Bisnis Warnet & Game Online

Bisnis Warnet & Game Online

- detikFinance
Rabu, 21 Feb 2007 11:01 WIB
Jakarta - Pertanyaan:Saat ini saya sedang dalam proses membangun usaha Internet & Game Online. Yang ingin saya tanyakan : Modal dalam bisnis didapat dari saham investor. Berapa perhitungan besar saham untuk investor dan saya sebagai pengelola mendapat bagian berapa persen? Apa benar pembagian antara pengelola dan pemegang saham bisa sampai fifty-fifty? Terimakasih sebelumnya atas jawabannya Jawaban :Salam Kenal bung. Senang bisa berkenalan dengan Anda. Salut untuk Anda yang mau meringankan beban Pemerintah dalam hal banyaknya Pengangguran dengan menciptakan suatu bisnis usaha yang tentunya bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Pengaturan saham dalam mengelola usaha sebenarnya tidak mempunyai satu teori yang baku. Pendekatan untuk hal ini lebih mengarah kepada Keputusan Bisnis atau Kesepakatan antara Pemegang Saham. Biasanya, Pembagian Saham dinilai berdasarkan Penyetoran Uang Modal, dimana hal ini akan dicantumkan pada Akte Pendirian Perusahaan yang dibuat oleh Notaris. Walaupun pada praktiknya bisa saja Saham diberikan kepada seseorang tanpa adanya penyetoran Uang, hal ini dikenal sebagai Saham Kosong. Dalam kesepakatan bisnis, Saham Kosong bisa diberikan jika orang tersebut punya keahlian khusus yang tidak dimiliki pemegang saham lainnya dan sangat dibutuhkan dalam pengelolaan bisnisnya, atau orang tersebut akan dipercaya sebagai pengelola bisnis sedangkan pemegang saham lainnya tidak aktif mengurus perusahaan. Atau bisa juga diberikan atas pertimbangan bisnis tertentu yang disepakati semua pemegang saham.Implikasi dari Saham adalah pembagian Dividen yang dihitung berdasarkan Keuntungan Bersih Perusahaan. Jika perusahaan tidak berjalan seperti yang diharapkan (sehingga Untung Bersih hanya sedikit) maka tentunya tidak banyak Deviden yang bisa dinikmati. Hal ini bisa berakibat negatif bagi seorang pemegang saham yang ditunjuk untuk menjadi pengurus perusahaan sendirian. Dalam arti pemegang saham yang lain hanya pasif saja dalam mengurus perusahaan sehari-hari. Dividen yang diterima tidak sebanding dengan Tenaga, Pikiran dan Waktu yang telah diberikan. Oleh karena itu, selain mendapatkan saham kosong maka seseorang yang akan menjadi pengurus perusahaan juga bisa memperoleh Gaji. Gaji ini dipakai sebagai upah untuk membayar tenaga, pikiran dan waktu yang didedikasikan oleh pengurus perusahaan. Pengurus perusahaan bertanggung jawab pada Komisaris Perusahaan yag ditunjuk oleh Pemegang Saham. Komisaris ini bisa dipilih dari Pemegang Saham atau pun orang lain. Oleh karena itu, Komisaris menjadi wakil dari pemegang saham dalam mengawasi jalannya perusahaan yang dilaksanakan oleh pengurus. Pemberian Gaji biasanya juga berlaku bagi Komisaris.Seperti saya utarakan di atas, maka sebenarnya pengaturan pembagian saham sebaiknya dibuat berdasarkan kesepakatan bisnis antara Bung Wardi dengan Para Investor. Nilai dari saham yang akan diperoleh dihitung sesuai dengan pembagian wewenang, kerja, keahlian dan penyertaan uang modal. Suatu perumpamaan yang paling mudah bagi pemegang saham yang menyetor uang adalah bunga deposito bank. Jadi seharusnya Uang yang akan dinikmati (baik berupa dividen, gaji, bonus, dsb) dibandingkan dengan Uang yang disetorkan harus lebih besar dari rata-rata bunga deposito bank. Hal ini umum terjadi mengingat resiko investasi dengan mendirikan perusahaan lebih tinggi dibandingkan menempatkan uangnya dalam deposito bank. Sedangkan bagi pengurus perusahaan maka Anda harus menghitung dengan cermat berapa banyak tenaga, pikiran dan waktu yang harus Anda sediakan sehingga nantinya uang yang akan Anda terima bisa menutup seluruh energi tersebut. Namun tentunya permintaan Anda harus dinegosiasikan terlebih dahulu dengan para Investor. Jika permintaan Anda terlalu tinggi maka tentunya kita tidak mengharapkan mereka akan mundur dari niat semula untuk membiayai bisnis ini. Nilai pembagian saham 50:50 bisa saja terjadi jika disetujui dan disepakati oleh pemegang saham, tetapi sekali lagi saya sarankan bahwa selain saham maka metode lain untuk memperoleh keuntungan pribadi adalah dengan memberikan gaji. Jadi sebaiknya Anda juga menghitung apakah calon investor Anda akan memperoleh keuntungan yang lebih besar daripada jika uangnya ditempatkan pada deposito bank. Dasar penghitungan keuntungan adalah dari Proyeksi Keuangan perusahaan 1 tahun, berapa total anggaran pengeluaran perusahaan 1 tahun dibandingkan dengan proyeksi pendapatan perusahaan 1 tahun dengan metode yang agak konservatif. Mengingat informasi yang Anda berikan hanya sedikit maka saya berharap penjelasan saya ini bisa membantu Anda dalam menghitung secara proporsional pembagian saham yang berdampak pada keuntungan pribadi yang akan diperoleh, sekaligus Anda bisa menganalisa kelayakan bisnis ini.Demikian saran saya, sekali lagi saya ucapkan selamat atas pilihan karir Anda untuk turut membantu Pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sukses selalu.Shildt Financial Planning (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads