Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Feb 2019 07:30 WIB

Tips Supaya Tidak Terjebak Pinjaman Online

Prita Hapsari Ghozie - detikFinance
Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi Foto: Tim Infografis Zaki Alfarabi
Jakarta - Adanya peer-to-peer lending, baik kita berperan sebagai peminjam atau pemberi pinjaman, membuka banyak sekali pintu dalam akses keuangan. Dengan transformasi digital di dunia keuangan ini, maka semua menjadi dimudahkan, dan siapapun di manapun ia berada, bisa melakuakan transaksi digital sejauh satu klik dari ponsel.

Namun di balik kemudahan yang ditawarkan oleh pinjaman online, berikut ini adalah hal-hal yang wajib kita perhatikan agar tidak terjebak dalam utang yang tidak bisa kita bayar:

1. Jumlah pinjaman yang kecil, memberikan efek psikologis menyepelekan
Biasanya pinjaman yang ditawarkan ke kita sangat kecil. Mulai dari beberapa ratus ribu sampai maksimum Rp 3 juta. Ada beberapa pinjaman online yang menawarkan pinjaman sampai Rp 20 juta.

Namun biasanya karena batas pinjaman yang kecil, yaitu antara Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta, tanpa sadar Anda akan mengajukan lagi pinjaman online di tempat lain, sehingga pinjaman online yang Anda miliki, menumpuk, bahkan berkali-kali lipat dari gaji yang Anda miliki.

2. Bunga yang besar dengan jangka waktu yang pendek
Sepertinya kecil, pinjaman Rp 650.000 bunga yang dikenakan Rp 158.000 untuk 2 minggu misalnya. Atau pinjaman Rp 1 juta bunga untuk 2 minggunya adalah sebesar Rp 168.000.

Padahal kalau Anda hitung secara detail, maka bunga pinjaman yang dikenakan adalah sebesar sedikitnya 30% per bulan. Bahkan sampai 50% per bulan.

Sementara bunga kartu kredit maksimum hanya 45% per tahun, atau setara 4% per bulan. Dan bunga yang dikenakan pinjaman online ini bisa bersifat bunga berbunga juga, sehingga bukan mustahil malah bunga yang wajib dibayarkan lebih besar dari pinjaman, dan Anda tidak bisa lagi membayarnya.


3. Adanya biaya - biaya tambahan yang memberatkan
Selain bunga, ada biaya-biaya lain yang akan menambah berat pembayaran lho. Ada biaya administrasi yang sangat bervariasi, ada biaya bunga berbunga, ada biaya keterlambatan, ada biaya penalti yang lain-lain, sehingga Anda harus waspada dan hitunglah secara lebih cermat berapa yang sebenarnya harus Anda bayar, agar Anda tidak terjebak oleh utang konsumtif yang tidak perlu.

4. Adanya debt collector yang lebih jahat dari debt collector pada umumnya
Apabila Anda mulai gagal bayar atau ada keterlambatan pembayaran, hanya butuh waktu 2-3 hari sebelum debt collector dari pinjaman online ini akan mulai meneror Anda. Dan tidak ada undang-undang yang akan melindungi Anda, seperti halnya kalau Anda gagal membayar utang kartu kredit dari perbankan.

Dan mereka akan menghalalkan secara cara agar Anda membayar. Pinjaman online walau membantu namun bisa juga menjadi boomerang apabila Anda tidak hati-hati dalam memanfaatkannya.

Pastikan bahwa ini adalah alternatif yang bisa memudahkan, bukan malah menambah berat.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com