Konsultasi Keuangan
Untung Rugi Investasi ORI
Rabu, 28 Feb 2007 12:59 WIB
Jakarta - Pertanyaan seputar Obligasi Ritel Indonesia (ORI) yang akan kembali diterbitkan pemerintah pada 28 Maret mendatang.1. Deposito atau ORI?Saya ikut membeli ORI 1 beberapa waktu lalu dan tetap berinvestasi dalam deposito rupiah. Karena bunga deposito sudah sangat rendah, saya mulai mempertimbangkan untuk tidak berinvestasi sama sekali di deposito dan uangnya akan saya investasikan di ORI 2. Apakah tindakan saya ini benar? Apakah resiko yang harus saya ambil jika sebagian besar uang saya di investasikan di ORI? Apa prinsip dasar yang membedakan ORI dan deposito selain masalah jangka waktu?2. ORISaya tertarik membeli saham ORI, bagaimana caranya?Jawaban :Ibu Cellica dan Pak Anthon,Senang mendengar bahwa Ibu dan Bapak sudah mulai memikirkan ORI sebagai sarana untuk investasi. Memang kondisi masyarakat saat ini sedang berproses dari budaya "menabung" menjadi budaya "berinvestasi". Banyak orang membandingkan antara deposito / tabungan dengan instrumen investasi, seperti ORI ini. Mereka hanya membandingkan antara bunga deposito / tabungan dengan hasil investasi dari sebuah instrumen investasi, tetapi tidak membandingkan tingkat risiko dari kedua bentuk "alat/sarana" untuk mengembangkan uang ini. Tetapi inilah perbedaan yang sangat signifikan antara menabung dan berinvestasi.Umumnya tingkat risiko dari deposito/tabungan adalah nol, khususnya untuk jumlah tertentu yang sampai saat ini dijamin oleh Pemerintah. Sedangkan instrumen investasi, bagaimanapun kecil tingkat risiko yang ada, tetaplah memiliki potensi risiko investasi. ORI yang dijual perdana beberapa bulan di beberapa bank dan sekuritas adalah obligasi atau surat utang negara yang menjanjikan pembayaran kupon secara berkala dan pembayaran pokok pada saat jatuh tempo. ORI adalah instrumen investasi sehingga memiliki potensi risiko investasi. Saat ini ORI diperjualbelikan di pasar sekunder juga melalui bank dan sekuritas, sedangkan harganya mengikuti pasar yang ada saat ini yang bisa lebih besar atau lebih kecil daripada harga perdana.Risiko investasi dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu risiko yang rendah, sedang dan tinggi. ORI yang merupakan Obligasi Negara Ritel dapat dikategorikan sebagai intrumen investasi berisiko rendah. Risiko yang mungkin terjadi pada ORI ini diantaranya adalah Pemerintah gagal membayar kupon atau pokoknya pada investor, harga jual di pasaran lebih rendah dibandingkan dengan saat pembelian, dan pasar tidak likuid dimana saat investor mau menjual ORI yang dimilikinya, tetapi pasar tidak dapat menyerapnya alias tidak ada yang membeli.Untuk berinvestasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :1. Mulailah mengenal potensi risiko investasi, jangan hanya memperhatikan potensi hasil investasi.2. Jangan menempatkan dana investasi di satu tempat, tempatkan di beberapa instrumen investasi untuk penyebaran risiko investasi.3. Tempatkan dana investasi pada intrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko anda.4. Mulailah mengembangkan pengetahuan investasi anda.Selamat berinvestasi.Joannes Widjajanto-Shild Financial Planning
(qom/qom)











































