Jangan Kaget! 5 Barang Ini Bisa Dijadikan Investasi (Bag 2)

Steven Ransingin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Minggu, 02 Mei 2021 03:00 WIB
ilustrasi investasi
Foto: iStock
Jakarta -

Ketika berbicara tentang investasi, yang langsung terlintas di pikiran kita adalah produk-produk dan instrument keuangan seperti emas, obligasi, ORI, sukuk, reksadana dan saham. Padahal ternyata instrument investasi tidak hanya berhenti pada produk keuangan saja, bahkan bisa lebih dari itu.

Dalam tulisan sambungan kali ini kita akan bahas 3 lagi instrument yang oleh sebagian orang bisa dianggap sebagai investasi. Harap diingat bahwa perlakukan dan kondisi instrument ini tentu saja berbeda dengan investasi pada produk keuangan yang selama ini selalu dilakukan banyak orang. Oleh sebab itu selalu berhati-hatilah dan pelajari sebelum berinvestasi.

3. Mainan (Diecast / Action Figure)

Melompat dari fesyen, mainan seperti diecast atao mobil-mobilan, dan action figure pun juga bisa dijadikan barang investasi, merek-merek seperti Hotwheels, Tomica, hingga Bandai. Bagi pencinta Diecast atau Action Figure pasti akrab dengan merek-merek ini. Seperti sebelumnya bukan hanya di Indonesia saja di luar negri juga sering sekali ditemukan harga mainan yang naik sangat tinggi.

Di Indonesia ada diecast bemo keluaran tomica di tahun 1990an dijual seharga ribuan rupiah, tapi kembali terjual di tahun 2020 seharga 1 juta 5 ratus ribu rupiah, lain halnya dengan action figure Logan tokoh Wolverine di film keluaran Marvel, dijual seharga 2 juta rupiah, namun bisa di jual kembali 4 juta rupiah dan bahkan sampai 12 juta rupiah saat film Logan sedang beredar di pasaran.

Dan mainan yang cukup mahal adalah hot wheels pink, rear keluaran tahun 1969 terjual seharga 2,45 Miliar rupiah, cukup yakin kan, mainan sebagai investasi?

4. Lukisan / Barang Seni

Lukisan atau barang seni merupakan investasi yang sudah ada lama tidak seperti 3 barang sebelumnya, membeli lukisan atau barang seni lainnya, mungkin diawal bagi sebagian orang untuk menikmati seni yang ada tertera pada barang tersebut, namun siapa sangka, disisi lain pun juga mampu terjual dengan harga yang cukup tinggi.

Contohnya saja pada momen merebaknya covid-19 tahun lalu, banyak sekali investor aktif masuk kedalam pasar modal baik itu reksadana, saham, forex, hingga crypto currency, namun ada juga orang yang menjual lukisan yang dibelinya dulu cuman 300 ribu rupiah, dan laku terjual menjadi 2 Miliar rupiah.

Bahkan lukisan terkenal karya Leonardo Da Vinci, pada tahun 2017 lalu terjual seharga 6,12 Triliun rupiah oleh sebuah rumah lelang Sotheby's.

5. Kertas (Uang/Perangko)

Salah satu barang klasik yang sering dijadikan Investasi jangka panjang karena langka adalah mata uang keluaran tahun lama dan kertas perangko edisi spesial. Seperti menyimpan uang keluaran tahun dulu, ketika kita menukarkan kembali atau menjual ulang kepada kolektor tidak menutup kemungkinan mendapatkan nilai yang tinggi.

Seperti perangko, selembar potongan kertas kecil yang terbit pada tahun 1840 tersebut ini bisa laku seharga 3000 US Dollar pada tahun 2018, wow mungkin cicit pemilik perangko tersebut berhasil mendapatkan kejutan uang kaget peninggalan sesepuh di keluarganya.

Yang terpenting adalah, barang-barang tersebut baik barang mewah maupun barang koleksi harus tetap dicatatkan pada pencatatan asset yang kita miliki, agar bisa diperhitungkan sebagai bagian dari kekayaan bersih. Selama barang tersebut punya nilai jual dan ada yang mau membelinya (biasanya di dalam suatu komunitas) maka barang tersebut bisa dicatatkan sebagai asset.

Di mana bisa mencatatnya? Untuk mencatat keuangan anda bisa menggunakan tools seperti financial calculator atau aplikasi seperti yang bisa diunduh di sini. Kalau ingin belajar perencanaan keuangan sendiri bisa mengikuti workshop basic financial planning, info bisa dibuka di sini.

Kamu juga bisa melakukannya dengan belajar perencana keuangan bersertifikasi secara online secara mandiri (self study), mudah, terjangkau dan bisa belajar sesuai waktu kita. Untuk info-info kelas secara online (self study) baik yang gratisan ataupun biaya terjangkau sekali, bisa dilihat di sini.

So, menarik bukan nilai jual kembali barang koleksi yang disebutkan di atas, namun perlu diperhatikan beberapa hal sebelum mulai berinvestasi pada barang koleksi, selain memenuhi prioritas keuangan kita yang pertama dahulu, barang koleksi juga tidak bersifat liquid alias tidak mudah diuangkan, jadi jangan asal membeli barang koleksi, jika kita belum memiliki keuangan yang cukup sehat, semoga bermanfaat!.

(zlf/zlf)

Tag Terpopuler