Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Apr 2019 08:07 WIB

Jangan Sampai Dompet Jebol, Hindari Kesalahan Keuangan Ini (1)

Stanley Christian - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Apa harapan anda dalam keuangan ketika sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri? Umumnya tentu kita semua berharap memiliki keuangan yang mapan dan memiliki kondisi keuangan yang stabil.

Harapan tersebut tentu disertai dengan impian atau tujuan keuangan seperti, memiliki rumah, memiliki kendaraan, menikah, liburan dan tentu masih banyak lagi. Hal ini terjadi karena tak bisa kita pungkiri bahwa ketika seseorang baru mulai bekerja dan merintis karir di tengah usia produktif yang sedang semangat-semangatnya dalam mengumpulkan pundi-pundi keuangan.

Namun bila kita lihat yang sering terjadi di sekitar kita atau mungkin malah diri sendiri, justru kerap kali melakukan kesalahan-kesalahan yang dapat menjadi perusak keuangan anda ke depannya nanti. Nah apa kesalahan tersebut yang sebaiknya sudah bisa kita antisipasi sedari sekarang, yuk simak ulasan berikut ini.

Tidak memiliki perencanaan keuangan
Memiliki perencanaan keuangan merupakan salah satu cara untuk membuat gambaran keuangan dengan lebih jelas. Jadi bisa kita bayangkan bila seseorang tidak memiliki perencanaan keuangan, betapa kaburnya keuangan orang tersebut.

Toh untuk orang yang sudahmemiliki perencanaan keuangan saja belum menjadi jaminan mutlak untuk keuangan yang lebih baik, apalagi yang tidak memiliki perencanaan keuangan sama sekali. Bisa saja anda terjebak dengan gaya hidup yang menuntut anda untuk terus belanja melebihi dari apa yang anda butuhkan dan melebihi penghasilan anda sendiri.

Perencanaan keuangan pada dasarnya adalah pengalokasian dari penghasilan Anda dalam satu bulan untuk belanja kebutuhan, membayar tagihan, investasi dan simpanan. Rencana keuangan yang sehat tentunya pengalokasian yang tepat sasaran serta punya tujuan penghematan.

Ini adalah salah satu elemen kunci untuk mendapatkan keuangan yang stabil dan sesuai harapan anda. Ini masih dalam tahap single lho, belum lagi kalau anda sudah menikah dan tidak memiliki perencanaan keuangan bersama?

Kita bisa melihat dari sekitar kita ataupun data serta fakta di lapangan yang menunjukkan bahwa keuangan menjadi salah satu penyebab keributan dalam rumah tangga. Ditambah ketika pada saatnya anda memiliki anak, sebagai keluarga muda yang memiliki anak pertama, ini bisa memicu anda untuk menghabiskan sejumlah dana untuk keperluan anak yang sebenarnya dapat anda kurangi.

Bisa jadi anda adalah salah satu orangtua muda yang terseret arus membelikan berbagai barang-barang atau pernak-pernik anak yang berlebihan.

Maka pastikan untuk bersikap saling terbuka dan mau belajar dengan pasangan tentang keuangan agar memiliki tujuan keuangan yang selaras.

Tidak membayar penuh tagihan kartu kredit
Menyambung dari atas yaitu tidak memiliki perencanaan keuangan disertai gaya hidup yang tidak terkendali dan berakibat pada besarnya pengeluaran, tentu ini menjadi salah satu cikal bakal anda dalam berutang.

Overspending seperti ini bisa menjadi semakin buruk dengan kebiasaan Anda menggunakan kartu kredit yang tidak terkendali. Sebenarnya Kartu kredit bisa memberi banyak keuntungan bila kita bijak menggunakannya.

Namun kita semua sering mendengar atau melihat atau anda melakukannya sendiri dengan membayar tagihan kartu kredit sejumlah minimal payment, yang sebenarnya ini justru membuat keuangan anda akan semakin berat karena bunga berbunga yang besar.

Maka dari itu, biasakan membayar penuh tagihan kartu kredit tanpa alasan apapun. Bila tidak yakin bisa membayar penuh, maka jangan gunakan kartu kredit untuk bertransaksi. Pastikan anda sudah memiliki dana tunainya ketika menggunakan kartu kredit, karena kartu kredit hanyalah sebagai sarana pembayaran saja untuk mempermudah.

Apabila diperhatikan, hal simple seperti tidak membayar utang sementara anda memiliki cukup banyak dana di tabungan atau deposito anda, sering kali membuat anda menjadi rugi secara keuangan.


Nah, informasi simple tapi berguna seperti inilah yang sering dibagikan di workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket).

Mumpung bulannya pesta demokrasi, tanyakan juga adanya DISKON PESTA DEMOKRASI hanya di bulan April ini saja. Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com