Sakit Itu Mahal, Sehat Itu Murah (1)

Aidil Akbar Madjid - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Senin, 23 Mar 2020 06:25 WIB
Jumlah total kasus virus Corona atau Covid-19 di Korsel telah mencapai 7.513 kasus. Korsel pun terus berperang melawan Corona karena jumlah pasien terus bertambah.
Foto: Getty Images/Chung Sung-Jun
Jakarta -

Pernah dengar istilah 'Sehat Itu Mahal'? Well ternyata sakit lebih mahal lagi lho. Coba saja kalau tidak percaya.

Bila anda sakit dan harus dirawat di rumah sakit (misalnya kena Demam Berdarah), maka anda dengan mudah akan menghabiskan biaya semurah-murahnya Rp 5 juta sampai dengan puluhan juta rupiah. Itu sebabnya mengapa di zaman sekarang kita harus mempunyai asuransi untuk berjaga-jaga bila ternyata terkena musibah sakit.

Apalagi seperti saat ini di mana sedang terjangkit wabah virus Corona Covid-19 yang menyebar secara cepat. Banyak orang kebingungan apakah asuransi mereka akan meng-cover biaya bila ternyata mereka terkena virus corona tersebut.

Informasi yang beragam menyebabkan banyak kebingungan di masyarakat. Beberapa perusahaan asuransi klaim mereka akan meng-cover apabila anda terkena virus covid-19 tersebut, yang sebenarnya bertentangan dengan apa yang kebanyakan perusahaan asuransi tulis di polis mereka sebagai pengecualian.

Nah, coba anda baca dengan teliti di polis asuransi anda bagian belakang berjudul "Pengecualian". Biasanya di situ disebutkan salah satunya adalah wabah menyebar (atau dikenal dengan istilah pandemi/pandemik.

So, bisakah perusahaan asuransi mengganti aturan mereka sendiri? Bisa saja dengan berbagai pertimbangan. Tapi bisa juga mereka bermain di kata-kata.

Itu sebabnya anda harus menanyakan terlebih dahulu dan jangan terkecoh dengan permainan kata-kata. Jadi seperti apa yang harus kita hati-hati?

Pertama, kita semua sudah mengetahui bahwa apabila anda terbukti terkena Covid-19, maka seluruh biaya pengobatan anda akan ditanggung oleh pemerintah. Untuk bisa terbukti terkena Covid-19 ini anda harus menjalani tes Covid-19 yang biasanya dimulai dengan mengambil contoh jaringan dari hidung bagian dalam dengan menggunakan metode Swab (dengan kapas seperti cotton bud). Pemerintah Indonesia sendiri sudah mempunyai protocol pengecekan sebelum anda sampai ke tahap ini.

Setidaknya ada tiga tingkatan status yang diberikan oleh tim medis, sebelum akhirnya seseorang itu dinyatakan positif covid-19, yaitu Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan suspect atau terduga.

Orang yang berstatus ODP menunjukkan gejala sakit. Namun, orang dalam status ini diketahui sempat bepergian ke daerah episentrum atau melakukan kontak dengan orang diduga positif corona sehingga harus dilakukan pemantauan.

Tujaun dari pemantauan yang dilakukan kepada ODP semata untuk melakukan pemantauan, sehingga penanganan khusus akan cepat dilakukan jika ODP ini menunjukkan gejala-gejala yang mengarah ke COVID-19.

Nah, dalam masa ini bila anda dirawat karena sakit (biasanya gejala flu), maka asuransi anda akan melindungi anda dan dibayar coverage-nya. Demikian juga ketika dalam masa pengawasan sampai anda menjadi terduga dan dilakukan tes Covid-19 tersebut.

Sementara banyak cerita orang-orang yang melakukan tes sendiri berupa foto x-ray dan tes darah itu hanya terhitung ke dalam kategori Cek Kesehatan biasa (Medical Check Up), sehingga tidak akan di-cover oleh asuransi manapun kecuali anda membeli polis asuransi dengan tambahan perlindungan medical check up dan gigi misalnya.

Jadi kembali ke polis asuransi anda, saran terbaik saja adalah anda melakukan cek dan ricek kembali ke perusahaan asuransi anda secara detil, di tahapan mana anda akan dilindungi oleh asuransi anda bila ternyata anda sakit atau merasa mempunyai gejala sakit serupa Covid-19, supaya tidak terjadi kesalahpahaman.

Gunakan kalkulator perencana keuangan gratis untuk membantu anda membuat perencanaan keuangan. Aplikasinya sendiri bisa diunduh di sini.

Selain mencatat anda juga penting untuk berinvestasi dan berasuransi. Permasalahan dengan investasi masih banyak orang yang awam.

Sementara untuk berasuransi banyak masyarakat yang enggan karena takut dikejar-kejar oleh agen, padahal mereka baru hanya mau tahu berapa besar sih premi yang mereka harus bayarkan.

Nah, untuk hal ini ada solusinya, anda bisa cek premi asuransi tanpa takut dikejar-kejar agen melalui aplikasi yang bisa diunduh di sini.

Selain itu anda juga bisa belajar dengan mengikuti kelas dan workshop tentang keuangan, infonya bisa anda dapatkan dari aplikasi tersebut di atas atau anda bisa cek di sini.

Sementara itu, banyak orang mengatakan bahwa virus Covid-19 ini bisa dilawan dengan daya tahan tubuh yang baik (imunitas tinggi) yang artinya anda harus hidup sehat.

Berapa besar sih biaya sehat (olah raga) dan hidup sehat yang harus anda persiapkan? Kita akan bahas di artikel berikutnya ya.

Stay tuned.

Disclaimer: artikel ini merupakan kiriman dari mitra yang bekerja sama dengan detikcom. Redaksi detikcom tidak bertanggung jawab atas isi artikel yang dikirim oleh mitra. Tanggung jawab sepenuhnya ada di penulis artikel.



Simak Video "Tips Merdeka Finansial dengan Gaya Hidup Minimalis"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)