Penting! Masyarakat Harus Lakukan Ini Jaga-jaga Kalau RI Resesi

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 06 Agu 2020 11:47 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 tercatat minus 5,32% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bila ekonomi Indonesia kembali minus di kuartal III 2020, maka Indonesia resmi masuk ke jurang resesi.

Resesi yang terjadi merupakan pertanda melemahnya ekonomi suatu negara yang salah satunya dicerminkan lewat turunnya daya beli masyarakat. Angka kemiskinan juga bisa melonjak tajam disebabkan oleh badai PHK.

Lalu, apa yang harus dipersiapkan masyarakat agar bisa meminimalisasi dampak dari resesi tersebut?

Menurut Perencana Keuangan Zelts Consulting Ahmad Gozali, hal utama yang perlu disiapkan oleh masyarakat adalah dana cadangan yang mudah dicairkan dalam jumlah yang memadai.

"Dalam kondisi seperti ini, rumus utamanya adalah menjaga ketersediaan dana likuid yang memadai," kata Ahmad kepada detikcom, Kamis (6/8/2020).

Porsi idealnya, setiap keluarga wajib menyimpan dana cadangan sebanyak 3-12 bulan pengeluaran bulanan 1 keluarga tersebut. Tujuannya untuk jaga-jaga apabila terjadi badai PHK atau pemotongan gaji.

"Dana likuid ini untuk cadangan pengeluaran jika terjadi masalah dengan penghasilan. Saya sarankan agar tiap keluarga punya dana cadangan setara dengan 3 sampai 12 kali pengeluaran bulanan. Sebab, lapangan kerja akan semakin sulit mengingat aktivitas ekonomi menurun," paparnya.

Demikian pula dengan para Pegawai Negeri Sipil (PNS). Meski memiliki risiko PHK yang kecil, tetap wajib memiliki dana likuid sebagai dana cadangan dan hindari risiko kredit.

"ASN sekalipun yang risiko kehilangan pekerjaan sangat rendah, tetap ada kemungkinan penghasilannya berkurang. Seperti saat ini tidak ada dinas luar, tunjangan dikurangi, dll. Maka ketika akan ambil kredit, baiknya hanya menghitung dari penghasilan yang fixed saja, penghasilan variabel tidak dihitung dulu," tambahnya.

Untuk para pengusaha disarankan agar tak terburu-buru merealisasikan ekspansi usahanya dan buat yang bekerja undur dulu niat pindah kerja atau resign dari perusahaan saat ini.

"Untuk usaha mungkin perlu pertimbangan ulang jika ada rencana ekspansi. untuk yang bekerja juga pertimbangkan kembali jika ada rencana pindah kerja. Sesuaikan kembali asumsi dalam bisnis," katanya.



Simak Video "Kadin Proyeksikan Ada Tambahan 5 Juta Pengangguran di RI"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)