Menata Keuangan Pas-pasan

Menata Keuangan Pas-pasan

- detikFinance
Jumat, 16 Feb 2007 13:59 WIB
Jakarta - Pertanyaan: Saya bekerja di salah satu organisasi international di Banda Aceh. Saya sudah berkeluarga dan mempunyai seorang anak laki-laki berumur 2 tahun. Saya mempunyai pemasukan per bulan dari gaji saya sebesar Rp 3.700.000.Yang ingin saya tanyakan, bagaimana mengatur keuangan saya dengan bijak sesuai dengan penghasilan saya. Sekedar informasi, saya selalu kewalahan dalam mengatur keuangan setiap bulan, untuk belanja sehari-hari, susu anak saya, tagihan listrik, pulsa HP, dll.Mohon bantuannya, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih !Salam....Jawaban :Halo Bung Wardi, apa kabar? Wah pasti menantang sekali bekerja di sebuah Lembaga Internasional apalagi jika tugasnya adalah membantu kesejahteraan masyarakat.Mengatur keuangan keluarga dengan bijak adalah suatu pekerjaan penting yang sangat bermanfaat bagi keluarga kita, terutama dalam menciptakan keluarga sejahtera di masa depan. Mengelola keuangan keluarga dibagi atas beberapa langkah pokok. Langkah awal adalah bagaimana mengatur Pendapatan vs Pengeluaran. Tujuan utama dari langkah ini untuk mengetahui apakah keluarga bapak memiliki selisih positif antara Pendapatan dikurangi Pengeluaran, atau malahan mempunyai selisih negatif. Jika negatif maka bapak sekeluarga harus melakukan suatu perubahan pengelolaan keuangan yang revolusioner demi untuk menyelamatkan kelangsungan hidup keluarga.Langkah awal untuk mengelola Keuangan Keluarga memerlukan beberapa tahapan yaitu :1. Mengetahui Gaya Hidup Keluarga sehingga kita bisa mengetahui perilaku yang berhubungan dengan keuangan keluarga baik segi positif maupun negatif. Dalam rangka memperbaiki kondisi keuangan keluarga maka perilaku yang negatif harus segera dihilangkan. Contoh Perilaku Gaya Hidup Negatif : Merokok berlebihan, "Dugem" terlalu sering, belanja bulanan tanpa daftar belanja, sering borong barang diskon, pemakaian kartu kredit yang tidak terkontrol dll. 2. Melakukan analisa Pengeluaran berdasarkan kejadian nyata dengan cara mencatat seluruh jenis pengeluaran yang dilakukan selama kurun waktu +/- 3 bulan. Hal ini bertujuan agar bapak dapat mengetahui Pola Belanja keluarga sehingga dapat membuat Anggaran Pengeluaran yang sesuai dengan kondisi keuangan dan Pendapatan. Selain itu juga bermanfaat untuk memonitor implementasi atau pelaksanaan dari pembelanjaan berdasarkan Anggaran yang tersedia. Contoh Jenis Pengeluaran yang harus dimonitor : Belanja Barang-barang Rumah Tangga Bulanan (Sabun Mandi, Pasta Gigi, Sabun Cuci Baju, Cuci Piring, Belanja Dapur, Pembersih Lantai, Obat Nyamuk dll), Belanja Dapur Bulanan (Sayuran, Ayam, Daging, Telor, Susu, Kopi/Teh, Gula, Bumbu Dapur dll), Bayar Listrik, Bayar Telpon, Bayar Keamanan, Bayar Handphone, Bayar IMB tahunan, Bayar Sampah, Bayar Kontrak Rumah/Cicilan KPR, Bayar Kredit Kendaraan, Biaya Transportasi, Bayar Gaji Pembantu, Bayar Cicilan Hutang Lainnya, Biaya Sekolah Anak (jika ada), Biaya Kebutuhan Anak (Susu, makanan bayi, diapers, peralatan mandi, biaya imunisasi dll). Selain biaya rutin tersebut kita juga perlu untuk membuat anggaran untuk biaya emergensi (jika ada kejadian darurat). Jika ada kelebihan pendapatan maka bisa dipertimbangkan untuk mengalokasikan anggaran untuk menabung atau investasi. 3. Dari pengamatan dan pencatataan yang bapak lakukan dari kejadian sesungguhnya selama 3 bulan maka diharapkan bapak bisa membuang jenis-jenis pengeluaran yang tidak perlu baik yang sesuai dengan catatan di atas tapi dibelanjakan secara berlebihan, atau pun jenis-jenis pengeluaran yang tidak sesuai dengan catatan di atas dan memang tidak terlalu bermanfaat bagi kebutuhan keluarga, atau tidak punya prioritas yang tinggi dalam menunjang kehidupan keluarga. 4. Kemudian bapak sekeluarga perlu untuk bisa menentukan mana kebutuhan yang memang bermanfaat dan punya skala prioritas yang tinggi bagi keluarga, atau pun mana yang hanya untuk memenuhi keinginan atau nafsu duniawi saja.5. Setelah membuat Anggaran dengan mencatat seluruh jenis pengeluaran yang merupakan kebutuhan utama keluarga, maka tahapan berikutnya adalah membandingkan dengan Pendapatan yang dimiliki. Jenis pendapatan yang bisa diklasifikan sebagai Sumber Dana bagi keluarga bisa berupa Gaji Bulanan dari Perusahaan tempat bekerja, Pendapatan dari Usaha lainnya, Pendapatan Istri (jika ada), Bonus Tahunan (dibulankan), THR, Deviden dari Bisnis Usaha, dan semua jenis Pemasukan Uang yang menjadi milik Bapak Sekeluarga. Harapannya adalah memperoleh Selisih Positif.Demikian saran dari saya untuk Bung Wardi, mudah-mudahan tidak terlalu sulit untuk dilaksanakan. Sedikit Tip dari saya adalah jika bapak merasa ini terlalu rumit atau suatu saat bapak merasa bosan atau malas untuk melaksanakannya maka sebaiknya bapak mengingat anak bapak yang baru berusia 2 tahun. Jalan hidup putra/i bapak masih panjang, sebagai orang tua tentunya bapak menginginkan untuk bisa memberikan yang terbaik bagi dia. Tentunya bapak akan bahagia dan tenang jika bapak bisa membantu dia dalam bentuk support finansial maupun i-material untuk mempersiapkan rencana masa depannya.SalamShildt Financial Planning (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads