Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 06 Des 2019 07:00 WIB

Uang dan Pernikahan (2)

Aidil Akbar Madjid & Partner - detikFinance
Foto: Dok. iStock
Jakarta - Tidak bisa dipungkiri, salah satu penyebab utama perceraian di Indonesia adalah karena urusan finansial alias urusan keuangan. Dan menurut data di Kantor Urusan Agama (KUA) tingkat perceraian di Indonesia naik cukup tinggi setiap tahunnya.

Ada apa gerangan? Ada yang salah?

Salah satu penyebab kesalahannya adalah tidak adanya komunikasi dan percakapan tentang keuangan sebelum dilangsungkannya pernikahan. Apalagi kondisi saat ini banyak sekali generasi milenial (wanita) yang memutuskan untuk menikah muda antara usia 20-24 tahun.

Kekhawatiran terjadi perceraian dalam usia muda karena masalah keuangan pasti ada dan terbukti saat ini banyak ditemukan single parent (biasanya wanita) yang usianya belum genap 30 tahun dengan anak 1, 2 bahkan 3.

Oleh sebab itu lakukan persiapan dan perencanaan dengan matang. Lalu, topik dan pertanyaan apa saja yang harus didiskusikan dengan calon pasangan hidup anda sebelum menikah? Mari kita bahas ya. kamu kamu yang milenial bisa dicatat.

Mau tinggal di mana?

Sudah menjadi rahasia umum kalau generasi milenial banyak yang belum memiliki rumah sendiri dengan berbagai alasan. Alasan yang paling sering diungkapkan adalah karena biaya atau harga untuk memiliki property (rumah tinggal) saat ini di kota besar sangat mahal, akibatnya generasi milenial tidak mampu membeli rumah atau tempat tinggal.

Apabila ingin tinggal di tengah kota maka pilihan yang masuk di akal adalah apartemen dengan ukuran yang sangat kecil (tipe studio).

Alasan kedua yang sering terdengar dari kaum milenial untuk alasan tidak membeli rumah adalah, karena tidak ada uangnya. Yes, generasi yang sering dianggap boros ini memang lebih mengutamakan pengalaman (experience) dibandingkan memiliki asset.

Oleh sebab itu apabila mereka memiliki sejumlah uang maka akan dihabiskan untuk jalan-jalan, mencari pengalaman baru, jajan nongkrong dan ngopi-ngopi. Belum lagi pengaruh penggunaan dompet digital dan diskon promo yang kerap banyak ditawarkan membuat mereka kesulitan untuk mempunyai asset terutama property. Hayoooo ngaku deh.

Alasan terakhir adalah karena dua alasan di atas, maka generasi milenial ini lebih senang untuk masih tinggal bersama orang tua mereka. Orang tua sendiri masih aktif bekerja (relative juga masih muda) dan mereka tidak keberatan melihat anak-anak mereka masih tinggal bersama mereka.

Jadi pertanyaan di atas adalah pertanyaan valid, kalau sudah menikah mau tinggal di mana?

Tinggal bersama orang tua untuk sementara juga bukan hal yang tabu, apalagi bila kondisi kurang memungkinkan atau bila orang tua sudah tua dan ingin sekaligus mengurus/menjaga orang tua. Tinggal di rumah terpisah juga bukan berarti harus membeli property lho. Bisa juga berarti untuk sementara menyewa (ngontrak) rumah. Apapun yang dipilih yang terpenting Anda tahu mau tinggal dimana setelah menikah.

Bagaimana dengan Uang Belanja Bulanan?
Pertanyaan kedua yang harus dibahas dan didiskusikan adalah, ketika sudah menikah nanti bagaimana dengan uang belanja bulanan bersama kalian?

Ketika masih sendiri-sendiri kamu punya pengeluaran sendiri. Nah ketika sudah menikah nanti kamu akan punya pengeluaran
bersama terutama yang berhubungan dengan pengeluaran rumah tangga. Apakah anda punya catatan pengeluaran rutin bulanan? Apakah calon pasangan hidup anda juga punya catatan pengeluaran rutin bulanan dia? Apakah ada kesamaan atau ada yang beda? Apakah ada yang bisa dikompromikan?

Kalau belum punya pencatatan pengeluaran bulanan, segeralah lakukan pencatatan dengan menggunakan aplikasi agar mempermudah proses pencatatannya. Aplikasi yang bisa dipakai adalah Moneesa dan bisa diunduh GRATIS di sini.

Untuk bisa mencapai tujuan keuangan serta mimpi-mimpi anda bersama, maka anda harus berinvestasi serta untuk memastikan mimpi anda tercapai anda juga harus berasuransi. Untuk investasi bisa anda lakukan melalui aplikasi Moneesa di atas, akan tetapi untuk asuransi biasanya banyak orang malas ketemu agen asuransi karena takut dikejar-kejar setelahnya.

Nah, Anda bisa cek premi asuransi dan membuat perbandingan dengan tenang dan nyaman melalui aplikasi Bregaswaras, bisa diunduh di sini. Selain itu Anda juga bisa mengikuti kelas dan workshop, infonya bisa Anda dapatkan dari aplikasi tersebut di atas atau Anda bisa cek di sini.

Kembali ke uang belanja bulanan, pengeluaran kalian berdua pasti akan naik menjadi pengeluaran rumah tangga, akan tetapi mungkin ada pengeluaran yang harus atau bisa dihilangkan karena sudah ditanggung berdua. Itu sebabnya penting sekali untuk membahas pengeluaran ini secara bersama, agar ketika menikah nanti tidak terkaget-kaget.

Dalam praktek dan kewajarannya, bila penghasilan calon suami mencukupi maka pengeluaran bulanan sebaiknya di-cover full oleh calon suami. Akan tetapi di zaman sekarang ketika banyak pihak wanita mempunyai penghasilan lebih besar, hal ini bisa dikompromikan. Misalnya pengeluaran utama tetap ditanggung oleh calon suami, tapi pengeluaran tambahan bulanan ditanggung oleh calon istri, dan seterusnya.

OK apalagi nih topik keuangan yang harus dibahas sebelum menikah? Kita teruskan dia artikel berikutnya ya.
Halaman
1 Tampilkan Semua

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com