Bercermin Pada 2020 untuk Keuangan yang Lebih Baik di 2021 (1)

Bareyn Mochaddin – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Sabtu, 23 Jan 2021 10:10 WIB
Ilustrasi perencanaan keuangan
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Rasanya baru kemarin kita semua bersuka cita memasuki tahun 2021, tiba-tiba sudah akhir tahun lagi. Hanya ada beberapa momen yang bisa kita ingat di tahun 2020 seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan, Lebaran, Hari Kemerdekaan, dan diskon yang selalu ada setiap bulan.

Banyak juga kebiasaan yang baru yang terjadi di tahun 2020. Sekolah di rumah, bekerja dari rumah, tidak banyak berkumpul bersama keluarga maupun teman, dan pastinya hal ini membuat banyak rencana menjadi tidak terlaksana sesuai harapan.

Tidak sedikit juga mungkin termasuk kamu yang merasa bahwa tahun ini memiliki banyak sekali tantangan yang menghadang. Mungkin ada yang dipotong gajinya, dirumahkan, berkurang tunjangannya, dan bahkan mungkin di PHK.

Sehingga, sejatinya tahun 2020 ini mengajarkan Kita banyak hal, terutama dalam pengelolaan keuangan. Kita bisa melihat bahwa mereka yang bisa bertahan di tahun 2020 ini adalah mereka yang mampu mengelola keuangan dengan baik dan memiliki rencana atas keuangannya.

Mereka yang mampu bertahan di tahun 2020 ini bukanlah mereka yang gajinya besar, karena kita sering mendengar, bahwa di tahun 2020 ini banyak perusahaan tutup begitu saja dan membuat orang yang gajinya besar itu jadi tidak punya apa-apa.

Mereka yang tetap berdiri di tengah pandemi, adalah mereka yang sudah memulai kebiasaan baik dalam mengelola berapapun uang yang didapatkan. Mereka bisa membuatnya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari baik untuk diri sendiri maupun untuk keluarganya.

Mereka yang tetap tenang meski gajinya dipotong, adalah mereka yang tidak menghabiskan seluruh gajinya di setiap bulan. Sehingga, ketika ada pengurangan gaji, mereka tidak panik karena mereka tahu bahwa mereka tidak perlu uang sejumlah gaji untuk bisa hidup nyaman.

Selain itu, mereka yang bisa hidup nyaman di masa pandemi dan krisis ekonomi seperti saat ini, adalah mereka yang tidak memikirkan cicilan. Bukan artinya mereka tidak punya cicilan, tetapi mereka bisa mengelola cicilan-cicilan yang ada tersebut.

Cicilan yang dimiliki adalah cicilan atas utang yang mereka gunakan untuk membeli barang yang membantu produktivitas mereka, sehingga mereka mendapatkan penghasilan tambahan dari barang tersebut.

Pun, cicilan yang mereka miliki tidak terlampau banyak, sehingga tidak mengganggu pos pengeluaran lainnya dalam cash flow bulanan. Jadi, mereka bisa tetap tenang walau kondisi keuangan tidak seperti biasanya.

Bahkan, bila pun kondisi paling buruk terjadi contohnya di PHK mereka tetap tenang karena memiliki dana darurat yang cukup dan bisa digunakan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, bayar cicilan dan akhirnya keuangan tak berantakan.

Tapi kan, itu masa lalu, tahun 2020 sudah habis dan tahun 2021 sudah terjadi. Apa yang bisa Kita lakukan agar keuangan tidak berantakan di tahun 2021 dan bahkan di tahun-tahun mendatang?

Apa saja yang mesti dilakukan agar keuangan bisa tertata? Langsung klik halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2