Apakah Kredit Anda Lancar, Batuk-batuk atau Macet? Ini Tandanya

Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Sabtu, 03 Okt 2020 19:30 WIB
Pembayaran non tunai dengan kartu VISA MasterCard
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Melanjutkan dari dua artikel sebelumnya tentang sejarah kredit, sebaiknya Anda menjaga dan memelihara dengan baik sejarah kredit atau sistem layanan informasi keuangan (SLIK) Anda karena noda tak akan terhapus dalam histori kredit Anda.

Memangnya kalau sampai terkenal Coll 1 sampai 5 apa yang akan terjadi sih? Well, bila Anda tidak ada masalah dengan kredit Anda alias berstatus coll 1, maka Anda akan disenangi dan disayangi oleh lembaga keuangan pemberi pinjaman.

Sangat mungkin Anda rajin ditawari oleh pihak bank untuk terus menambah nilai kredit atau top up. Mereka akan dengan senang hati dan tangan terbuka bertransaksi dengan Anda, karena dianggap bertanggung jawab dan selalu menepati janji membayar cicilan, sehingga masuk ke dalam kasta tertinggi.

Sementara untuk kolektabilitas kurang lancar dari coll 2 sampai 5 lain lagi perlakuannya. Ingat semakin besar angka kategorinya maka akan semakin jelek status kredit Anda. Dan, data tersebut akan terekam dan tersimpan di SLIK Anda. Status kredit Anda yang bisa dilihat dari jejak kolektabilitas tidak akan terhapuskan meski Anda telah melunasi hutang Anda pada bank tersebut.

Noda tersebut akan terus tetap ada dan menjadi bagian dari jejak histori kredit Anda. Catatan tersebut akan menjadi pertimbangan oleh lembaga keuangan kelak bila di kemudian hari anda ingin mengajukan pinjaman.


Ketika Anda masuk ke kolektibilitas tidak lancar (Coll 2, 3, 4, atau 5), maka Anda harus bersiap-siap untuk menghadapi hari-hari yang mungkin saja kurang menyenangkan.

Dimulai dari gangguan dan penagihan melalui telpon secara bertubi-tubi yang kemudian disusul dengan surat peringatan yang akan Anda terima. Belum lagi jasa penagih (debt collector) yang akan mendatangi tempat tinggal atau tempat Anda bekerja untuk melakukan penagihan mulai dari secara baik-baik sampai yang dengan niat mempermalukan di muka umum.

Kondisi terburuk adalah bank akan melelang jaminan Anda yang akan dipakai untuk mengembalikan dana mereka. Dalam banyak kasus akan lebih menguntungkan bila Anda mencoba menjual aset sendiri secara langsung dan melunasi sisa hutang, sementara Anda masih mendapat kelebihan sisa dana, daripada menunggu asset disita dan dilelang. Karena biasanya akan terjual dengan harga yang murah dan Anda tidak mendapatkan apa-apa.

Sebenarnya wajar sih bila bank atau institusi keuangan menagih kepada Anda, karena mereka juga ingin mengurangi atau mitigasi resiko mereka. Lagipula itu juga bukan uang mereka melainkan uang Anda dan nasabah lain yang telah mempercayakan masuk ke bank melalui tabungan dan deposito. So, jangan parno juga dengan perlakukan mereka karena sebenarnya mereka tidak tahu Anda tipe peminjam seperti apa.

Itulah sebabnya bila dalam proses membayar cicilan Anda mulai merasakan kesulitan (misalnya seperti masa pandemic sekarang ini), maka hal pertama yang harus dilakukan adalah berkomunikasi dengan bank atau leasing tempat meminjam uang. Katakan apa kondisi yang Anda miliki dan minta carikan solusinya yang sama-sama menguntungkan.



Dari sini saja Anda sudah menunjukan itikad baik untuk menyelesaikan utang. Hanya mungkin saat ini kondisi sedang tidak baik jangan malah kabur, bersembunyi ya, karena hal ini tidak akan menyelesaikan masalah.

Di lain pihak ketika mendapati fasilitas pinjaman juga jangan asal pasrah dan main tanda tangan tanpa mempelajari isi dari perjanjian dengan seksama, sehingga jangan sampai keluar kata-kata fenomenal seperti "I don't read what I sign" kan bisa keblinger, soalnya ini perjanjian kredit, Anda bertanggung jawab penuh atas apa yang ditandatangani.

Itu sebabnya penting untuk menjaga kesehatan keuangan dan menjaga rasio cicilan. Rasio cicilan ini bisa dihitung dengan menggunakan rumus financial check up. Ada beberapa rasio di FCU (financial check up) yang berhubungan dengan utang yang harus dijaga tingkat kesehatannya sehingga tidak sampai bermasalah dalam membayar cicilan hutang.

Untuk melakukan financial check up Anda bisa melakukannya secara gratis di beberapa situs produk dan/atau keuangan. Salah satunya situs www.moneesa.com atau bisa juga melalui aplikasinya yaitu Moneesa yang bisa diunduh di sini. Selain kesehatan keuangan, ada juga aplikasi menghitung kebutuhan asuransi gratis bisa diunduh di sini.

Sementara bagi yang berminat belajar merencanakan keuangan secara Islami atau Syariah Financial Planning bisa lho ikutan kelas Syariahnya, info ada di sini.



Simak Video "Kredivo: Pengaju Kredit di Masa Pandemi Meningkat Signifikan"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)