Mengatur Keuangan Bisnis Mikro
Rabu, 14 Mar 2007 12:41 WIB
Jakarta - Pertanyaan:Saya baru selesai kuliah, di PTN sumut, sekarang sedang merintis usaha penjualan pulsa multi (elektronik), pelanggan banyak. Tapi saya bingung kok uangnya nggak tahu kemana? Padahal uang itu saya pisah untuk konsumsi harian. Kira-kira bagaimana ya? Saya sudah punya beberapa agen sekitar 21 agen, tapi belum aktif semua. Memang rata-rata mereka belum punya modal, saya juga kurang modal, jadi gimana ya? Terima Kasih.Coco Jawaban :Sdr. Coco,Saya ucapkan selamat karena anda sudah berani terjun ke dunia entrepreneurship, dimana tidak banyak orang berani melangkah ke sana saat mereka baru menyelesaikan kuliahnya. Dengan masuk ke dunia ini, maka anda sedang mempekerjakan banyak orang untuk membantu anda.Tentang usaha penjualan pulsa yang anda lakukan saat ini, menurut hemat saya merupakan bisnis yang cukup menjanjikan. Karena semakin banyak orang membutuhkan alat komunikasi dan membutuhkan pulsa untuk operasionalnya. Dan anda sudah membuktikannya dengan pelanggan yang banyak dan puluhan agen yang sudah anda miliki.Ada catatan yang perlu dilakukan untuk melakukan bisnis di bawah ini.Apakah anda memiliki catatan yang rapi tentang penjualan, pengeluaran untuk operasional perusahaan maupun untuk membeli pulsa pada distributor ? Jika belum, anda harus memilikinya sekarang juga. Juga catatan tentang aktivitas agen yang berjumlah puluhan itu. Dengan memiliki catatan tersebur, maka kita akan dapat melihat lebih jelas, bagaimana bisnis anda ini berjalan. Mungkin ada agen yang penjualannya cukup baik, tetapi pengeluaran yang anda lakukan juga tinggi. Atau ada agen yang penjualannya kurang, tetapi pengeluaran tetap dilakukan untuk bayar gaji atau sewa tempat. Atau ada agen yang menyedot modal anda cukup besar. Dengan adanya catatan ini, maka kita dapat melihat perkembangan bisnis yang digeluti dari waktu ke waktu.Pisahkan keuangan bisnis dengan keuangan pribadiSeringkali bisnis pribadi seperti ini, keuangannya tercampur menjadi dengan keuangan pribadi kita. Meskipun anda merasa bahwa uang bisnis ini terpisah dengan keuangan pribadi, tetapi cobalah lihat sekali lagi, apakah memang keuangan bisnis memang benar-benar tidak tercampur dengan keuangan pribadi kita.Mungkin perlu juga, anda membayar gaji untuk anda sendiri dari bisnis ini, sehingga anda dapat melakukan operasional bisnis ini dengan lebih baik.Mulailah buat laporan keuangan secara regulerLaporan keuangan dapat kita buat dalam kurun waktu tertentu, apakah secara bulanan, tiga bulanan, semesteran atau tahunan. Untuk melihat perkembangan bisnis dengan lebih baik, disarankan membuat laporan keuangan lebih kerap dalam setahun. Jika membuat laporan keuangan secara bulanan akan banyak menghabiskan waktu, laporan keuangan per 3 bulan masih cukup memadai.Selamat merapikan bisnis anda.Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning
(qom/qom)











































