Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 19 Jul 2019 06:46 WIB

Latte Factor yang Bisa Bikin Uang Menipis, Apa itu? (2)

Stanley Christian - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Dalam artikel sebelumnya telah dibahas apa itu Latte Factor. Karena namanya saja sudah latte maka sudah pasti berhubungan dengan produk minuman yang berbahan dasar kopi.

Tapi apakah latte factor ini hanya berhubungan dengan kopi saja? Ternyata tidak. Lalu apa lagi sih? Yuk kita bahas kelanjutannya.

Makanan
Ngopi tidak lengkap bila tidak ditemani cemilan seperti gorengan dan lain sebagainya. Pengeluaran seperti ini untuk cemilan dan jajan cantik adalah pengeluaran sehari-hari yang tanpa kita sadari dapat menghabiskan sebagian besar pendapatan kita.

Ada banyak orang yang memiliki kebiasaan setelah makan, seperti membeli tambahan jajanan, gorengan, es krim hingga kue ataupun makanan ringan lainnya yang sebenarnya menambah pengeluaran tanpa disadari.

Ditambah lagi saat ini promo makanan via ojek online sangat luar biasa. Yang seharusnya tidak kita beli, namun karena mendapatkan notifikasi promo tersebut, maka sepertinya sayang untuk dilewatkan. Tentu hal ini pernah kita alami, nah seberapa sering anda melakukan ini?

Seandainya Jika harga dari jajanan tersebut Rp 5.000 dan anda membeli setiap kali selesai makan siang, maka dalam satu bulan ada dana sebesar Rp 150.000 yang mungkin saja bisa dialokasikan untuk keperluan lainnya. Bila anda memanfaatkan 50%, berarti ada dana sejumlah Rp 75.000. lumayan bukan.


Rokok
Rokok adalah salah satu latte factor bagi para perokok, yang tanpa mereka sadari menghabiskan sebagian besar pendapatan mereka. Jika Anda adalah seorang perokok yang menghabiskan sebungkus rokok sebesar Rp 20.000 per harinya, maka dalam 30 hari, sebenarnya Anda mempunyai dana sebesar Rp 600.000 yang dapat anda alokasikan untuk kebutuhan lainnya.

Itu baru sebungkus rokok lho, dan sering saya jumpai teman-teman yang menghabiskan 1,5 - 2 bungkus per harinya. Yang awalnya coba-coba menjadi ketagihan dan akhirnya menjadi kebiasaan.

Setiap sehabis makan, para perokok umumnya segera merokok ditambah kopi untuk menemaninya. Semakin lengkap dengan gorengannya. Tentu hal yang menyenangkan bagi mereka, tanpa menyadari bahwa ini merupakan latte factor yang cukup besar.

Air Minum
Membeli air minum adalah salah satu hal kecil yang paling tidak kita sadari dan berpotensi menjadi latte factor yang cukup besar. Bila anda makan siang di kantor, seberapa sering anda membeli botol air mineral yang umumnya berharga Rp 5.000?

Ini baru soal makan lho, belum bila anda sering berolahraga untuk lari, sepedaan dan berpergian. Dan toh ini baru air mineral biasa, di mana bisa saja anda lebih tertarik pada minuman yang berasa atau berwarna, seberapa sering anda membelinya?

Nah di atas merupakan beberapa contoh dari pengeluaran-pengeluaran kecil yang tanpa kita sadari yang sebenarnya dapat membuat pengeluaran bulanan kita membengkak atau menjadi besar. Tentu masih ada banyak contoh lainnya, yang mungkin menjadi kebiasaan anda untuk mengeluarkan uang-uang kecil setiap harinya.

Anda bisa mulai merefleksikan, mengingat kemudian mencatat, apakah yang menjadi latte factor Anda? Dan berapakah besarnya setiap hari atau setiap bulannya?

Cara yang paling mudah untuk menemukan latte factor anda adalah dengan melakukan pencatatan pengeluaran secara rinci setiap bulannya. Banyak orang yang menganggap pencatatan pengeluaran secara rinci sulit untuk dilakukan karena banyaknya pengeluaran setiap harinya.

Tetapi bila anda setiap kali terus memberikan argument karena ribet dan sulit, besar kemungkinan latte factor anda bisa tidak terkendali dan malah bisa menjadi-jadi di tengah penawaran dan promo yang besar-besaran dari tempat makan yang bekerja sama dengan ojek online.

Selanjutnya setelah anda menemukan latte factor anda, berarti anda sudah sadar apa yang menyebabkan pendapatan anda terus berkurang setiap bulannya. Anda dapat mulai untuk mengubah kebiasaan-kebiasaan tersebut dan mulai membuat perencanaan keuangan yang baik serta membuat prioritas menabung untuk masa depan.

Dengan mengetahui latte factor anda dan mengubah kebiasaan tersebut perlahan-lahan, anda sedang menciptakan masa depan anda menjadi lebih baik. Demikian pembahasan kita mengenai apa itu latte factor.

Semoga keuangan anda semakin lebih baik dengan mengendalikan latte factor anda. Happy Planning!


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed