Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Mar 2019 07:43 WIB

4 Hal yang Membuat Keuangan Bulanan Berantakan (2)

Bareyn Mochaddin – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Dalam artikel sebelumnya sudah dibahas bahwa pencatatan adalah salah satu hal terpenting untuk dilakukan agar keuangan bulanan anda tidak berantakan. Lalu, apalagi yang harus anda lakukan?

Gampang Tergoda Diskon
Diskon memang sulit untuk ditolak, apalagi diskon yang hadir adalah diskon untuk barang yang Anda inginkan sejak lama. Bahkan, untuk barang yang sejatinya tidak Anda inginkan, bila ada diskonnya, (biasanya) Anda akan kalap juga.

Terkadang, orang yang sudah melakukan budgeting keuangan bulanannya pun akan tergoda oleh diskon yang ada. Karena memang, diskon yang ditawarkan terus menerus hadir dan sepertinya sulit untuk ditolak untuk tidak digunakan.

Tapi, sadarkah Anda bahwa sebenarnya diskon itu sulit Anda hindari karena sebenarnya Anda "undang" diskon-diskon itu sendiri?. Tentunya, diskon ini tergantung dari berapa banyak jumlah akun online shop yang anda ikuti di berbagai sosial media yang anda miliki.

Sehingga, bila Anda tidak ingin terus menerus tergoda oleh diskon, yang Anda perlu lakukan hanyalah tiga langkah sederhana. Pertama, mulai unfollow akun online shop di media sosial. Kedua, mulai unsubscribe dari newsletter beragam online shop tersebut, dan ketiga, unistall aplikasi online shop dari gadget anda.

Sebenarnya, membeli barang dengan diskon tidak ada salahnya. Selama barang yang anda beli adalah barang yang anda butuhkan. Yang menjadi masalah adalah, ketika anda membeli barang diskon tetapi barangnya tidak anda butuhkan sama sekali.

Kebanyakan Utang
Tidak bisa dipungkiri, membeli barang dengan utang memang menyenangkan. Kenapa? Karena Anda tidak perlu memiliki dulu uangnya untuk memiliki dan merasakan pengalaman menggunakan barang tersebut. Bahkan, utang bukan hanya untuk barang, tetapi liburan saja bisa dibiayai dengan utang.

Tapi sadarkah Anda bahwa ketika anda membeli barang dengan utang, artinya Anda belum memiliki kemampuan untuk membeli barang tersebut?. Sehingga, nantinya di masa depan ada sesuatu yang harus anda korbankan demi menutupi kekurangan yang telah ditutupi oleh utang.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah utang itu baik atau buruk? Banyak orang berfikiran pesimis tentang utang dan bilang kalau utang itu jelek atau malah menghindari utang, tapi sebagian orang berargumentasi bahwa utang itu baik.


Pembahasan tentang utang sebenarnya dibahas secara detil di kelas atau workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana. Ada juga workshop khusus tentang Asuransi membahas Keuntungan dan Kerugian dari Unitlink yang sudah anda beli.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket)

Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Pencatatan ini terlihat mudah tapi sering kali lalai dilakukan banyak orang. Itu sebabnya kami sedang mempersiapkan aplikasi khusus pencatatan yang dapat anda pergunakan secara gratis, tunggu tanggal mainnya ya.

So apalagi hal yang bisa membuat keuangan bulanan anda berantakan? Tunggu lanjutannya di artikel berikutnya.

Kembali ke pertanyaan apakah utang itu baik atau buruk? Sangat tergantung dari jenis utang dan peruntukannya. Nah, hal inilah yang akan kita bahas di artikel berikutnya.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed