Persiapan Sederet Tarif Naik 2020, Pengeluaran Happy-happy Direm

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Sabtu, 28 Des 2019 15:50 WIB
Ilustrasi uang tunai/Foto: Muhammad Ridho


Cari Usaha Sampingan

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andy Nugroho menyarankan agar penghasilan sampingan bisa diusahakan. Hal ini demi menstabilkan keuangan di tengah naiknya beragam harga dan tarif.

"Jadi memang kita juga harus cari penghasilan sampingan juga agar stabil. Bisa lah diusahakan," ungkap Andy kepada detikcom, Sabtu (28/12/2019).

Lantas apa saja yang bisa dilakukan untuk menambah penghasilan sampingan? Andi menyatakan ada dua tipe, bisa melakukan investasi ataupun usaha langsung.

Menurutnya semua tergantung kebutuhan dan kemampuan. Kalau mau mendapatkan untung besar dengan modal besar, lebih baik melakukan investasi. Hanya saja, keuntungan yang didapat lewat investasi tidak bisa seketika didapatkan.

"Semua tergantung kebutuhan dan kemampuan juga ya. Kalau investasi, memang jangka panjang nggak bisa seketika dapat hasil. Tapi bisa besar kalau modal juga besar," kata Andy.

Selanjutnya, bisa saja melakukan usaha langsung, berdagang misalnya. Bisa menjual barang produksi sendiri atau menjual barang orang lain. Keuntungannya bisa lebih cepat diambil.

"Buka usaha bisa aja dilakukan dalam tempo yang cepat untuk dapat pemasukan. Bisa jual barang, entah produksi atau jual barang orang lain," ungkap Andy.

Usaha lainnya bisa juga dengan menjadi driver ojek online (ojol) atau taksi online (taksol) paruh waktu. Menurutnya keuntungan yang didapatkan lumayan sebagai pemasukan sampingan.

"Atau misalnya, banyak orang yang pas berangkat atau pulang kerja dia nyambi jadi driver ojol atau taksol. Lumayan itu," jelas Andy.
Halaman

(hns/hns)