Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 09 Apr 2019 08:04 WIB

Tips Membeli Properti: Rumah atau Apartemen? (1)

Aidil Akbar Madjid - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta - Properti adalah salah satu wahana investasi favorit saya pribadi, baik itu berupa rumah tinggal, apartemen, tanah, atau jenis properti lainnya (kecuali kios dan ruko, akan dibahas di artikel terpisah).

Kali ini saya akan membahas tips membeli properti khususnya rumah dan apartemen berdasarkan pengalaman saya pribadi dan sebagai seorang konsultan keuangan. Semoga bisa diambil info yang baiknya.

Putuskan Mau Beli Apa
Banyak orang dilematis memutuskan untuk beli rumah dahulu atau apartemen terlebih dahulu. Masing-masing properti ini mempunyai keunggulan dan kelemahan yang anda perhitungkan ketika ingin membeli properti. Apartemen sendiri punya kelebihan harga yang relatif murah (untuk beberapa jenis apartemen kelas menengah ke bawah).

Selain itu apartemen letaknya biasanya di tengah kota atau di dalam kota untuk harga yang relatif murah tersebut, dibandingkan membeli rumah dengan harga murah tapi lokasi jauh di pinggir kota atau luar kota.

Lokasi apartemen yang dekat ke tengah kota akan membuat biaya transportasi anda berkurang dibandingkan bila tinggal di pinggir kota atau luar kota. Apalagi bila anda tinggal di kota besar di Indonesia seperti Jakarta, maka anda pun harus berhadapan dengan kemacetan yang luar biasa.

Keunggulan lain dari apartemen adalah karena letaknya yang dekat ke pusat kota maka apartemen relatif lebih mudah untuk disewakan. Anda bisa menawarkan sewa tahunan, bulanan, 3-6 bulanan bahkan anda bisa menyewakan harian dengan menggunakan aplikasi khusus.

Dari sini anda bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari menyewakan apartemen anda bila anda belum ingin menempatinya. Oh ya satu lagi, bagi anda yang single dan sering harus bepergian keluar kota atau keluar negeri karena pekerjaan, anda tidak perlu khawatir meninggalkan apartemen anda, tidak perlu ada yang mematikan atau hidupkan lampu setiap hari.

Sementara kelemahan dari apartemen sendiri adalah luasnya yang kecil, mulai dari belasan meter persegi (untuk tipe studio), sampai dengan 80 meter persegi untuk tipe 2-3 kamar tidur. Memang ada apartemen dengan luas di atas 100 meter bahkan sebuah apartemen penthouse bisa seluas 500 meter persegi, tapi itu bukanlah untuk kalangan menengah apalagi milenial.

Kelemahan lain adalah adanya biaya perawatan yang relatif mahal. Nah murah atau mahal ini akan sangat tergantung dari beberapa hal:
- Seberapa luas kompleks apartemen anda, bila hanya 1-2 tower saja, maka biaya perawatan relatif lebih murah, tapi kalau banyak tower (lebih dari 2) maka relatif lebih mahal;
- Seberapa banyak fasilitas yang diberikan apartemen anda (kolam renang, gym, jogging track, dll), semakin lengkap maka biayanya relatif lebih mahal;
- Apakah apartemen anda mempunyai mall atau plaza di bawahnya. Saya sering jumpai beberapa apartemen yang menyambung atau berdiri di atas mall mengenakan biaya pemeliharaan yang lebih mahal dibanding apartemen tanpa mall.

Kelemahan lainnya adalah, anda membutuhkan waktu lama untuk sertifikat induk apartemen anda dipecah menjadi sertifikat rumah susun (strata tittle). Bahkan untuk apartemen kelas menengah ke bawah anda harus berhati-hari karena banyak pengembang yang nakal (baik pengembang besar maupun kecil) yang tidak membereskan urusan pecah sertifikat ini, akibatnya kepemilikan anda hanya 'nyangkut' sampai di AJB saja.

Apartemen juga akan menjadi problem bila anda penyayang binatang dan ingin memelihara binatang besar atau berbunyi seperti burung atau anjing yang besar. Sementara untuk binatang kecil seperti kucing biasanya penghuni suka bandel dan 'menyelundupkan' hewan-hewan itu untuk dipelihara di apartemen meskipun bisa membahayakan hewan itu sendiri ataupun penghuni lain.

Kebayang kan tetangga anda ternyata memelihara ular kobra dan ternyata lepas dari kandangnya.

Apartemen ini bisa anda beli dengan cara mencicil atau kredit pemilikan apartemen (KPA). Anda hanya cukup mempersiapkan uang mukanya saja dan membayar cicilan bulanan yang relatif besarannya sekitar biaya kontrakan atau kos-kosan anda saat ini.

Daripada uang anda habis cuma buat bayar sewa saja mendingan dijadikan aset dengan membayar cicilan. Tapi anda juga harus paham kemampuan membayar cicilan anda.


Untuk bisa mengetahuinya anda bisa belajar menghitung dari workshop yang dilaksanakan oleh tim IARFC Indonesia atau tim AAM & Associates.

Di Jakarta dibuka workshop sehari tentang bagaimana cara Mengelola Gaji dan Mengatur Uang bulanan dan Belajar dan Teknik Menjadi Kaya Raya dan juga workshop sehari tentang Reksadana.

Karena banyak permintaan, dibuka lagi workshop Komunikasi yang memukau lawan bicara anda (menghipnotis), cocok untuk anda orang sales & marketing, untuk komunikasi ke pasangan, anak, boss, anak buah, ke siapapun, info.

Untuk ilmu yang lebih lengkap lagi, anda bisa belajar tentang perencanaan keuangan komplit, bahkan bisa jadi konsultannya dengan sertifikat Internasional bisa ikutan workshop Basic Financial Planning dan workshop Intermediate dan Advance Financial Planning di Pertengahan Info lainnya bisa dilihat di www.IARFCIndonesia.com (jangan lupa tanyakan DISKON paket).

Mumpung bulannya pesta demokrasi, tanyakan juga adanya DISKON PESTA DEMOKRASI hanya di bulan April ini saja. Anda bisa diskusi tanya jawab dengan cara bergabung di akun telegram group kami "Seputar Keuangan" atau klik di sini.

Banyak orang beralasan tidak mau tinggal di apartemen karena seperti hidup di atas awan atau tempatnya yang sempit dan anda tidak leluasa melakukan apa-apa. Apapun alasannya punya properti apartemen masih jauh lebih bagus daripada tidak punya properti.

Dan yang harus diingat adalah punya properti apartemen bisa menjadi batu loncatan sebelum anda membeli rumah tinggal tapak. Bila tiba saatnya anda harus pindah apartemen tersebut bisa dijual untuk dijadikan uang muka rumah baru anda.

Dalam artikel berikutnya kita akan bahas kelebihan dan kelemahan membeli rumah dan tips membeli properti lainnya.


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com