Pengeluaran Kecil Tapi Kalau Dijumlah Lumayan Juga (2)

Aidil Akbar Madjid - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Senin, 24 Feb 2020 05:59 WIB
Illustrasi Uang Rupiah dan Dollar
Pengeluaran Kecil Tapi Kalau Dijumlah Lumayan Juga (2). Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Di artikel sebelumnya telah dibahas pengeluaran yang nominalnya kecil dan kita pakai sehari-hari tetapi kalau dikumpulkan dan dijumlah setiap bulan ternyata lumayan juga.

Dan dalam kondisi keuangan yang mepet pengeluaran ini ternyata bisa berbahaya bahkan bisa masuk ke dalam pengeluaran luxury. Pengeluaran kecil yang telah kita bahas sebelumnya adalah biaya berlangganan Spotify dan Netflix.

Nah apa lagi sih biaya-biaya yang bisa menambah beban keuangan bulanan anda?

TV Kabel
Salah satu hal yang saat ini seakan-akan sering dianggap sebuah kebutuhan adalah berlangganan TV Kabel. Biaya berlangganan TV Kabel ini bervariasi besarannya, ada yang dimulai dari Rp 300 ribuan untuk basic sampai dengan Rp 1,5 jutaan.

Sebenarnya bukanlah besaran dari biaya langganan TV Kabel ini yang menjadi masalah, akan tetapi pertanyaannya adalah apakah anda menggunakan TV Kabel ini dengan maksimal.

Apabila anda termasuk orang yang betah tinggal di rumah dan menonton TV berjam-jam untuk acara apapun dibandingkan jalan-jalan keluar rumah atau ke mall, maka langganan TV Kabel akan sangat berguna bagi anda.

Akan tetapi bila anda tipe yang jarang ada di rumah, lebih sering meeting atau beraktivitas di luar rumah, atau bila di rumah anda lebih suka main HP atau membaca daripada menonton TV, maka berlangganan TV Kabel ini justru membuang-buang uang karena tidak anda pakai secara maksimal.

Lanjut ke halaman berikutnya

Keanggotaan di Gym
Saya pribadi sangat setuju apabila anda berolah raga agar menjaga kebugaran dan paling penting menjaga kesehatan. Akan tetapi banyak orang mengandalkan berolah raga dengan menjadi anggota pusat kebugaran (gym), padahal masih banyak olah raga yang lain.

Sementara pusat kebugaran sendiri mempunyai harga keanggotaan yang beragam tergantung lokasi, luas dan jenisnya.

Misalkan gym yang ada di perumahan bisa mengenakan biaya keanggotaan di kisaran Rp 200 ribuan. Sementara gym kelas menengah mengenakan biaya keanggotaan sebesar Rp 400 ribu per bulan dan Mega Gym alias Gym besar mengenakan biaya keanggotaan di atas Rp 600 ribu per bulan dengan kontrak minimal 1 tahun.

Apalagi bila keanggotaan anda bisa digunakan di banyak gym mereka atau bisa digunakan di luar kota dan luar negeri, pasti biaya keanggotaannya lebih mahal lagi.

Sama seperti halnya TV Kabel, tidak ada masalah bagi anda yang ingin mempunyai keanggotaan di gym selama anda sering dan secara terus menerus menggunakan fasilitas gym tersebut. Seperti saya contohnya, saya bisa latihan sedikitnya 3x per minggu di gym menengah yang berada di tengah kota.

Jadi saya selalu mengusahakan untuk latihan sepulang kantor. Dengan rata-rata latihan 10-12x per minggu, maka biaya rata-rata per latihan saya adalah sebesar Rp 30 ribu per sekali datang (Rp 300 ribu dibagi 10x latihan). Untuk hal ini saya menganggap hal ini relatif bisa diterima.

Sementara itu berapa banyak di antara anda yang punya keanggotaan di gym dan sudah lama sekali tidak latihan. Fakta statistiknya mengatakan rata-rata lebih dari 50% keanggotaan di gym tidak pernah datang berolah-raga ke gym mereka atau hanya datang sekali-kali saja.

Nah, bila ini terjadi berarti anda sudah membuang-buang uang anda. Banyak yang berpikir bahwa "dengan membayar member, nanti akan memotivasi saya untuk latihan dan olah raga", faktanya tidak demikian.

Nah, bila anda termasuk ke dalam golongan ini, saran saya cari olah raga lain yang relatif lebih murah dan bisa dilakukan per sekali olah raga saja. Atau anda cukup jalan sehat atau lari/jogging di Gelora Bung Karno atau cukup seputaran kompleks rumah saja.

Ternyata banyak ya? Ayo-ayo dibuat daftarnya dulu hayooo. Kalau tidak percaya coba buat daftar pengeluaran harian kalian pakai aplikasi deh, nanti kalian akan terkejut dengan jumlah pengeluaran harian kalian yang banyak itu. Aplikasinya bisa diunduh di sini.

Selain mencatat anda juga penting untuk berinvestasi dan berasuransi. Permasalahan dengan investasi masih banyak orang yang awam.

Sementara untuk berasuransi banyak masyarakat yang enggan karena takut dikejar-kejar oleh agen, padahal mereka baru hanya mau tahu berapa besar sih premi yang mereka harus bayarkan.

Nah, untuk hal ini ada solusinya, anda bisa cek premi asuransi tanpa takut dikejar-kejar agen melalui aplikasi yang bisa diunduh di sini.

Selain itu anda juga bisa belajar dengan mengikuti kelas dan workshop tentang keuangan, infonya bisa anda dapatkan dari aplikasi tersebut di atas atau anda bisa cek di sini.

Total saya baru membahas 4 pengeluaran saja, kalo dijumlah itu sudah di atas Rp 500 ribu per bulan lhoooo... padahal masih banyak pengeluaran lainnya.

Kita bahas tuntas yuk di artikel berikutnya ya. Stay tune terus.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.



Simak Video "Tips Mengurangi Belanja Impulsif Saat Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)