Dear Milenial, Ini Investasi Tepat Untuk Raih Mimpimu

Angga Laraspati - detikFinance
Senin, 21 Des 2020 14:08 WIB
pebisnis
Foto: shutterstock
Jakarta -

Banyak yang mengatakan generasi milenial adalah generasi melek digital namun minim literasi finansial. Bahkan, tak jarang milenial disebut sulit untuk meraih impian mereka karena gaya hidup yang terlalu konsumtif.

Pemikiran tersebut seharusnya menjadi motivasi bagi milenial untuk membuktikan bahwa mereka juga bisa meraih impian dengan cara memperoleh penghasilan tambahan. Ada satu cara bagi kaum milenial yang ingin meraih tujuan finansial, yaitu dengan investasi.

Nah, buat yang bingung ingin memulai investasi apa, berikut ini adalah 5 investasi yang cocok bagi para milenial yang dilansir dari beberapa sumber.

P2P (Peer to Peer Lending)
Ini adalah bentuk investasi untuk bisa mendapatkan pinjaman langsung dari individu lain tanpa melalui perantara. P2P lending juga dikenal sebagai pinjaman sosial atau crowdfunding. Sistem P2P lending sebenarnya juga sangat mirip dengan marketplace online.

Jadi bisa dikatakan P2P lending adalah marketplace-nya untuk kegiatan peminjaman uang. Kini, beberapa situs web yang memfasilitasi pinjaman P2P juga telah meningkatkan pengadopsiannya sebagai metode pembiayaan alternatif. Tapi harus diingat ya, untuk tetap berhati-hati dalam melakukan investasi ini.

Deposito
Deposito bisa dikatakan sebagai investasi andalan para generasi baby boomer dan sebagian generasi X. Ini karena keuntungan yang diberikan investasi ini adalah imbal hasil bunga yang ditawarkan oleh bank kepada nasabah atau investor yang menyimpan uangnya di dalam deposito.

Saat ini bunga dari deposito berada di kisaran 4 - 5% per tahun. Tetapi bunga tersebut juga tergantung pada bank yang dipilih untuk menaruh uang yang dimiliki. Dengan keuntungan tersebut, tentunya deposito bisa menjadi rekomendasi investasi.

Logam Mulia
Logam mulia masih menjadi investasi trending saat ini. Ini karena logam mulia khususnya emas adalah investasi safe haven untuk transaksi jangka menengah maupun jangka panjang. Meskipun harga emas bisa naik turun, namun emas tetap mempertahankan nilainya dengan baik.

Ada banyak bentuk investasi pada emas yang bisa dilakukan, seperti emas fisik atau tabungan emas yang bisa dipilih untuk melancarkan investasi. Namun, beberapa pakar tidak menyarankan investasi emas untuk dijadikan investasi jangka pendek karena harganya yang masih fluktuasi.

Obligasi Pemerintah Indonesia
Obligasi merupakan surat utang yang diterbitkan oleh Pemerintah Indonesia sebagai peminjam dana dengan investor sebagai pemberi dana. Pemerintah sebagai penerbit obligasi wajib membayarkan bunga secara rutin dan melunasi pokok pinjaman saat jatuh tempo. Salah satu jenis Obligasi Pemerintah yang sering kita dengar adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) atau Sukuk Negara Ritel (SR) yang sesuai dengan prinsip syariah. ORI atau SR ditawarkan kepada individu atau perseorangan Warga Negara Indonesia melalui mitra distribusi di pasar Perdana.

Keuntungan berinvestasi dalam obligasi pemerintah adalah bunga yang umumnya lebih tinggi dari deposito, potensi capital gain, bebas risiko gagal bayar karena kupon dan pokoknya dilindungi Undang - Undang, dan dapat turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Reksadana
Reksadana merupakan salah satu alternatif yang cocok untuk semua kalangan, termasuk pemula. Bisa dibilang investasi reksadana itu mudah dan cocok dipilih untuk investor yang tidak memiliki banyak waktu dan pengetahuan mendalam tentang literasi keuangan, khususnya menghitung risiko atas suatu investasi.

Secara umum, reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Dalam praktiknya, manajer investasi bekerja didukung oleh tenaga profesional dalam pengelolaan investasi. Ada 4 jenis reksadana yang bisa dipilih berdasarkan tujuan dan profil risikonya, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran. Investor akan mendapatkan keuntungan dari capital gain dalam berinvestasi reksadana.

"Seiring dengan tingkat suku bunga tabungan rendah, terdapat tren di masyarakat mencari produk yang dapat meningkatkan imbal hasil dana mereka. Oleh karena itu produk investasi seperti obligasi pemerintah dan reksadana cukup diminati. Obligasi pemerintah menawarkan imbal hasil di atas bunga tabungan namun dengan risiko yang relatif aman dan bebas risiko gagal bayar karena kupon dan pokoknya dilindungi Undang - Undang,sedangkan reksadana, terutama aset saham, cukup menarik sejalan dengan potensi perbaikan ekonomi global pada umumnya dan Indonesia secara khusus karena semakin tingginya tingkat keberhasilan uji coba vaksin Covid-19," kata Lanny Hendra, Consumer Business Head Bank Danamon.

Jadi tidak perlu bingung lagi untuk mulai berinvestasi, langsung saja mulai sekarang juga untuk meraih impianmu.

(mul/ega)