Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Sep 2019 06:17 WIB

3 Rahasia Utama Agar Milenial Merdeka Finansial (2)

Baratadewa Sakti P - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
1 2. Bikin Skema Belanja yang Otomatis
Halaman 2 dari 2
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra

Jika Anda ingin menghemat lebih banyak uang, penganggaran mungkin bukan strategi terbaik. Menurut David Bach, "Anggaran yang sudah dibuat sering tak berfungsi. Alasan pertama, proses untuk menganggarkan itu bikin ribet, apalagi bagi kaum Milenial yang senang dengan yang simpel-simpel nan praktis, bakalan tak suka melakukan hal tersebut. Kedua, untuk bisa menganggarkan mesti harus meluangkan waktu. Kaum Milenial yang pergerakannya serba cepat dan banyak dengan kesibukan, akan membuat mereka kesulitan untuk meluangkan waktu secara khusus dan rutin untuk membuat anggaran. Ketiga, membuat anggaran sama sekali tak menyenangkan. Sama seperti melakukan diet, bahkan ketika Anda sudah mantab menyusun pada awalnya, alih-alih berjalan sesuai harapan Anda justru tak sanggup disiplin setelah 2-3 bulan kemudian."

Lalu bagaimana caranya agar pembelanjaan menjadi otomatis? Mulailah dengan memastikan segala kebutuhan belanja Anda tidak melebihi dari 85% pendapatan. Sebanyak 85% dari pendapatan tersebut bisa Anda gunakan untuk kehidupan sehari-hari seperti makan dan ongkos, atau bahkan jalan-jalan sesekali.

"Selama tak lebih 85% dari pendapatan Anda habiskan untuk kebutuhan dasar sehari-hari, sebetulnya Anda tak perlu membuat anggaran sama sekali. Daripada menelusuri berapa besar uang belanja harian yang keluar, Anda lebih baik fokus terhadap budget pengeluaran yang tidak melebihi 85% cukup berdasar kepada prioritas pembelanjaan.

Juga daripada berpikir, 'Berapa banyak yang saya habiskan untuk bayar ojek online dibanding naik kendaraan umum lain?' atau 'Berapa banyak yang saya habiskan untuk membeli Bakso pada saat weekend?', lebih baik fokus pada cara berpikir, 'Selama saya bisa menyisihkan uang untuk tujuan saya (15 persen atau lebih sesuai komitmen), asalkan memenuhi skala prioritas dan tak menggunakan dana sisihan, tak masalah berapa banyak saya menghabiskan uang'.

Demikian lebih kurangnya saran menurut David Bach guna menyederhanakan metode penganggaran.

Setelah memulai mengubah cara berpikir terhadap skala prioritas pembelanjaan. Anda dapat mendelegasikan tagihan pembayaran yang sifatnya rutin kepada sistem yang berjalan otomatis.

Mengotomatiskan keuangan Anda dengan cara meminta uang Anda dikirim langsung ke rekening investasi, rekening tabungan, dan kreditor memungkinkan Anda membangun kekayaan dengan mudah.

Dengan membuat sistem pembayaran yang otomatis, Anda tidak akan pernah lupa lagi perihal pembayaran khususnya yang bersifat prime cost dan Anda tidak akan pernah tergoda untuk melenceng dari upaya hidup hemat.

Hal ini karena Anda tidak pernah melihat uang fisik mengalir dari penghasilan Anda ke rekening tabungan Anda, sehingga 'pikiran nakal' yang seringkali menggoda ketika uang ada dalam genggaman pun dapat efektif diminimalisir.

Tapi pembayaran otomatis yang tidak terpantau bisa menyebabkan bocor keuangan. Itulah sebabnya dibutuhkan cara untuk memantau pengeluaran dan keuangan anda.

Gimana caranya? Anda bisa gunakan aplikasi berhitung dan keuangan tanpa biaya misalnya ini contohnya. Untuk kelas dan event juga bisa dlihat di aplikasi atau klik di sini.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com