Membuka Toko Baju di ITC

Konsultasi Keuangan

Membuka Toko Baju di ITC

- detikFinance
Senin, 26 Feb 2007 15:10 WIB
Jakarta - Pertanyaan:Saya berencana membuka usaha toko baju muslim di ITC di Jakarta. Setelah disurvei, ada dua alternatif lokasi toko bagian depan dengan sewa Rp 60 juta atau agak bagian tengah dengan sewa Rp 35 juta. Rencananya toko di jaga oleh orang lain, dan saya hanya kontrol tiap hari setelah pulang kerja dan Sabtu-Minggu.Yang ingin saya tanyakan:Pertama, apakah terlalu berisiko jika toko sepenuhnya dijalankan oleh orang lain? bagaiman kontrolnya?Kedua, berdasarkan perhitungan tahunan saya dan berdasarkan survey toko yang lain, jika target pesimistis keuntungan pertahun hanya sekitar 10-15% dari modal awal. perhitungan moderat bisa diatas 30%. dengan risiko kerugian tetap ada kalau toko sepi. sementara perhitungan optimis keuntungan bisa diatas 50%. Apakah dengan keuntungan pesimis toko masih layak untuk dibuka?Ketiga: untuk pemula apakah saya harus langsung buka toko di depan dengan sewa yang lebih mahal, dan risiko usaha, atau mencoba dulu dengan toko yang agak kecil dibahagian tengah sewa sekitar 35 juta?Terima KasihAri PerdanaJawaban :Terus terang saya senang sekali kalau mendengar ada orang yang berniat untuk menjalankan usaha secara mandiri atau berwiraswasta, karena orang-orang ini yang menggerakkan roda ekonomi dan menampung orang lain untuk bekerja. Ada beberapa hal yang perlu dicermati dalam memulai usaha yang baru dirintis ini. Pertanyaan-pertanyaan di bawah ini diharapkan memberikan inspirasi bagi Pak Ari dalam menjalankan usahanya nanti.Apakah Pak Ari pernah menjalankan sebuah bisnis atau wirausaha sebelumnya? Ada sebuah buku yang mengulas tentang kriteria untuk berhasil / sukses dalam bisnis. Dan ternyata modal, pengetahuan (know-how) dan pasar yang akan dibidik hanya menyumbang 10% dari keberhasilan itu sendiri. Sedangkan yang 90% berasal dari dalam diri kita, diantaranya visi dalam menjalankan bisnis, keberanian, komitmen, disiplin diri, dan kepercayaan diri. Jika Pak Ari sudah pernah menjalankan sebuah bisnis sebelumnya, tentunya kriteria di atas telah dipahami dengan baik.Apakah Pak Ari telah menjalankan usaha baju muslim ini sebelumnya? Jika belum, mengapa tidak memulainya terlebih dahulu dari rumah? Sehingga tidak ada beban sewa yang akan membebani bisnis Pak Ari di awal. Jika memang usaha telah dijalankan sebelumnya, tentunya ide untuk menyewa toko adalah langkah untuk ekspansi usaha yang sudah ada sebelumnya. Ini berarti Pak Ari sudah memiliki pengetahuan yang cukup baik tentang supplier untuk baju muslim ini, siapa pasar yang akan dibidik, bagaimana trend baju muslim saat ini, atau Pak Ari sudah memiliki "Know How" usaha / bisnis ini. Jika Pak Ari, ingin menyerahkan bisnis ini ke orang lain, tentunya harus ada alasan yang sangat kuat, mengapa bisnis / usaha ini diserahkan ke orang lain. Sejauh mana "orang kepercayaan" ini diserahi bisnis ini? Apakah sebatas menjaga toko saja? Ataukah lebih luas lagi? Kontrol apa saja yang perlu dilakukan? Kontrol terhadap penjualan? Kontrol terhadap keuangan toko? Kontrol terhadap suplai barang? Kontrol terhadap pelayanan pelanggan? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dijawab sebelum Pak Ari menyerahkan kepada "orang kepercayaan". Risiko pasti ada, tetapi apakah risiko yang mungkin terjadi di masa depan termasuk risiko yang dapat diterima Pak Ari atau tidak.Tentang perhitungan profit margin yang telah dipaparkan, itu sangat tergantung dengan target pendapatan / keuntungan yang diharapkan. Apakah profit margin yang sebesar 10-15% cukup memadai untuk tetap meneruskan bisnis ini, itu sangat bergantung dari apa yang ingin dicapai. Angka profit margin 10-15% tentunya sudah dipotong dengan biaya operasional toko, seperti sewa toko, bayar listrik, bayar gaji pegawai dan lain sebagainya. Dibandingkan dengan menempatkan uang modal pada deposito atau tabungan di bank, profit margin yang sebesar itu masihlah cukup menarik.Selamat berwirausaha.Joannes Widjajanto-Shild Financial Planning (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads