ADVERTISEMENT

Benarkah Banyak Anak Banyak Rezeki?

Almadinah Putri Brilian - detikFinance
Kamis, 08 Sep 2022 07:00 WIB
Christina Ozturk, ibu muda yang punya 11 anak di usia 23 tahun.
Ilustrasi Banyak Anak/Foto: Instagram/@batumi_mama
Jakarta -

"Banyak anak banyak rezeki" jadi sebuah kalimat yang sering terdengar di telinga masyarakat sejak zaman dulu. Kalimat banyak anak banyak rezeki bahkan jadi sebuah anggapan yang benar-benar dipercaya secara 'harfiah' bagi sebagian orang.

Namun benarkah anggapan banyak anak banyak rezeki tersebut?

Menurut perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho, banyak anak banyak rezeki merupakan stigma yang didapat dari orang-orang tua zaman dulu. Namun jika ditelisik secara ilmiah, anggapan tersebut belum terbukti.

"Tapi kalau di agama Islam itu kan anak itu membawa rezekinya masing-masing. Misalnya anaknya makin banyak ya rezekinya kemungkinan makin banyak, logic-nya seperti itu. cuma kan belom terbukti secara ilmiah," kata Andy kepada detikcom, ditulis Kamis (7/9/2022).

"Tapi ada juga yang berpikiran kalau saya punya anak banyak, nanti saya udah pensiun udah nggak produktif kerja hidup, saya akan disokong oleh anak-anak saya," sambungnya.

Di sisi lain, Andy menilai, memiliki banyak anak juga bisa saja menjadi masalah. Hal itu bisa terjadi jika orang tua tak mendidik anaknya dengan baik. Kalau sudah begitu, maka bisa saja anak hanya memberikan masalah ke orang tua.

"Misal 1 anaknya bengal nggak pernah nurut, yang kedua suka mabuk, yang ketiga malah jual-jualin harta orang tua ya makin banyak anak makin banyak masalah," katanya.

Lantas bagaimana jika ada orang yang tak ingin punya anak, apakah jadi tak banyak rezekinya? Menurut Andy, keputusan untuk tidak ingin memiliki anak atau istilahnya childfree, tak serta merta jadi tak memiliki rezeki. Karena hal itu hanyalah sebuah pola pikir dan prinsip.

"Apakah childfree akan bebas dari masalah? belum tentu juga. Kalau pakai pemikiran yang banyak anak banyak rezeki itu ntar kalau saya di usia sudah tidak produktif, terus saya tidak punya anak, terus saya sakit dan tidak bisa mencari nafkah lagi yang mau support siapa dong? masalah juga dong. Jadi masing-masing punya pendapat dan prinsip masing-masing," tutupnya.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT