Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Mar 2019 08:21 WIB

Seberapa Besar Kebutuhan Pensiun (1)

Stanley Christian - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Hiruk pikuk dunia kerja yang kita lalui setiap harinya, seolah membuat kita lupa atau tidak sadar bahwa ada saatnya nanti kita akan memasuki usia PENSIUN. Entah pernah terbesit atau terpikirkan oleh kita, kondisi seperti apa yang kita inginkan ketika pensiun nanti.

Nah yuk coba kita bahas sedikit, seperti apa kondisi seseorang ketika memasuki masa pensiun nanti. Coba bayangkan apa yang akan terjadi dengan masa pensiun Anda?

Umumnya ketika anda bekerja di sebuah perusahaan, perusahaan akan memberikan training ketika anda memasuki usia 51-54 tahun, di mana usia pensiun saat ini berkisar 55 -57 tahun, tergantung kebijakan perusahaan.

Training yang diberikan disebut Masa Persiapan Pensiun (MPP), di mana umumnya 3 hari, hari pertama akan terbagi dua sesi, yaitu sesi psikologi dan sesi dua tentang keuangan. Hari kedua tentang persiapan bisnis.

Hari ketiga ditutup dengan visit UMKM. Secara tidak langsung training tersebut mengarahkan para pensiunan nanti untuk membuka usaha. Terdengar aneh, tapi kita lanjut dulu tahapan menuju pensiun nanti.

Setelah anda mendapatkan training MPP tersebut akhirnya tibalah masa di mana anda pensiun. Anda akan mendapatkan pesta perpisahan, tepuk tangan dari seluruh rekan-rekan kerja anda sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan.

Selanjutnya anda akan menerima sejumlah dana pensiun anda, mulai dari Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun hingga uang penghargaan dari perusahaan. Apa yang terjadi setelahnya? Ya setelah itu anda akan menikmati hari-hari anda, mulai dengan melakukan hal-hal yang anda senangi termasuk menjalankan hobi atau bahkan bepergian ke luar negeri.

Sampai akhirnya di penghujung bulan, anda merasa ada yang aneh, mulai membuka internet banking tabungan, kemudian cek saldo, kok ga ada uang masuk ya? Setelah itu tiba-tiba mulai panik dan menyadari: SAYA SUDAH TIDAK PUNYA PENGHASILAN LAGI!

Maka akhirnya anda mulai berpikir dan mencari pekerjaan atau bisnis yang bisa anda lakukan untuk setidaknya tetap membuat 'dapur' anda mengebul kembali.

Mungkin akan terlintas di pikiran anda beberapa hal yang bisa dilakukan seperti buka warung di depan rumah sekedar memulai bisnis kecil-kecilan agar ada perputaran uang atau membuka rumah makan, misal warung ayam geprek, bisa juga membeli franchise, dan yang tidak kalah ketinggalan adalah anda mendaftar menjadi pengemudi taxi online, kemudia mulai jadi driver taxi online atau pekerjaan-pekerjaan lainnya.

Intinya saat pensiun anda masih harus bekerja untuk pengeluaran rutin bulanan dan/atau menghidupi keluarga.

Nah Apakah PENSIUN yang seperti di atas yang anda harapkan? Padahal kondisi yang anda harapkan ketika masuk usia pensiun adalah anda dapat hidup tanpa harus bekerja, SETUJU ya sampai sini?

Tapi dari mana sumber penghasilan saat hari tua (pensiun)? Tentunya adalah hasil investasi anda sedari usia produktif sehingga bisa menghasilkan passive income. Contoh: ketika sejumlah dana hasil investasi, anda masukan ke dalam deposito dan anda bisa hidup dari bunga deposito tersebut atau anda sudah merintis usaha atau menjalankan bisnis franchise, bisa juga dari rumah kontrakan, rumah kos, dan lain sebagainya.

Maka cobalah ambil waktu sejenak dan/atau berdiskusi dengan pasangan, pikirkan kembali bagaimana menyiapkan dana pensiun yang tepat? Apakah iuran bulanan melalui BPJS Ketenagakerjaan dan pesangon dari kantor nantinya dapat mencukupi?

Anda tidak perlu berpikir perusahaan berkontribusi maksimal atau tidak untuk membantu menyiapkan dana pensiun anda, karena pastinya secara Undang-Undang dan peraturan yang dilakukan manajemen SUDAH BENAR. Tapi yang jadi pertanyaan besar adalah apakah dana tersebut cukup?

Cukup atau tidaknya akan sangat bergantung pada banyak hal. Dana pensiun dan persiapan dana pensiun menjadi bagian terpenting dalam suatu perencanaan keuangan sebuah keluarga.


Hal tersebut yang difokuskan di kelas atau workshop yang dilaksanakan oleh tim ARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Simulasi perhitungan akan kita bahas di artikel berikutnya. Stay tuned.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed