Karyawan Nggak Bisa Kaya? (1)

Aidil Akbar Madjid - detikFinance
Senin, 07 Feb 2022 06:30 WIB
Ilustrasi karyawan yang sedang lelah dan mengantuk di kantor
Ilustrasi Karyawan/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Belum lama ini salah seorang Menteri memberikan ucapan dalam sebuah sambutan di sebuah acara pengusaha muda yang menyatakan bahwa karyawan tidak bisa kaya. Di satu sisi saya tidak setuju dengan perkataan ini, tapi disisi lain bila dilihat dari kebiasaan-kebiasaan dan kesalahan keuangan yang paling sering dilakukan oleh karyawan, perkataan tersebut justru terlihat kebenarannya.

Pertanyaan yang menggelitik adalah, apa benar seorang karyawan yang hanya hidup mengandalkan gaji saja tidak bisa menjadi kaya? Apa saja sih kesalahan keuangan yang sering dilakukan oleh para karyawan ini yang menyebabkan mereka tidak bsia menjadi kaya? Yuk kita bahas di artikel kali ini yuk.

Zona Nyaman

Zona nyaman ini paling berbahaya untuk pekerjaan dan karir seseorang, yang pada akhirnya juga membahayakan dari sisi financial alias keuangan. Dengan masuk ke zona nyaman, kita cenderung akan terlena dengan kondisi saat ini, tidak berminat untuk mencoba atau mencari hal baru atau menantang diri sendiri untuk mencoba hal baru, dan pada akhirnya menjadi takut untuk mencoba hal baru.

Ujung-ujungnya ketika kondisi memburuk (misalnya terkena potongan gaji seperti kejadian awal pandemic ditahun 2020 kemarin), karyawan yang ada di zona nyaman cenderung akan pasrah saja dengan kondisi yang ada. Zona nyaman cenderung membuat kita malas berfikir dan tidak kreatif, Hal ini yang kemudian menyebabkan karyawan tidak bisa menjadi kaya.

Cash Advance

Cash advance disini tidak hanya yang bisa ditarik dari kartu kredit tapi punya arti yang lebih luas lagi. Bahkan cash advance sendiri sudah dikenal sejak jaman dahulu kala. Ketika belum ada cash advance via kartu kredit, orang Indonesia mengenal istilah cash advance dengan sebutan Kasbon, alias ambil utang duluan yang akan dibayarkan ketika sudah gajian.

Kasbon ini sering dilakukan di koperasi tempat kita bekerja, atau di took dan warung tempat kita sering belanja. Efek apa yang kemudian terjadi dari kasbon ini? Ketika gajian, apabila utang dari kantor atau koperasi maka gaji anda akan dipotong terlebih dahulu. Akibatnya gaji yang diterima menjadi lebih sedikit, sehingga membuat gaji bulanan tidak cukup untuk menutup biaya hidup.

Akibatnya, anda harus mengambil pinjaman alias kasbon lagi untuk menutup biaya hidup bulan tersebut. Ketika hal ini dilakukan, secara tidak sadar anda sudah membuat lingkaran setan untuk diri anda sendiri.

Di masa modern ketika orang menggunakan kartu kredit, kasbon digantikan oleh cash advance dan kondisi ini menjadi lebih parah lagi. Mengapa demikian? Karena biaya dan bunga yang dikenakan pada cash advance sangat besar sekali. Ketika anda menarik dana maka anda akan dikenakan biaya penarikan yang besarannya bisa antara 4-5% dari dana yang anda Tarik.

Dan setelah menarik dana dari cash advance, detik itu juga perhitungan bunga sudah mulai berjalan, dan bunga hitung compounding dari dana yang ditarik ditambah biaya penarikan di awal tadi. Bunga yang dikenakan juga lebih tinggi bila dibandingkan bunga pemakaian.

Akibatnya, uang gaji kalian akan habis hanya untuk membayar bunga dan biaya-biaya dari cash advance tersebut. Konsekwensinya, kalian tidak bisa menabung dan berinvestasi yang pada akhirnya akan menghalangi karyawan untuk bisa menjadi kaya.

Bergantung Pada Bonus & THR

Pengelolaan keuangan yang buruk menyebabkan banyak karayawan yang hanya hidup mengandalkan gaji dan bulan ke bulan. Sementara gaji tersebut sudah habis dalam hitungan beberapa hari atau beberapa jam sejak gajian. Boro-boro bisa menabun ataupun berinvestasi, untuk mencoba bertahan sampai akhir bulan atau sampai gajian dibulan berikutnya saja sudah terasa sangat berat.

Itulah sebabnya banyak dari karyawan yang kemudian bergantung pada Bonus maupun THR untuk bisa menabung ataupun beinvestasi. Tapi realitas yang sering terjadi adalah, ketika bonus dan THR tersebut datang pada akhirnya uang-uang tersebut akan tetap terpakai untuk kebutuhan lain, sehingga niat menabung dan investasi tetap tidak bisa terlaksana. Ini yang membuat karyawan tidak bisa kaya.

Untuk bisa lepas dari kondisi ini, karyawan harus belajar untuk bisa mengelola keuangan mereka. Lalau kalau ingin belajar harus kemana? Nah ada workshop perencana keuangan seperti workshop level basic yang bisa diikuti semua kalangan https://bit.ly/BASIC95 . Ada juga kelas Basic versi Syariahnya, bisa dilihat disini http://bit.ly/BASICSYARIAH. Selain itu, karena saat ini sedang gandrung dan ramai tentang Crypto, NFT dan Metaverse, bagi yang berminat bisa ikutan juga di workshop setengah harinya, info bisa dibuka disini http://bit.ly/DEPOCRYPTO jangan lupa masukan kode referral (voucer) AZD110 untuk mendapatkan diskon khusus.

Atau kamu juga bisa belajar dengan melalui workshop / kelas perencana keuangan bersertifikasi secara online secara mandiri (self study), mudah, terjangkau dan bisa belajar sesuai waktu kita atau juga workshop baik daring maupun secara langsung. Untuk info-info kelas secara online (self study) baik yang gratisan ataupun biaya terjangkau sekali, bisa dilihat di sini http://bit.ly/IARFC-Online.

Apalagi kesalahan karyawan yang membuat mereka tidak bisa kaya? Masih ada 4 kesalahan yang akan kita bahas di artikel berikutnya.



Simak Video "Syarat Biar Kamu Bisa Wujudkan Self Reward"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)