Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Mar 2019 08:03 WIB

Arisan Investasi atau Bukan? (2)

Meydian Eka Rini - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Geng arisan kepompong. Foto: Dok. Instagram KD, Instagram Viona Rosalina Geng arisan kepompong. Foto: Dok. Instagram KD, Instagram Viona Rosalina
Jakarta - Setelah saya menjelaskan beberapa kelemahan arisan lalu bagaimana dengan investasi? Apa bedanya dengan Arisan?

Investasi dan arisan sangat berbeda jauh. Uang yang kita investasikan akan berkembang. Anda bisa mengendapkan uang anda ke bank setiap bulannya,meskipun bunganya sedikit tapi anda akan tetap mendapatkan bunga.

Atau anda bisa juga menggunakan uang yang biasa anda alihkan untuk arisan cobaalah untuk mengalihkan dana tersebut ke reksadana pasti hasil yang anda dapatkan juga akan berbeda tergantung instrumen dan jangka waktu yang anda pilih.

Arisan tidak likuid sedangkan uang yang anda tabungkan di bank mudah dan cepat dicairkan, sehingga jika anda mengalami keadaan yang darurat dan membutuhkan uang dengan cepat maka anda bisa mencairkan dengan mudah dan cepat pula.

Investasi juga bisa dapat membantu tujuan keuangan anda dan keluarga anda. Capailah tujuan keuangan anda seperti membeli rumah,dana pensiun,dana pendidikan,membeli kendaraan dengan berinvestasi.

Jika anda berinvestasi dengan instrument yang benar dan sesuai dengan tujuan keuangan anda maka anda akan mendapatkan hasil investasi sesuai dengan tujuan keuangan anda. Sebelum berinvestasi sebaiknya anda berkonsultasi dengan perencana keuangan anda.

Jika anda saat ini sudah menjadi peserta arisan dan belum menang arisan sudah saatnya anda mengatur uang arisannya dipakai untuk hal yang lebih bermanfaat, berikut ini tipsnya:

1. Anda bisa mengalokasikan maksimal 5%-10% dari penghasilan anda untuk arisan. Arisan bisa dimasukkan alokasi dan lifestyle dengan prioritas rendah

2. Hindari arisan yang mewajibkan pesertanya menggunakan dress code atau menggunakan tempat di restoran atau kafe yang mahal. Hal tersebut justru akan menjadi over budget dari yang sudah anda rencanakan

3. Sebaiknya anda sudah harus merencanakan uang hasil dari arisan untuk keperluan apa jauh sebelum anda memutuskan mengikuti arisan tersebut.

4. Gunakan uang hasil arisan untuk membeli barang yang berumur panjang misalnya anda belikan perhiasan, alat keperluan masak ataupun alat keperluan membuat kue.

5. Hindari memakai uang arisan untuk hal-hal yang berbau keinginan misalnya pakaian,sepatu atau tas yang harga mahal.

6. Investasi. Gunakan uang arisan anda untuk berinvestasi misalnya membeli reksadana, sukuk atau ORI

Ada juga beberapa manfaat mengikuti arisan yang bisa anda dapatkan:

Belajar disiplin menabung
Jika anda termasuk orang yang sulit menabung maka anda bisa menggunakan cara mengikuti arisan untuk melatih disiplin anda untuk menyisihkan uang setiap bulannya. Dan jika anda sudah mendapatkan uang hasil arisannya maka anda bisa menyetorkanya ke bank untuk dimasukkan ke deposito atau anda bisa memakai portfolio investasi lainnya seperti reksa dana.

Arisan bukanlah kegiatan yang wajib diikuti. Maka batasi anda hanya mengikuti satu atau dua arisan yang ditawarkan kepada anda. Jika anda mengikuti banyak arisan setiap bulannya maka anda harus menyisihkan waktu untuk berkumpul yang bisa jadi mengganggu aktivitas pekerjaan atau keperluan rumah tangga anda.

Ingatlah bahwa arisan hanya sekumpulan kegiatan untuk mengumpulkan uang saja bukan kegiatan investasi yang mendapatkan return hasil investasi.

Investasi dalam pergaulan
Arisan pun bisa digunakan investasi dalam pergaulan. Jika anda seorang pengusaha maka kegiatan arisan bisa menjadi sarana anda untuk mempromosikan barang atau bisnis anda kepada peserta arisan dan anda juga bisa menambah relasi anda.

Diharapkan dengan luasnya relasi anda maka semakin sering pula anda berpromosi sehingga akan lebih banyak orang yang mengenal dan tertarik pada bisnis anda.

Menghilangkan rasa jenuh
Jika anda seorang ibu rumah tangga atau seorang karyawan maka arisan bisa menjadi salah satu kegiatan untuk mengalihkan kegiatan yang monoton atau hanya itu-itu saja. Dengan mengikuti arisan anda bisa bertemu dengan banyak orang, ngobrol banyak hal. Rasa jenuh yang lama tidak bisa hilang akan bisa segera hilang dan bisa membuat anda semangat melakukan aktivitas lagi.

Sebenarnya konsep arisan dan investasi sangatlah berbeda. Investasi ada konsep untung atau rugi sedangkan arisan anda akan mendapatkan hasil yang pasti hanya soal waktunya saja awal tengah atau akhir anda menang kocokan arisan.

Untuk peserta yang mendapatkan di awal sebenarnya hanya menang soal time value money saja dibandingkan dengan peserta yang menang kocokan di akhir. Jadi anda memilih arisan atau investasi?


Soal time value money bisa dipelajari di kelas dan workshop Perencanaan Keuangan dan Investasi yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Selamat ngatur duit!


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed