Sakit Itu Mahal, Sehat Itu Murah (2)

Aidil Akbar Madjid - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Kamis, 26 Mar 2020 06:25 WIB
Corona
Foto: Ilustrator: Fuad Hasim
Jakarta -

Pada tulisan sebelumnya sudah dibahas bahwa biaya sakit itu ternyata mahal. Yes, Indonesia sekarang sudah seperti negara maju di mana biaya untuk berobat ke rumah sakit menjadi sangat tinggi.

Oleh sebab itu kita sekarang menjadi tergantung dengan perusahaan asuransi yang akan membantu membayar biaya bila ternyata kita sampai jatuh sakit.

Tapi kemudian banyak orang juga berargumentasi bahwa ternyata untuk bisa sehat itu mahal lho. Mengapa karena banyak hal yang dilakukan untuk seseorang tetap sehat, dan semua itu membutuhkan uang yang tidak sedikit.

Apa saja sih? Yuk kita bahas.

Biaya Gym
Sehat identik dengan olah raga, itu sebabnya di pertengahan tahun 2000an mulai banyak berdiri pusat kebugaran besar (mega gym). Sangat masih ingat ketika saya baru pulang ke Indonesia tahun 2000 masih sulit sekali mencari mega gym serta suplemen untuk latihan dan olah raga. Tapi di pertengahan tahun 2000 semua menjadi ada.

Saat ini sudah banyak mega gym yang bisa anda temui dari mulai di mal-mal mewah sampai gym semi-privat di ruko-ruko dekat perumahan anda. Adapun biaya untuk menjadi langganan di gym ini relatif antara satu dengan lainnya.

Rata-rata untuk mega gym mengenakan biaya sebesar Rp 600.000/ bulan. Mahal? Sangat tergantung berapa kali anda datang ke gym dan menggunakan fasilitas mereka setiap bulan.

Biaya Katering Sehat
Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu syarat tetap bisa sehat adalah sangat tergantung dari apa yang anda masukan ke dalam mulut anda.

Semakin buruk makanan yang anda masukan maka akan semakin tidak sehat bagi tubuh anda. Sebuah quote dalam Bahasa Inggris mengatakan "You Are What You Eat" yang artinya adalah "Anda Sesungguhnya Adalah Apa Yang Anda Makan", itu ternyata benar adanya.

Kalau dilihat pola makan sebagian besar orang Indonesia mungkin tidak sehat-sehat banget. Bahkan orang bula pernah mengatakan bahwa orang Asia (termasuk Indonesia) suka makan makanan yang digoreng.

Yang membuat tidak sehat lagi adalah jajanannya. Orang Indonesia cenderung mencari jajanan yang banyak gula dan juga minyak dari gorengan.

Tidak heran untuk anda yang mencoba diet mengurangi makan siang tapi tetap makan gorengan dan boba di sore hari akan bingung kenapa berat badan anda tidak turun.

Itulah sebabnya seiring dengan maraknya gaya hidup sehat 10 tahun belakangan ini di mana banyak gym dibangun dan keanggotaan ditawarkan, maka marak dan berjamuran juga berjamuran katering sehat.

Maksudnya apa sih? Yaitu katering penyedia makanan berlangganan yang memasak makanan sehat. Nah, untuk langganan katering ini ternyata tidak murah lho.

Anda bisa merogoh kocek Rp 1.5-2 juta/bulan untuk harga makan siang anda saja selama hari kerja.

Lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Tips Mengurangi Belanja Impulsif Saat Resesi"
[Gambas:Video 20detik]