Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Nov 2019 06:05 WIB

Mau Dapat Untung dari Kemacetan Jakarta? Begini Caranya (1)

Stanley Christian - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
1 Jadi Harus Bagaimana?
Halaman 2 dari 2
Foto: Pradita Utama

Daripada kita suntuk dan menggerutu terus dengan kemacetan yang entah kapan akhirnya lebih baik kita menikmati kemacetan akibat pembangunan infrastruktur ini dengan cara lain, yaitu sedikit menganalisa kira-kira perusahaan apa yang turut serta dalam membangun LRT, MRT dan lainnya. Apakah kita bisa ikut ambil keuntungan dari kemacetan ini?

Sadarkah kita bahwa program pemerintah memang fokus terhadap pembangunan infrastruktur, apalagi pembangunan LRT dan MRT yang sangat membuat macet, namun sebaiknya kita tidak hanya mengeluh terhadap macet yang akan berlangsung sampai beberapa tahun ke depan ini saja, namun sebaiknya kita gunakan momen pembangunan seperti sekarang untuk membeli saham-saham infrastruktur dan perbankan yang mendukung pembangunan tersebut.

Wow mulai kebayangkan ternyata ada keuntungan yang bisa kita dapatkan dari kemacetan ini. Sebagai informasi bahwa Jakarta saja masih kekurangan pembangunan Infrastruktur, tentu bisa dibayangkan perlunya pembangunan Infrastruktur di daerah-daerah lainnya dari Sabang sampai Merauke, dan semuanya sudah masuk dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) hingga 2025 oleh pemerintah dengan kebutuhan dana Rp 4.700 triliun Rupiah.

Sampai sini paham kan maksud saya? Bahwasannya orang yang sukses itu adalah orang yang bisa melihat kesempatan ketika suatu kondisi terjadi. Macet adalah salah satunya. Daripada mengeluh mendingan mencatat saham-saham apa yang mungkin bisa kamu beli.

Mencatat investasi penting, mencatat keuangan harian dan bulanan lebih penting lagi. Masalahnya banyak orang malas mencatat.

Di era teknologi seperti saat ini akan lebih mudah bila anda bisa mencatat menggunakan teknologi aplikasi. Nah, ada nih aplikasi gratis yang bisa membantu anda bisa diunduh disini.

Selain mencatat anda juga penting untuk berinvestasi dan berasuransi. Permasalahan dengan investasi masih banyak orang yang awam. Sementara untuk berasuransi banyak masyarakat yang enggan karena takut dikejar-kejar oleh agen, padahal mereka baru hanya mau tahu berapa besar sih premi yang mereka harus bayarkan.Nah, untuk hal ini ada solusinya, anda bisa cek premi asuransi tanpa takut dikejar-kejar agen melalui aplikasi yang bisa diunduh disini.

Selain itu anda juga bisa belajar dengan mengikuti kelas dan workshop tentang keuangan, infonya bisa anda dapatkan dari aplikasi tersebut di atas atau anda bisa cek disini.

Oke mari lanjut, sekarang coba tebak dalam suatu proyek sekelas LRT tadi, kira-kira ada berapa BUMN yang ikut serta bersinergi demi keberhasilan proyek tersebut?

Jawabannya ada di artikel berikutnya ya.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com