 2019 06:56 WIB

Teman Pinjam Uang, Beri Jangan? (2)

Ila Abdulrahman - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Ketika ada orang ingin pinjam duit, apalagi orang tersebut tidak terlalu dekat tapi juga tidak jauh, maka akan timbul kegalauan dalam diri kita.

Galau apakah layak orang ini diberi pinjaman. Galau apakah uang anda akan balik lagi? Dan banyak pertanyaan yang menghantui diri kita.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa pinjam meminjam bisa merusak hubungan pertemanan bahkan hubungan keluarga. Sering kita dengar bahwa orang yang diberi pinjaman jauh lebih galak ketika kita tagih.

Dalam artikel sebelumnya sudah dibahas 3 hal yang harus kita tanyakan ke diri kita sendiri sebelum memberikan pinjaman, yaitu:
1. Ada Tidak Duitnya?
2. Mengapa Kita Perlu Memberikan Pinjaman?
3. Untuk Apa?

Nah artikel kali ini akan membahas 2 hal lagi yang harus kita tanyakan ke diri kita sebelum memberikan pinjaman ke orang lain, apa itu?

4. Bagaimana Jika
Pada beberapa kasus, peminjam adalah orang yang menggampangkan. Kalangan ini, memandang orang yang dia pinjami, hidupnya enak. Padahal, demi kebutuhan keluarga dan uang yang dipinjamkan, peminjam bekerja jauh, menjalani kehidupan Long Distance Relationship (LDR), pulang bertemu keluarganya hanya sebulan bahkan setahun sekali.

Dalam hal pinjam untuk modal bisnis, Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam memberi pinjaman adalah dengan, "bagaimana jika sharing modal saja." Ingat untuk meminta proposal analisa usaha. Cara ini ibarat memberi kail, bukan ikan dan membuat orang lebih bertanggungjawab.

5. Kira-Kira Balik Nggak Ya Duitnya?
Pertanyaan yang sering muncul adalah, "balik gak ya duitnya jika aku kasih pinjam?" Jika yakin balik tepat pada waktunya sah-sah saja diambilkan dari dana yang sebenarnya dana terpakai namun tidak terlalu urgent, seperti dana sisa belanja, atau dana entertain pribadi, "uang laki-laki," "uang perempuan." Namun jika ada kekhawatiran bakal telat balikin, baiknya memang dari dana sisa yang benar-benar belum ada tujuan pakainya.

Bagaimana jika yakin gak bakal dibalikin? Biasanya orang tidak balikin ada 2 kategori, pertama karena memang tidak ada buat balikin, ia kategori butuh dibantu. Jangankan untuk balikin, meminjam itupun dia lakukan setelah berpikir beribu kali dan sudah menahan lapar berhari-hari.

Dalam kondisi ini, jangan diberi pinjaman, tapi berikan dana dari alokasi soisal, zakat jika masuk dalam 8 kategori penerima zakat, atau dana sedekah, sehingga ia tidak ada hukum pinjam meminjam namun, sedekah, pemberian atau hadiah.

Jika sekiranya tidak dibalikin, karena kategori kedua yaitu sengaja, tidak usah diberi pinjaman, daripada menghancurkan hubungan karena membuat suasana menjadi tidak nyaman. Tidak ditagih, nyatanya berutang, ditagih, galakan yang utang. Mengalami?

Pasti pernah mengalami deeeh. Makanya sebelum ngasih utang pastikan dulu keuangan anda sehat dan baik, jangan malah terganggu. Nah tau pasti sehat dan baiknya ke mana?


Cek di kelas atau workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Di artikel berikutnya kita akan bahas seperti apa sih sebenarnya etika pinjam-meminjam yang bisa dilakukan dan dibenarkan? Yuk simak terus.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed