Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 11 Okt 2019 06:12 WIB

Mau Beli Rumah Inden? Jangan Sampai Tertipu Pengembang Nakal!

Ellen May - detikFinance
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Bujuk rayu pihak developer dengan lokasi strategis, fasilitas memadai, pemandangan hijau, plus tenang, sering membuat masyarakat mantap mengambil sebuah unit properti, bisa rumah maupun apartemen.

Apalagi ada developer juga menyetujui harga rumah sudah termasuk biaya balik nama Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Tak ingin tertipu oleh pengembang nakal? Ada hal yang perlu diperhatikan saat ingin membeli rumah inden. Berikut selengkapnya:

1. Periksa Reputasi Developer
Reputasi developer sangat amat penting karena rumahnya belum jadi, sementara Anda sudah harus membayar lunas (meskipun itu dengan kredit).

Sangat penting mengetahui proyek yang pernah diselesaikan developer. Salah satu cara mengukur reputasi adalah melihat kelengkapan developer mengenai izin peruntukan tanah, prasarana yang tersedia, SHGB Induk atas nama developer, dan IMB Induk.

2. Garansi Booking Fee
Ketika Anda sudah menemukan dan memutuskan untuk membeli satu rumah dari developer, biasanya akan dimintai "kepastian" yang disebut dengan booking fee.

Pastikan Anda mendapatkan kesepakatan tertulis terkait pemesanan rumah dan item-item yang melengkapi.

Termasuk juga garansi booking fee bisa kembali jika proses pengajuan KPR Anda ditolak bank.

3. Jangan Bayar DP ke Developer Sebelum KPR Disetujui
Sebaiknya pembayaran DP dilakukan setelah ada keputusan persetujuan KPR. Jika belum ada keputusan, sebaiknya tidak dibayar DP karena jika nanti ternyata KPR tidak disetujui, Anda harus meminta kembali DP dan itu biasanya tidak mudah (selalu ada potongan).

4. Bayar DP dan Tandatangani PPJB
Setelah membayar DP, Anda dan developer akan melakukan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Cermati dan teliti detail isi perjanjian poin demi poin.

Seperti harga jual rumah, proses pembangunan rumah, dan biaya yang harus ditanggung pembeli. Jangan lupa untuk menegaskan sanksi yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut.

Terutama sanksi yang ditujukan kepada pengembang jika mereka wanprestasi atau mangkir dari perjanjian.

5. Pantau Proses Pembangunan Rumah

Setelah proses PPJB selesai, saatnya mengawasi pembangunan rumah. Proses pembangunan rumah cukup bervariasi, bergantung dari ukuran dan model rumah yang dibangun.

Rutinlah mendatangi lokasi pembangunan rumah. Terutama untuk melihat apakah rumah yang dibangun menggunakan spesifikasi yang tertera dalam perjanjian.

Pastikan juga ukuran dan desain rumah sesuai dengan kesepakatan. Jika melenceng dari perjanjian Anda berhak untuk menggugat pengembang dan menuntut dibuatkan rumah sesuai perjanjian yang telah disepakati.

5. Minta Garansi Bangunan
Meminta garansi bangunan kepada pihak pengembang dalam bentuk tertulis dan sah. Jangan mengandalkan ucapan semata, karena akan kurang kuat di mata hukum jika suatu saat terjadi masalah pada bangunan rumah Anda.

Pastikan Anda mendapat garansi bangunan ini minimal selama 6 bulan ke depan sehingga ketika ada kerusakan yang bukan karena kesengajaan pemilik maka pihak pengembang harus mau memperbaikinya.

Anda pun akan lepas dari biaya tambahan untuk memperbaiki kerusakan, setidaknya sampai masa garansi habis.

Hal penting lain yang perlu diperhatikan adalah jangan sekali-kali melakukan transaksi pengalihan kredit "di bawah tangan".

Artinya atas dasar kepercayaan saja dan tanda buktinya hanya berupa kuitansi biasa, karena bank tidak mengakui transaksi yang seperti ini.




Mau Beli Rumah Inden? Jangan Sampai Tertipu Pengembang Nakal!


Simak Video "Sandiaga Siap Bantu Erick Thohir di BUMN Sektor Asuransi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com