Bisa Dicoba Nih! 5 Tips Menabung yang Unik (1)

Steven Ransingin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Senin, 11 Mei 2020 03:00 WIB
Menabung
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Menabung seringkali menjadi momen yang menyenangkan bagi anak-anak sekolah dasar (SD) yang baru belajar menabung, atau untuk seseorang yang sudah jelas memiliki tujuan untuk mencapai apapun yang mereka inginkan, seperti membeli sepatu, kendaraan, menikah, rumah, dan sebagainya. Namun menabung juga acapkali menjadi momok menyebalkan dan membosankan bagi mereka yang tidak cukup sabar menunggu dan bertanya kapan angka tabungan yang ada di celengan, rekening, atau investasi mereka bertambah.

Hingga saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia masih kesulitan dalam menabung, entah itu untuk dana darurat atau untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan lainnya. Faktanya seringkali kita menemukan orang-orang yang ada di sekitar kita masih sering mengalami kesulitan secara keuangan, gaji/pendapatannya tidak cukup menutupi biaya hidup mereka sampai akhir bulan.

Tidak sedikit dari mereka yang terjebak dengan besaran persentase dalam menabung. Padahal fokus di awalnya itu adalah menentukan dulu tujuan kita menabung, barulah setelah itu menentukan persentase dalam menghimpun dana tersebut.

Jadi setelah mengetahui untuk apa kita menabung,mungkin 5 metode menabung yang unik ini bisa kalian praktikkan agar proses menabung terasa menyenangkan.

1). Metode Menabung dengan Nominal Rp 10.000-20.000 per Hari

Metode menabung yang cukup terkenal di Indonesia caranya sangat mudah cukup menyisihkan uang Rp 10.000-20.000 per hari. Biasanya pecahan uang tersebut tidak
terlalu besar, tapi tidak kecil juga, jadi secara rata-rata berdasarkan psikologis cukup mudah dan tidak berat untuk disisihkan. Meskipun beberapa orang pun juga masih beranggapan kalau angka ini masih cukup besar.

Harusnya cara ini bisa menjadi pilihan yang mudah dilakukan, sebut saja apabila kita bisa menyisihkan uang Rp 10.000-20.000 per hari, sebulan saja sudah mampu menghimpun uang sebesar Rp 300.000-600.000,secara psikologis akan lebih mudah melakukan ini, ketimbang kita langsung menabung Rp 300.000-600.000 sebulan, apalagi bagi mereka yang belum terbiasa.

2) Metode Menabung dengan Pecahan Rupiah Terkecil

Metode ini bisa menjadi alternatif kedua buat kalian yang masih merasa angka Rp 10.000-20.000 masih terasa besar. Jadi bagaimana cara kerjanya?

Pecahan terkecil mata uang rupiah adalah Rp 100, jadi kalian bisa menyisihkan Rp 100 di hari pertama menabung. Di hari kedua bisa disisihkan sebesar Rp 200 (karena pecahan terbesar setelah Rp 100-200), di hari ketiga kalian bisa menyisihkan Rp 500 di hari ke 4 Rp 1.000 begitu seterusnya. Ketika sudah mencapai nominal Rp 100.000 kalian bisa memulai kembali dari angka Rp 100, atau bisa dibalik dari Rp 100.000 ke Rp 100 begitu seterusnya.

Menabung dengan metode ini tidak konsisten memberatkan kalian per hari. Bagi mereka yang merasa keberatan dengan angka Rp 10.000, semestinya cara ini bisa menjadi cara yang efektif untuk menghimpun dana dalam tabungan mereka. Jangan lupa untuk selalu mencatat baik pengeluaran maupun tabungan anda.

Dengan mencatat anda akan mendapatkan:

1. Mengetahui jumlah dana yang sudah anda tabung
2. Mengetahui bila ada yang ketinggalan sewaktu menabung
3. Mengetahui apakah anda disiplin dalam melakukan tabungan tersebut, sehingga
tahu harus melakukan perubahan seperti apa.

Untuk mencatat anda bisa melakukan secara manual atau agar lebih mudah saat ini sudah ada alternatif menggunakan aplikasi. Aplikasi yang kami rekomendasikan adalah Moneesa. Aplikasi Moneesa bisa diunduh di sini http://bit.ly/moneesa-playstore. Selain itu dalam menghadapi pandemic seperti sekarang sebaiknya anda juga mempunyai proteksi asuransi kesehatan yang baik.

Anda bisa bertanya pada agen asuransi secara GRATIS tanpa takut harus membeli produk dulu. Hal itu bisa anda lakukan melalui aplikasi Bregaswaras. Aplikasi Bregaswaras bisa diunduh disini http://bit.ly/bregaswaras-playstore.



Simak Video "Belajar Menabung Sampah, Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)