Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 07 Feb 2020 08:05 WIB

Katanya Milenial Itu Boros Banget, Masa Sih? (3)

Aidil Akbar Madjid – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Ilustrasi Milenial Belanja Foto: shutterstock
Jakarta -

Sepertinya habis nih milenial kita kulitin. Sebenarnya tidak juga sih, saya hanya mencoba menjelaskan beberapa penyebab kenapa generasi milenial yang selama ini dicap boros atau komplen dan tidak pernah bisa punya tabungan dan investasi. Dan hal tersebut ternyata sadar atau tidak sadar ada dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pada 2 artikel sebelumnya sudah dibahas penyebab generasi milenial menjadi boros, yaitu beberapa kebiasaan di bawah ini:
Shopping di mall
Shopping online
Nongkrong di Kafe
Perawatan diri/tubuh
Gym, fitness dan hobby lainya
Jajan kopi & boba kekinian

Sudah segitu saja? Belum dong, masih ada beberapa hal dan kebiasaan lagi yang membuat banyak milenial cekak dari sisi keuangan. Apa sajakah?

Makan enak di resto mahal
Mirip dengan nongkrong di kafe-kafe mahal, makan enak di resto mahal sudah menjadi status sosial bagi kalangan milenial. Semua ini dilakukan demi memiliki konten yang harus diposting di akun social media mereka.

Makan di restoran yang mengenakan biaya antara Rp 250.000 sampai Rp 500.000 per orang adalah hal yang biasa. Meskipun sering kali makanan yang ditawarkan belum tentu memenuhi selera lidah dan perut kita.

Yang penting adalah resto mahal, anda yang pertama makan di situ dan bisa foto-foto untuk dimasukkan ke Instagram atau media sosial lainnya.

Yang lebih keren lagi adalah, bila anda makan di resto mahal nan mewah dengan menu steak dan daging mungkin banyak orang masih bisa memaklumi. Tapi saat ini, atas nama masakan Indonesia "naik kelas" berjamuran restoran mahal yang juga menjual masakan Indonesia.

Dan restoran tersebut pun laku dimasuki oleh banyak pengunjung. Jadi jangan kaget kalau anda makan gado-gado di restoran ini seharga Rp 65.000 per porsi sementara di pedagang dekat kantor anda hanya dijual dengan harga Rp 15.000 saja.

Dugem
Dugem ini adalah singkatan dari istilah dunia gemerlap yang artinya adalah berkumpul di malam hari atau keluar malam bersama dengan teman-teman untuk menikmati musik apakah itu musik yang diputarkan oleh DJ atau music yang dimainkan oleh band.

Paketan kegiatan atau akvitas dari dugem ini biasanya bersama juga dengan makan malam atau ngemil malam dan ditutup dengan meminum minuman beralkohol. Nah, minuman beralkohol yang kebanyakan impor dan biasanya dijual dengan harga ratusan ribu rupiah di toko minuman alkohol, di tempat "dugem" ini bisa dijual dengan harga jutaan rupiah.

Meskipun banyak milenial yang minum atau datang ketempat ini dengan cara patungan, tapi apabila sering dilakukan setiap bulannya, tetap akan menguras isi kantong anda.

Gadget terbaru
Ketika bicara barang ini maka orang Indonesia adalah biangnya. Yang hebatnya lagi meskipun barang tersebut belum keluar di Indonesia, anda akan mendapati banyak orang yang sudah memakainya terlebih dahulu, tentu dengan cara menyelundupkan sendiri atau membeli barang selundupan orang, yang sudah pasti harganya sangat mahal dibandingkan harga aslinya.

Hal inipun juga merambah ke generasi milenial. Saya banyak menjumpai milenial yang memaksakan mempunyai HP/Gadget yang harusnya setara dengan satu motor dan saya yakin gaji mereka sebulan pun tidak cukup untuk membeli gadget tersebut.

Rasa tidak mau kalah dan harus selalu up-to-date menyebabkan mereka menjadi konsumtif, boros dan membeli barang-barang tersebut. Padahal sebagai pilihan banyak gadget lain dengan harga yang hanya ½ bahkan ¼ dengna kecanggihan teknologi yang sama atau bahkan lebih baik, hanya saja mereka menggunakan merek lain atau bahkan merek China.

Lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com