Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 28 Des 2019 15:15 WIB

Sederet Tarif Naik di 2020, Ini Tips Biar Dompet Nggak Jebol

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Ilustrasi Iuran BPJS (Tim Infografis: Mindra Purnomo)
Jakarta - Beragam harga bakal naik di tahun 2020, mulai dari iuran BPJS, tarif listrik, tarif tol, sampai harga rokok. Hal ini memaksa masyarakat untuk siap-siap mengencangkan ikat pinggang.

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menyatakan kenaikan-kenaikan harga di tahun depan memang tidak bisa dihindari. Terutama item seperti iuran BPJS ataupun tarif listrik yang menjadi kebutuhan utama.

"Memang kalau itu kita nggak bisa hindarinya. Apalagi kebijakan pemerintah. Beberapa juga kan itu kebutuhan yang utama kayak BPJS dan listrik ya," ungkap Andy kepada detikcom, Sabtu (28/12/2019).

Menurutnya, yang paling mungkin dilakukan agar dompet tidak tumpur alias tekor di tengah naiknya harga-harga tahun depan adalah dengan mengurangi pengeluaran dan menambah pemasukan.

"Kemungkinan besar ya yang bisa kita lakukan adalah mengurangi pengeluaran atau menambah pemasukan," ungkap Andy.


Untuk tarif tol yang naik misalnya, lebih baik menurutnya mengurangi penggunaan tol agar pengeluaran berkurang. Untuk mobilitas, bisa menggunakan transportasi umum.

"Yang bisa dikurangi misalnya, kayak tarif tol naik kan bisa dikurangi pengeluaran untuk itu. Ya kalau memang lebih mahal tarif tolnya beralih ke transportasi umum," ungkap Andy.

Harga rokok juga naik, menurut Andi lebih baik rokok dikurangi, karena makin banyak pengeluarannya kalau rutin beli rokok. Disamping itu rokok juga memang tidak sehat untuk tubuh

"Atau ya kayak rokok, kalau memang harganya naik juga mungkin bisa dikurangi. Motivasinya juga biar sehat aja," ungkap Andy.

Terakhir Andi mengingatkan di tengah naiknya harga dan tarif, penghasilan harus diupayakan bertambah. Untuk itu harus bisa mencari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

"Kita pun harus cari cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan," kata Andy.



Simak Video "Cuaca Buruk, Harga Cabai Meroket Rp 80.000"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com