Konsultasi Keuangan
Berinvestasi dengan Gaji PNS
Selasa, 06 Mar 2007 09:43 WIB
Jakarta - Gaji PNS memang cekak. Boro-boro buat investasi, buat mencukupi kebutuhan sehari-hari pun kadang pas-pasan. Namun jangan patah hati, ada trik menyiasati gaji PNS yang ngepas agar tetap bisa berinvestasi.Berikut beberapa pertanyaan dari PNS yang ingin berinvestasi dan jawaban dari Shildt Financial Planning bekerjasama dengan detikFinance.Pertanyaan:1. Hendry Saya seorang karyawan tetap di sebuah BUMN di bagian pemasaran. Saya tertarik dengan perkembangan produk investasi berupa Reksa Dana, Saham dan Obligasi. Saya ingin berinvestasi dengan menggunakan salah satu atau bahkan beberapa dari produk tersebut. Saya ingin menanyakan, dari ketiga produk yang ada tersebut, yang manakah yang sesuai bagi karyawan yang penghasilannya tetap per bulan namun tetap ingin menginvestasikan dananya. Saya juga ingin tahu deskripsi dari masing-masing produk tersebut. Atas penjelasannya, Saya ucapkan terimakasih.2. Kalinda Saya adalah seorang PNS yang baru bekerja selama 2 tahun. Sebelumnya saya bekerja di Swasta yang tingkat gajinya bisa lebih tiggi dari gaji saya sekarang. Sejak bekerja menjadi PNS, terus terang saya sedikit kesulitan mengatur keuangan karena gaya hidup tidak sesuai dengan gaji. Karena itu saya bermaksud untuk mulai berinvestasi, sehingga penghasilan saya tidak lari ke hal-hal yang tidak perlu. Kira-kira investasi seperti apa yang cocok dengan yang saya harapkan? Aman tapi Menjanjikan Hasil yang Banyak. Terima Kasih.Jawaban :Sdr. Hendry dan Sdr. Kalinda,Sebagai pegawai negeri yang menurut anda memiliki pendapatan yang pas-pasan, terus terang saya kagum dengan Saudara sekalian, karena Anda berdua mulai memikirkan untuk berinvestasi. Memang saat ini masyarakat sedang berproses dari budaya "menabung" ke budaya "berinvestasi". Di dunia "menabung" kita hanya ditawari berapa besar bunga yang akan didapatkan, sedangkan di dunia "berinvestasi" selain adanya tingkat pengembalian investasi, kita juga harus sadar akan adanya potensi tingkat risiko untuk masing-masing instrumen investasi.Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan sebelum kita berinvestasi.Berapa besar surplus dari pendapatan ?Surplus berarti selisih antara pendapatan dan pengeluaran yang bernilai positif. Jika pendapatan per bulan kita 100 perak misalnya, sedangkan pengeluaran 80 perak, maka kita memiliki surplus 20. Jika kondisi keuangan kita bukan surplus tetapi defisit, apa yang harus dilakukan? Yang paling mudah adalah dengan melihat secara detil pengeluaran yang dilakukan bulan sebelumnya. Pasti ada pengeluaran yang seharusnya dilakukan, dan ada pula pengeluaran perlu dilakukan tetapi tidak perlu sebesar yang dilakukan bulan sebelumnya. Pengeluaran tersebut haruslah dicoret dari daftar kita atau besar pengeluarannya disesuaikan.Atau kita memiliki target berapa besar surplus yang diinginkan. Jika ini yang dipilih maka kita harus konsisten melakukannya. Kadangkala kita harus menurunkan atau menyesuaikan gaya hidup kita agar mencapai target surplus yang diinginkan. Berapa besar surplus yang dialokasikan untuk investasi ?Setiap orang pasti memiliki ukuran yang berbeda dalam menentukan berapa alokasi surplus untuk investasi. Ada yang 50% dari surplus, ada pula yang yang 30% dan lain sebagainya. Semuanya sangat tergantung dari masing-masing orang. Silakan menentukan sendiri berapa bagian surplus yang dialokasikan untuk investasi.Kenali profil risiko andaProfil risiko dapat diartikan berapa besar toleransi seseorang untuk kehilangan sejumlah uang yang ditanamkan untuk investasi. Ada orang yang suka dengan risiko yang rendah, ada pula yang suka dengan risiko tinggi, dan ada pula suka dengan risiko antara rendah dan tinggi. Profil risiko ini dapat diketahui dengan kuesioner tertentu yang banyak dilakukan dengan perbankan atau sekuritas.Kenali produk investasi dan risikonyaAda aturan main, semakin tinggi potensi tingkat pengembalian investasi, maka semakin tinggi tingkat risiko investasinya. Seperti telah dibahas di awal, di dunia investasi ada tingkat risiko yang perlu dipertimbangkan.Tingkat risiko rendah, misalnya reksa dana pasar uang atau instrumen pasar uang lainnya. Sedangkan tingkat risiko sedang merupakan karakteristik untuk instrumen investasi obligasi maupun reksa dana pendapatan tetap yang berbasis obligasi. Tingkat risiko tinggi umumnya ada pada instrumen saham, atau pada reksa dana saham.Perpindahan budaya "menabung" ke budaya "berinvestasi" menyisakan persoalan yang cukup signifikan, yaitu para investor tetap hanya melihat potensi tingkat pengembalian investasi dari suatu instrumen investasi, tidak melihat potensi tingkat risiko investasinya. Sehingga beberapa kasus yang terjadi di masyarakat menyebabkan kekecewaan saat risiko investasi terjadi.Belajarlah terus mengenal produk investasi & pernak-perniknyaDengan mengerti konsep dan cara kerja sebuah instrumen investasi, maka kita akan semakin paham bagaimana sebuah instrumen investasi bekerja. Dengan semakin paham, maka potensi risiko kerugian dapat dikurangi. Dengan demikian, maka instrumen investasi yang bisa dipilih akan semakin banyak dan beragam. Dan kita dapat mengalokasikan uang untuk investasi di tempat yang sesuai dengan keinginan kita.Jangan meletakkan semua uang untuk investasi di satu tempatMengurangi potensi risiko investasi, tidak hanya dengan memahami sebuah instrumen dengan lebih baik, tetapi juga dengan menyebar risiko di beberapa instrumen yang ada. Kadangkala sebuah instrumen investasi memiliki karakteristik yang berlawanan. Saat sebuah instrumen cenderung menurun, instrumen lainnya bergerak menaik. Jadi secara total risiko yang ditanggung akan mendekati tingkat yang rendah.Selamat berinvestasiJoannes Widjajanto-Shildt Financial Planning
(qom/qom)











































