Cara Biar Nggak Tertipu Travel Umrah Abal-abal Seperti First Travel

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 26 Feb 2020 21:30 WIB
Suasana Umrah di Kakbah
Foto: Erwindar/detikcom
Jakarta -

Menjalankan ibadah umrah menjadi kegiatan yang digandrungi masyarakat Islam. Tidak sedikit travel umrah yang memanfaatkan dengan melakukan penyelewengan dana jemaah untuk kepentingan pribadi, seperti contoh kasus First Travel.

Agar hal itu tidak terulang, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama, Arfi Hatim meminta agar calon jemaah cermat dalam memilih Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Pertama, pastikan travel umrah yang dipilih berstatus legal. Hal itu bisa dilihat di aplikasi 'Umrah Cerdas'. Aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis melalui Play Store.

"Semuanya bisa dilihat melalui aplikasi Android atau IOS Umrah Cerdas. Di luar (daftar) itu ilegal dan sudah masuk ranah pidana," bebernya.


Arfi menjelaskan, saat ini ada 979 travel umrah yang terdaftar di Kementerian Agama. Artinya, hanya 979 travel umroh yang dikategorikan dalam status legal.

"Sampai saat ini jumlah penyelenggara umrah di Indonesia 979. Di luar itu nggak terdaftar," kata Arfi di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Kedua, pastikan tidak tergiur dengan harga murah. Kementerian Agama telah menetapkan harga referensi umrah yaitu Rp 20 juta. Di bawah itu, calon jemaah diminta untuk perlu berhati-hati.

"Ada keputusan Kementerian Agama harga referensi (umrah) Rp 20 juta. Ini sebagai acuan bagi masyarakat. Walau bagaimanapun masyarakat 80% yang melaksanakan ibadah umrah dominan dari masyarakat pedesaan sehingga dia tergiur dengan harga murah," ucapnya.

Arfi menegaskan jangan sampai ada calon jemaah yang percaya lagi dengan biaya umrah murah. Menurutnya, untuk pergi ke tanah suci dengan biaya Rp 20 juta sudah sangat ideal.

"Kalau mau umrah tidak ada lagi harga Rp 14-16 juta. Apalagi sekarang biaya visa, biaya asuransi dan sebagainya. Kalau masyarakat menjual dengan harga itu (Rp 14-16 juta) bukan ke tanah suci, tapi ke tanah abang," ucapnya.



Simak Video "Jemaah Korban First Travel Berselawat Jelang Putusan Gugatan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)