Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 06 Sep 2019 06:12 WIB

Tantangan Mengelola Keuangan Keluarga (2)

Stanley Christian – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Dalam artikel sebelumnya telah dibahas apa saja tantangan dalam mengelola keuangan keluarga yang sering anda hadapi. Beberapa di antaranya yang sudah dibahas adalah:

Menyatukan 2 anggaran

Belum memiliki tabungan, dan

Salah beli asuransi

Nah, artikel kali ini akan membahas kelanjutan apa saja tantangan tambahan yang akan anda hadapi ketika mengelola keuangan keluarga?

Lupa Dana Pendidikan dan Pensiun
Pendidikan merupakan bekal utama yang dapat Anda berikan untuk anak Anda. Sesibuk apapun anda bekerja untuk kebutuhan sehari-hari, tentunya anda harus memahami dan mengingat akan pentingnya pendidikan untuk anak Anda.

Maka dalam proses perencanaan keuangan, anda juga seharusnya memasukan kebutuhan anak yaitu dana pendidikan. Seperti kita ketahui bahwa biaya pendidikan setiap tahunnya mengalami kenaikan dan untuk mengejar naiknya biaya pendidikan tidaklah cukup untuk menabung biasa saja, anda harus mulai belajar bagaimana menyiapkan dana pendidikan yang baik.

Sama halnya dengan pendidikan yang kerap dilupakan oleh sebagian orang adalah dana pensiun. Terkadang kita lupa bahwa tidak selamanya kita akan bekerja dan memiliki penghasilan setiap bulan. akan ada masanya anda memasuki usia pensiun dan tidak bekerja.

Lalu uang darimana untuk memenuhi kebutuhan ketika sudah pensiun nanti? Apakah cukup pesangon anda? Apakah akan mengandalkan anak anda?

Well, sebaiknya kita mulai dari sekarang sudah menyiapkan dana pensiun agar nantinya kita bisa tetap survive tanpa merepotkan orang lain.

Tidak peduli dengan Surat Warisan
Membaca atau mendengar warisan seolah membuat hati tak nyaman. Jangan menganggap surat warisan sebagai sesuatu yang tabu. Surat warisan penting ditulis untuk mengatur kehidupan anak Anda kelak.

Siapa yang nanti bertanggung jawab untuk mengurusnya. Bagaimana peninggalan Anda diserahkan kepada anak Anda dan lain sebagainya. Surat warisan akan sangat berguna untuk membantu anak Anda mendapatkan hak yang semestinya milik mereka.

Surat warisan juga akan menghindari anak Anda dari proses hukum yang hanya menguntungkan pihak tertentu. Bila anda tidak peduli dengan surat warisan, akan ada potensi konflik terhadap aset yang anda tinggalkan.

Ingat yang namanya uang itu tidak kenal saudara. Adik kakak bisa bertengkar karena uang bahkan orang tua dan anak juga bisa bertengkar karena uang.


Malas belajar
Saat ini produk keuangan sangat banyak, mulai dari tabungan, asuransi, emas, saham, reksa dana hingga properti. Maksud hati tentu untuk meningkatkan atau melipatgandakan aset, namun justru bisa jadi tidak berkembang bila dilakukan tanpa pengetahuan yang cukup.

Mengapa demikian? Malas belajar, tidak mau cari tahu yang sebenarnnya, hanya ikut-ikutan saja. Jadilah Smart people dalam memutuskan sesuatu. Jangan terburu-buru, jangan gegabah, bahkan jangan karena ikut-ikutan.

Proses untuk memiliki pengelolaan yang baik dalam keuangan tidaklah mudah. Anda harus tetap semangat untuk belajar dan mencari informasi dari sumber terpercaya. Semoga dengan membaca tulisan ini, anda lebih semangat lagi dan berhati-hati dalam memutuskan membeli produk keuangan.

Belajarah mengelola keuangan dan investasi dengan baik dan benar. Untuk bisa menghitung anda bisa gunakan aplikasi berhitung dan keuangan tanpa biaya misalnya ini contohnya. Untuk kelas dan event juga bisa dlihat di aplikasi atau klik di sini.

Happy Planning!


Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.

Simak Video "Tips Mengelola Keuangan Ala Astrid Tiar"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com