Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 15 Sep 2019 10:02 WIB

Atur Keuangan Ala Anak Kos

Ellen May - detikFinance
Foto: shutterstock Foto: shutterstock
Jakarta - Sebagian besar mahasiswa yang tinggal jauh dari rumah atau anak rantauan pasti pernah kan mengalami yang namanya telat kiriman, tanggal muda berasa tanggal tua, ataupun masalah keuangan lainnya.

Nah gimana sih tips agar kita bisa mengatur keuangan ketika kita jauh dari orang tua?

Kali ini kita akan bahas bagaimana cara mengolah keuangan dengan satu metode yang dikenal dengan nama Kakeibo. Apa itu Kakeibo? Dalam Bahasa jepang Kakeibo sendiri artinya buku besar keuangan rumah tangga. Metode ini adalah sebuah teknik pengelolaan dengan cara mengelompokkan kebutuhan kita ke berbagai pos.

Metode Kakeibo sudah ada sejak tahun 1904. Bisa dibayangkan betapa sangat jadulnya metode ini.

Tapi, metode ini kemudian dipopulerkan oleh penulis asal Jepang Fumiko Chiba yang berjudul "The
Japanese Art of Saving Money".

Meskipun tergolong tradisional, metode ini mampu menghemat pengeluaran sampai 35 %. Metode ini mampu memperkecil pengeluaran kita serta mempermudah kita dalam mengontrol keuangan setiap bulannya. Jadi bagi teman-teman yang menginginkan ada tabungan setiap bulannya, bisa
menggunakan metode ini.

Ada 5 step yang tercatat dalam metode yang terkenal dari Negeri Sakura ini. Yuk disimak!

1. Catat pemasukan di setiap bulannya
Pencatatan yang dilakukan adalah semua uang yang kita terima baik itu kiriman orang tua, gaji pekerjaan, bonus, dll. Jika pemasukan yang diterima itu tidak menentu atau berubah-ubah, maka kita bisa ambil rata-rata uang yang masuk setiap bulannya. Misalnya Rp 5 juta/bulannya.

Jika tidak menentu misalnya bulan pertama Rp 3 Juta, bulan kedua Rp 4 juta, bulan ketiga Rp 6 juta, bulan keempat Rp 8 juta, bulan ke lima Rp 2 juta. Jadi rata-rata pemasukan adalah Rp 4,6 Juta.

2. Buat budget pengeluaran yang bersifat harian, mingguan, dan bulanan
Pisahkan budget pengeluaran harian-mingguan-bulanan menjadi 3 tipe pengeluaran. Basic atau dasar, berupa kebutuhan yang selalu dikeluarkan setiap bulannya. Seperti uang makan, transportasi, dan sewa kosan.

Sekunder, pengeluaran bulanan yang tidak sepenting pengeluaran basik: seperti jalan-jalan, perawatan salon, dan lainnya.

Dan yang ketiga pengeluaran long-term. Pengeluaran yang jangka waktunya masih lama, seperti membayar
UKT.

3. Sisihkan Jumlah Saving/Tabungan
Nah, kita sudah tau nih pengeluaran apa yang masuk ke kebutuhan pokok, sekunder dan primer. Kemudian tentukan berapa yang ingin kita simpan. Sisihkan beberapa misalkan 20% dari penghasilan, itu nantinya yang bisa digunakan untuk kebutuhan mendadak seperti kado ulang tahun teman, emergency rumah sakit, dan lain sebagainya.

Serta sebisa mungkin sisihkan uang kita untuk investasi.

4. Buatlah laporan arus keuangan tahunan Dari catatan pengeluaran yang kita buat dalam satu bulan. Nantinya catatan tersebut dapat disatukan menjadi laporan keuangan dalam setahun. Tujuannya adalah untuk bahan Evaluasi di tahun mendatang.

5. Lakukan evaluasi pengaturan uang yang sudah berjalan
Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa hemat atau boroskah kita dalam mengelola uang. Juga sebagai sarana untuk memperkecil nominal setiap pengeluaran agar uang yang masuk tidak hanya lewat begitu saja dan juga agar simpanan bisa lebih besar.

Dengan metode ini keuangan kita bisa lebih terkontrol dan penggunaannya lebih efektif.
Selamat mencoba.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.



Simak Video "Asyik! UMP Tahun 2020 Naik 8,51%"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com