Perhatikan 4 Hal Ini Sebelum Membeli Barang Diskon (Bagian 1)

Bareyn Mochaddin – Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Sabtu, 30 Okt 2021 09:31 WIB
Para pengunjung menikmati suasana pusat perbelanjaan dengan sejumlah produk yang menyajikan diskon Natal dan Tahun Baru di salah satu mall di Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (26/12/2020). Pemerintah mendorong peningkatan daya beli masyarakat yang melemah akibat pandemi COVID-19 dengan berbagai stimulus kebijakan seperti memperlancar arus barang.
Ilustrasi barang diskon/Foto: Ari Saputra


2. Harga Asli Barang

Seringkali kita melihat diskon besar-besaran diberikan penjual, entah itu 50%, 50%+25%, 99%, dan lain sebagainya. Sebagai calon pembeli, secara naluriah Kita akan sangat tertarik dengan diskon yang diberikan oleh si penjual, bukan?

Tapi, sebagai calon pembeli, kamu juga harus cerdas dalam melihat diskon yang diberikan oleh di penjual barang. Cerdas disini artinya Kamu harus "menganalisa lebih jauh", apakah diskon yang diberikan oleh si penjual ini adalah "diskon sebenarnya"?

Sebelum kamu membeli sebuah barang, hendaknya kamu jangan hanya melihat besaran diskon dan harga setelah diskon. Contohnya, diskon 50%, sekarang harganya "hanya" Rp 150.000. Tapi Kamu juga harus lihat, berapa harganya sebelum diskon?

Harga sebelum diskon disini ada 2, harga asli sebelum dipotong diskon, dan harga asli sebelum adanya momen diskon.

Jika ternyata harga sebelum diskon adalah Rp 300.000 dan harga asli ketika tidak ada momen diskon adalah Rp 150.000 artinya Kamu tidak mendapatkan diskon apa-apa. Secara tidak sadar, sebenarnya kamu bayar harga aslinya.

Makanya lakukan riset dulu sebelum belanja dan yang tidak kalah penting (bahkan penting banget) adalah buat daftar barang yang akan dibeli, jadi ketika diskon ga langsung kalap dan belanja gila-gilaan. Buat daftar belanjaan itu sebenarnya gampang banget.

Tapi yang sering salah hitung itu adalah membuat bujetnya. Itu sebabnya tidak ada salahnya kalau kita belajar cara buat bujetnya. Bisa tuh dipelajari dengan ikutan workshop simplenya seperti di sini http://bit.ly/CPMM51, sementara untuk belajar investasi terutama di reksa dana bisa cek di sini http://bit.ly/CMFC10. Nah workshop ini juga ada versi Syariahnya, untuk info bisa dilihat disini http://bit.ly/ISLAMICFP ya.

Kamu juga bisa melakukannya dengan belajar perencana keuangan bersertifikasi secara online secara mandiri (self study), mudah, terjangkau dan bisa belajar sesuai waktu kita. Untuk info-info kelas secara online (self study) baik yang gratisan ataupun biaya terjangkau sekali, bisa dilihat di sini http://bit.ly/IARFC-Online.

Kan tadi judulnya ada 4 tuh, baru dibahas 2 disini, lalu 2 lagi apa donk? Tunggu pembahasan lengkapnya di artikel berikutnya.


(hns/hns)