Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 19 Feb 2019 08:15 WIB

Tips Sukses Finansial di Tahun Babi Tanah

Dinda Swastika - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: AP Photo Foto: AP Photo
Jakarta - Gong xi fa chai! Selamat Tahun Baru Imlek!

Beberapa minggu lalu baru saja kita melewati Tahun Baru Imlek. Seperti diketahui, menurut zodiak China, kita baru saja memasuki tahun babi tanah. Babi sendiri memiliki basis elemen air, sehingga akan menjadi saling kontradiktif dengan elemen tanah, yang berujung pada konflik dan ketidakharmonisan.

Ramalan mengatakan kalau di tahun babi tanah ini banyak pihak akan mengalami kesulitan, terutama untuk rekan-rekan yang terlahir dengan Shio Kambing, Kerbau, Ular, Babi, Ayam dan Anjing. Seperti

dikutip dari Raymond Lo, seorang Master Feng Shui dunia, "...kesulitan di tahun babi tanah ini dapat meliputi kesulitan finansial, kesulitan dalam menjalin hubungan dan berkeluarga, usaha macet, ataupun kondisi kesehatan yang tidak baik".

Kok seram ya?

Tapi, namanya juga ramalan, tidak ada kepastian akan kebenaran dan ketepatan akan isinya, namun setidaknya bisa kita ambil hikmah bagaimana mempersiapkan diri menghadapi kondisi sulit tersebut.

Lalu, bagaimana cara sukses finansial menghadapi tahun babi tanah ini?

1. Ketika terima gaji bulanan, langsung sisihkan sejumlah uang dari penghasilan bulanan tersebut untuk pos "Dana Darurat Ketika Masa Sulit."
Maksudnya? Jadi, masukkan uang tersebut ke sebuah rekening tersendiri yang berlaku sebagai tabungan dana daruratmu, tabungan yang tidak akan kamu utak-atik KECUALI amit-amit terjadi hal terburuk dalam hidup.

Definisikan Dana Darurat sebagai hal yang sangat gawat, ibaratnya berhubungan dengan hidup dan mati, bukan hanya sekedar untuk membeli sepatu yang sedang tren saat ini atau untuk berlibur dadakan ke luar negeri ketika kamu sedang stres akan pekerjaan.

2. Sisihkan sejumlah uang berikutnya untuk kamu alokasikan ke pos "Dana Investasi Masa Depan."
Kenapa harus investasi, sementara hidup saat ini saja masih belum kaya-kaya amat? Jadi begini loh, yang namanya hidup itu sebenarnya sederhana dan tidak perlu mahal -yang mahal dan terkadang kompleks itu ialah memenuhi standar hidup.

Contohnya: untuk makan siang, sebenarnya bisa saja buat dan bawa bekal dari rumah, tanpa harus setiap hari makan siang di restoran. Contoh lain ialah membeli baju bermerk hanya untuk tampil keren di depan orang lain, padahal membeli barangnya pun masih utang dengan kartu kredit cicilan 12x.

Mungkin kita merasa diuntungkan dapat membeli barang bermerk yang mahal dengan cara bayar mencicil, namun kalau dihitung dari segi ekonomis tentunya sudah rugi karena nilai barang konsumsi turun seiring berjalannya waktu sementara cicilan yang harus dibayarkannya selalu tetap, sehingga jika belum bisa beli barang konsumsi secara kontan (dan tanpa mengganggu cash flow bulanan) lebih baik tahan diri dulu dari membeli barang-barang tersebut.

Lagipula sekarang banyak juga produk lokal dengan kualitas sangat baik dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Contoh selanjutnya, daripada setiap hari harus membayar biaya parkir dan biaya bensin untuk mobilitasmu menggunakan mobil pribadi, lebih baik tinggalkan mobil pribadi untuk keperluan sehari-hari dan gunakan transportasi publik yang lebih murah, banyak pilihannya saat ini apalagi Maret 2019 mendatang MRT akan beroperasi.

Prioritaskanlah investasi dibanding memenuhi gaya hidup. Selalu ingat dan pegang terus prinsip dari Warren Buffet "The goal is to become rich, not to look rich." Untuk investor pemula, kamu bisa memulai dengan mengalokasikan dana ke produk reksa dana setiap bulannya. Untuk bahasan spesifik terkait reksa dana, dibahas pada artikel terpisah.

3. Batasi maksimal sejumlah uang tertentu dari penghasilan bulanan mau tidak mau harus cukup untuk memenuhi pos "Dana Kebutuhan Sehari-hari."
Dari kebutuhan belanja bulanan, pembayaran utilitas, iuran keamanan dan kebersihan lingkungan, biaya makan dan ngopi dengan kawan, tagihan telepon dan kartu kredit, iuran membership gym, maupun untuk perawatan tubuh dan kecantikan.

Usahakan selalu disiplin menjaga pengeluaran sehari-hari pada persentase ini. Jangan sekali-kali menggunakan porsi uang yang sudah dialokasikan untuk pos lain, untuk kebutuhan konsumsi pada pos ini. Ingat, disiplin ialah salah satu kunci yang dapat menyelamatkanmu di tahun babi yang sulit ini.

4. Sisihkan sejumlah uang lainnya untuk pos "Dana Investasi Akhirat."
Pernah dengar slogan: Muda Foya-Foya, Tua Kaya Raya dan Mati Masuk Surga? Tentu kita sebagai individu sangat ingin memiliki tingkat keseimbangan optimum seperti itu ya. Lalu, bagaimana caranya?

Yakni, dengan mengalokasikan secara rutin sebagian dari penghasilan bulanan untuk kegiatan terkait spiritualitas. Gunakan uang tersebut untuk kegiatan sosial seperti membantu sesama atau untuk perjalanan ziarah ke tanah suci, seperti ke Jerussalem bagi umat Nasrani atau ke Mekkah bagi umat Muslim.

5. Terakhir, yang tidak kalah penting, selalu sisihkan penghasilan bulanan untuk pos "Dana Investasi Leher ke Atas."
Maksudnya bagaimana? Jadi begini loh, gunakan dana pada pos ini untuk hal yang menambahkan nilaimu sebagai seorang individu. Beli dan baca buku-buku bermutu seperti buku bisnis, pengembangan diri atau biografi orang-orang sukses untuk kamu amati dan tiru cara mereka menyelesaikan masalah dan memperoleh tujuan yang diinginkan.

Kemudian, ikuti workshop dan seminar, atau belajar hal-hal baru lainnya yang sesuai dengan minat dan keperluanmu. Targetkan dirimu untuk selalu memiliki keahlian baru setiap tahunnya.

Jadikan dirimu tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, dan tahun depan lebih baik dari tahun ini. Karena seperti kata Tony Robbins, seorang akselerator dan filantropis dunia "continuous and never-ending improvement is the key to be a successful person."


Masih penasaran? Belajar di kelas atau workshop Perencanaan keuangan dan investasi yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Bagaimana, sudah siap menghadapi tahun babi tanah?


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed