Mengenal 3 Profil Resiko Seseorang Sebelum Mulai Investasi (Bag 1)

Steven Ransingin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Jumat, 05 Feb 2021 05:46 WIB
2021 number on wood block on top of stack of coins
Foto: Getty Images/iStockphoto/Cn0ra
Jakarta -

Dalam artikel sebelumnya telah dibahas 2 profil resiko yang banyak dimiliki oleh investor pemula, yaitu profil resiko konservatif dan profil resiko moderate. Nah kali ini kita akan bahas profil resiko terakhir yaitu agresif.

Agresif

Seperti Namanya agresif alias berani maju terus dalam kondisi apapun, cenderung terlihat tidak sabaran padahal kenyataanya tidak seperti itu, kelompok investor atau calon investor dengan profil resiko agresif biasanya cenderung diisi oleh mereka yang bukan hanya tahu tetapi paham dengan produk investasi yang mereka investasikan. Mereka cukup mengerti bagaimana produk tersebut menghasilkan uang mungkin bisa dibilang mereka telah menguasai bidang tersebut.

Profil resiko seorang agresif biasanya diisi oleh tujuan-tujuan keuangan jangka panjang yaitu tujuan keuangan dengan jangka waktu 5 sampai 10 tahun ke atas biasanya dipakai untuk pensiun, biaya Pendidikan anak, Nah mereka pada profil resiko agresif ini biasanya menginvestasikan uang mereka pada instrumen investasi seperti Saham, Reksadana saham yang sifatnya fluktuatif sangat cocok dengan mereka pada golongan agresif.

Kelompok dengan profil resiko agresif biasanya telah memiliki diversifikasi produk atau instrumen keuangan mereka, mengapa?, karena mereka cukup mengerti arti dari semboyan favorit kelompok ini yaitu "High Risk, High Return" , jadi mereka mengerti bahwa apa yang mereka investasikan tidak akan selalu naik maka dari itu menyeimbangkan produk investasi dalam profil yang bersifat moderat dan konservatif juga perlu dilakukan. Namun ciri yang unik dari kelompok ini adalah mereka sangat menyukai krisis, kejatuhan, tren, karena bagi mereka di mana ada kejatuhan disana ada peluang, disaat kelompok moderat dan konservatif ketakutan dan cenderung menghindari atau main aman, justru mereka yang agresif setelah melakukan Analisa akan masuk dengan percaya diri.

Karena kembali lagi pada semboyan favorit mereka resiko tinggi imbal baliknya pun juga tinggi. So, bagian terakhir bagaimana cara mengetahui profil resiko saya?, hal tersebut sangat mudah dilakukan saat ini, kalian bisa melakukan test dengan seorang perencana keuangan atau saat ini beberapa produk atau jasa investasi sudah menyediakan form atau kuisioner yang sudah disertai dengan berbagai macam pertanyaan yang mesti kita jawab yang bertujuan mendukung penentuan profil resiko seseorang.

Faktanya tidak semua orang yang baru berinvestasi itu adalah seseorang yang berada di profi resiko konservatif, begitu juga sebaliknya, hanya saja ketika seseorang mengalami penambahan usia, status hidup atau status pernikahan mereka akan cenderung tidak lagi 100 persen bersifat agresif, karena tingkat keamanan baik dari diri sendiri atau adanya seseorang yang harus mereka tanggung.

Lakukan check up resiko dan check up keuangan dengan menggunakan aplikasi perencanaan keuangan secara gratis. Salah satu yang direkomendasikan adalah aplikasi Moneesa yang bisa diunduh di sini . Dan kalau mau belajar mengelola bujet bulanan anda bisa ikut kelas basic perencana keuangan yang infonya bisa dibuka di sini bahkan dengan materi tersebut anda bisa menjadi seorang perencana keuangan.

Selain itu juga ada lho kelas belajar sendiri untuk materi perencanaan keuangan dasar, reksadana dan asuransi, linknya bisa dibuka di sini. Sementara untuk melakukan perbandingan produk dan premi serta menghitung kebutuhan asuransi jiwa anda, bisa dilakukan secara gratis dengan
menggunakan aplikasi Bregaswaras yang bisa diunduh di sini.

So, itu tadi salah satu indicator yang harus kita lakukan dalam perencanaan keuangan kita sebelum kita memulai untuk berinvestasi pada produk atau instrumen keuangan apapun semoga dapat membantu dan bermanfaat terima kasih.

(zlf/zlf)