Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 04 Mei 2020 07:16 WIB

Hati-hati dengan Asuransi COVID-19 (3)

Aidil Akbar Madjid – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
wallet with rupiah money inside in front of computer laptop monitor screen, online transaction concept Foto: iStock
Jakarta -

Di dalam artikel sebelumnya sudah dibahas fakta bahwa sesungguhnya tidak ada asuransi yang khusus untuk meng-cover COVID-19. Kaget?

Yes anda tidak sendirian. Itulah sebabnya sangat disarankan untuk mengecek terlebih dahulu sebelum membeli, jangan hanya karena merasa takut atau ditakut-takuti membuat anda kemudian membeli produk yang salah.

Lalu apa lagi yang harus anda perhatikan menyangkut asuransi COVID-19 ini? Kita bahas kelanjutannya berikut ini yuk.

Persyaratan Perlindungan COVID-19
Hal lain yang harus kita perhatikan adalah persyaratan untuk bisa mendapatkan tambahan perlindungan COVID-19 yang dijanjikan tadi. Dari beberapa perusahaan asuransi yang kami teliti, persyaratan untuk bisa mengklaim tambahan perlindungan COVID-19 ini kebanyakan adalah harus dinyatakan positif COVID-19 terlebih dahulu, yang artinya harus melampaui serangkaian test PCR Swab yang membutuhkan waktu beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya, bukan sekedar rapid test biasa.

Jadi asuransi tambahan tersebut tidak akan meng-cover apabila anda hanya masuk ke dalam daftar ODP (Orang Dalam Pemantauan) atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Sekali lagi, cek kembali dengan benar kepada pihak asuransi anda, mungkin saja mereka punya aturan yang berbeda. Lalu apabila anda dirawat di rumah sakit dengan status ODP atau bahkan PDP, siapa yang akan menanggung biayanya? Masuk ke poin 3 berikutnya

Asuransi Kesehatan Rawat Inap Biasa
Apabila anda dirawat dengan status ODP, PDP, Suspek, atau bahkan COVID-19 tapi memilih dirawat di Rumah Sakit Swasta, maka seluruh biayanya harus anda tanggung sendiri. Terakhir saya dapat info sepertinya BPJS bisa menanggung ini (silahkan di-cross check terlebih dahulu kebenarannya), apabila tidak maka anda harus menanggung biayanya sendiri, dan biaya tersebut tidak sedikit.

Oleh sebab itu di sinilah pentingnya untuk anda mempunyai perlindungan asuransi kesehatan terutama untuk asuransi rawat inap. Jadi bila anda saat ini sudah punya asuransi kesehatan rawat inap dari kantor atau apabila anda punya asuransi rawat inap pribadi (beli sendiri) pastikan sekali lagi bila anda dirawat dengan status ODP dan PDP maka anda akan diberikan perlindungan penggantian sesuai dengan perlindungan rawat inap anda.

Lanjut ke halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Pasien Corona di Mamuju Kabur: Dijemput Petugas, Dilawan Keluarga!"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com