Perhatikan! 4 Hal Ini Bukan Sumber Dana Daruratmu (1)

Steven Ransingin - Aidil Akbar Madjid & Partners - detikFinance
Senin, 13 Des 2021 08:00 WIB
Ilustrasi Uang Rupiah
Ilustrasi Dana Darurat
Jakarta -

Dana Darurat merupakan salah satu pondasi dasar untuk mengukur seberapa sehat keamanan keuangan yang kita miliki, ibarat rumah kalau pondasinya nggak kuat, nggak kokoh pasti diterpa angin, hujan, maupun cuaca ekstrim lainnya pasti roboh, sama halnya dengan kondisi keuangan yang kita miliki, sebegitu pentingnya peran dana darurat, agar kita tidak mudah mengalami kesulitan keuangan, ada baiknya kita sesegera mungkin menghimpun dana darurat yang kita miliki.

Besar dana darurat pastinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan status, kebutuhan, setiap individu berbeda-beda, karena jumlahnya yang mungkin terbilang cukup besar bagi setiap individu dengan kemampuan dan kondisi keuangan yang berbeda, maka kabar baiknya dana darurat bisa dicicil, tidak harus dihimpun dalam satu waktu, harus sebesar dengan kebutuhan kita, namun jika ada yang memutuskan demikian pun juga tidak masalah,
hal tersebut bagus adanya, tinggal sekarang melakukan diversifikasi penyimpanannya, agar bisa melawan laju inflasi.

Nah kasus di atas adalah contoh bagi kita yang baru paham betapa pentingnya dana darurat, dan yang telah memiliki dana darurat, lalu, berikut adalah beberapa poin tentang salah kaprahnya asal atau sumber dana yang kelak akan kita gunakan sebagai dana darurat kita, apa saja? bisa dilihat poin per poinnya.

1.Segala Instrumen Utang, KTA, Pinjaman Online, Kartu Kredit.

Hayo siapa yang disini masih berpikir demikian?, kalau-kalau dalam keadaan terdesak, instrumen utang merupakan dana darurat yang bisa memenuhi kebutuhan kita dalam keadaan terjepit? ngaku! jujur! sedari sekarang! Kalau pun masih melakukan hal demikian, ya bisa dibilang lumrah atau sah-sah aja sih, tapi dengan catatan apabila posisi kita memang sedang dalam tahap baru menghimpun dana darurat dan kita membutuhkan dana yang besar.

Kalau pun kecil selama masih mampu di selesaikan dengan sejumlah uang yang kita miliki, dan sudah kita rencanakan sebagai dana darurat, lebih baik menggunakan uang tersebut. Dan bila dalam jumlah besar, mungkin kita bisa menggunakan fasilitas cicilan di sini.

Begini penjelasannya, namanya dana darurat kita terdesak, kalau kita berutang justru akan menambah beban bunga yang harus kita bayar lagi, baik dalam bentuk apapun itu instrumen utangnya, namun seperti yang disebutkan mungkin lumrah kalau kita sedang dalam tahap menghimpun dana darurat, dan butuh dalam jumlah besar, di sebagian kasus nyata, sah-sah saja misal menggunakan kartu kredit sebagai dana darurat dengan beberapa catatan.

Menggunakan kartu kredit untuk dana darurat harus melunasi sebelum tagihan kita terbit, atau membayar penuh sesuai yang kita sudah gunakan dan bukan pembayaran minimum, pun juga memperhatikan tanggal jatuh temponya, guna menjaga kredibilitas kita dimata kreditur apabila mau menggunakan instrumen utang sebagai dana darurat, namun sejujurnya tidak disarankan.

2. Uang Milik Orang Tua.

Begini, sebenarnya menggunakan uang milik orang tua kita sebagai dana darurat bisa dilihat dalam berbagai macam sudut pandang semuanya tergantung kondisi keuangan orang tua kita, pengalaman yang kita tahu, serta cara berpikir kita, karena bagi Sebagian dari kita yang memiliki orang tua yang bisa dibilang sehat secara keuangan akan sangat lumrah menjadikan orang tua sebagai tumpuan kebutuhan keuangan kita dalam kondisi terdesak, namun tidak bagi kita yang datang dari generasi sandwich.

Menjadikan uang milik orang tua sebagai dana darurat bukanlah pilihan yang bijak, selain bergantung juga pada bantuan kita, masa iya sih kita tega meminta Kembali uang yang sudah kita berikan kepada orang tua kita, untuk kita gunakan Kembali, karena kondisi keuangan kita juga mengkhawatirkan.

Namun begini, sebagai pribadi yang seharusnya mandiri dan sehat secara keuangan, tidak semestinya kita menyulitkan kondisi keuangan orang tua kita, meskipun kita memang ternyata dalam kondisi kesulitan secara keuangan, namanya dalam proses mandiri, hal tersebut lumrah sebagai tantangan yang harus kita lewati, meskipun akan ada dari kita yang mengatakan, kondisi meminjam uang kepada orang tua lebih baik ketimbang terkena bunga dari instrumen utang.

Yes!, jawabannya bisa jadi benar-benar saja, tapi pasti Sebagian yang tetap pada pendirian lebih baik terkena bunga ketimbang menjadi beban orang tua pun juga bisa benar, pada akhirnya, kita pelan-pelan saja untuk mulai melepaskan beban orang tua kita, apabila kita belum mampu langsung sepenuhnya, karena Kembali lagi, kondisi keuangan setiap orang berbeda-beda, yang penting, tercapai tujuan keuangan kita mandiri secara dana darurat bermanfaat!

Jawaban lainnya bias dipelajari di workshop perencana keuangan level Intermediate info bias dilihat disini http://bit.ly/INTERMEDIATE11 dan yang level advance atau lanjutan bisa dilihat disini http://bit.ly/ADVANCE12-21 .

Kamu juga bisa melakukannya dengan belajar perencana keuangan bersertifikasi secara online secara mandiri (self study), mudah, terjangkau dan bisa belajar sesuai waktu kita. Untuk info-info kelas secara online (self study) baik yang gratisan ataupun biaya terjangkau sekali, bisa dilihat di sini http://bit.ly/IARFC-Online .

2 hal yang bukan sumber sudah kita bahas di artikel kali ini, 2 lagi yang bukan sumber yang lainnya akan dikupas tuntas di artikel berikutnya ya, supaya kita semua tidak salah persepsi. Standby.

(fdl/fdl)