Ada Duit Nganggur Karena Batal Umrah, Mending Ditabung atau Investasi?

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 27 Feb 2020 19:15 WIB
Pemberangkatan jamaah umrah terbanyak dalam sehari pecahkan rekor muri, Semarang, Minggu (23/6/2019).
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Jakarta -

Pemerintah Arab Saudi baru saja memutuskan untuk menyetop sementara kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya, termasuk Indonesia. Oleh karenanya, para calon jemaah umrah yang dirugikan oleh kebijakan tersebut dapat mengklaim hingga 100% dana umrahnya atau mengklaim refund dari pihak biro penyelenggara perjalanan umrah masing-masing.

Lalu, uang refund umrah yang didapat baiknya dialihkan menjadi tabungan atau investasi ya?

Menurut Perencana Keuangan Zelts Consulting Ahmad Ghozali ada baiknya uang refund umrah yang dipegang nanti disimpan dalam bentuk investasi seperti deposito.

"Saran saya sih, masukkan saja sebagai deposito. Bukan untuk mengejar keuntungan dari situ, yang sekarang ini returnnya memang mini, tapi untuk mengamankannya supaya tidak terpakai untuk yang lain," kata Ahmad kepada detikcom, Kamis (27/2/2020).

Menyimpan uang umrah sebagai deposito pun tidak bisa sembarangan. Kata Ahmad, ada baiknya memilih deposito berjangka dengan sistem Automatic Roll Over (ARO).

"Bikin saja 1 bulan ARO atau kalau mau musim depan umrahnya, bisa yang 3-6 bulan," tambahnya.

Opsi lainnya adalah menyiapkan rekening tabungan tersendiri yang terpisah dari pengeluaran lainnya.

"Kalau mau ditabung di rekening, jangan dicampur dengan rekening operasional," pungkasnya.



Simak Video "WHO Dukung Kebijakan Saudi Buka Ibadah Haji 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)