ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 31 Okt 2019 06:08 WIB

Benarkah Dompet Digital Malah Bikin Boros? (1)

Aidil Akbar Madjid - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Halaman 1 dari 2
Foto: Mindra Purnomo Foto: Mindra Purnomo
Jakarta - Anda pernah dengan yang namanya latte factor? Belum lama pernah dibahas di kolom ini apa itu Latte Factor.

Adapun Latte Factor sendiri membahas fenomena generasi yang gemar ngopi dan nongkrong di kedai kopi (coffee shop) sehingga berdampak pada kondisi keuangan mereka alias kemudian menjadi boros dan tidak bisa menabung dan berinvestasi.

Hal yang mirip juga dengan latte factor terjadi dengan e-wallet alias cashless. Kita sebut saja sebagai E-wallet/cashless society factor. Mengapa?

Karena kehebohan dan keborosan yang sekarang sedang rame dibahas tersebut semua dimulai dengan adanya uang dan dompet elektronik ini. Jadi tidak adalah salahnya bila hal ini menjadi menarik untuk kita bahas.

Apa itu e-wallet? Kalau melihat dari terjemahannya ini adalah dompet dalam bentuk digital. Seiring dengan kebijakan Bank Indonesia yang dimulai beberapa tahun yang lalu bahwasannya BI ingin agar transaksi keuangan lebih banyak dilakukan dengan menggunakan uang elektronik dibandingkan tunai.

Mengapa? Karena transaksi dengan tunai terebut banyak sekali risikonya. Kebetulan sekali saat itu saya ikut berpartisipasi dalam Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang sudah dicanangkan oleh Bank Indonesia sejak tahun 2014 yang lalu, sehingga lebih paham maksud dan tujuannya.

Apa saja sih? Cek di halaman berikutnya.

Lanjut ke halaman berikutnya >>>

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com