Menata Keuangan si Single Parent
Jumat, 30 Mar 2007 11:35 WIB
Jakarta - Pertanyaan:Saya single parents, PNS bergaji Rp 1,2 juta dengan 2 anak yang insya Allah akan lulus SD dan kelas 2 SD. Saat ini tinggal dengan mengontrak rumah seharga Rp 4 jt per tahun dan mungkin akan naik menjadi Rp 4,5 juta atau Rp 5 juta.Bagaimana solusinya agar dengan gaji tersebut menjadi cukup, karena selama ini selalu saja tidak cukup. Harga sewa rumah di kota kami memang cukup mahal dan sulit dicari dibandingkan dengan Jabodetabek.Terima Kasih Jawaban :Memang tidak mudah Konsekuensi hidup sebagai Single Parent, apalagi saat ini harga-harga membumbung tidak terkendali dan kebutuhan hidup juga semakin mahal. Ada 2 cara untuk Memperbaiki Kondisi Keuangan Keluarga. Cara Pertama adalah dengan Meningkatkan Pendapatan. Sedangkan Cara Kedua adalah dengan Menekan Pengeluaran yang tidak perlu. Saran saya sebaiknya Ibu mencoba untuk Evaluasi Pengeluaran selama 3 bulan dengan mencatat semua jenis pengeluaran yang dilakukan, walaupun nilainya sangat minimal sekalipun. Sambil melakukan pencatatan pengeluaran 3 bulan, maka Ibu juga menetapkan Kebutuhan Pokok Keluarga yang harus dibiayai setiap bulan, dan juga Kebutuhan Utama Lainnya yang akan terjadi dalam periode 1 tahun maupun 3 tahun mendatang. Lalu tentukan Anggaran Biaya yang diperlukan untuk memenuhi Kebutuhan Pokok dan Utama tersebut. Setelah periode Evaluasi 3 bulan berakhir maka Ibu akan memperoleh Rata-Rata Pengeluaran setiap bulan yang secara aktual dan menjadi kebiasaan atau Gaya Hidup Keluarga Ibu selama ini. Di sisi lain, Ibu juga mempunyai suatu Anggaran Biaya Bulanan Keluarga atas Kebutuhan Pokok dan Utama. Lakukan pencocokan antara Realisasi Pengeluaran Bulanan dan Rencana Anggaran Bulanan, hapus jenis-jenis pengeluaran dari RPB yang tidak tercantum dalam RAB karena itu adalah Virus-virus Pengeluaran yang membebani Pendapatan Bulanan Ibu. Langkah terakhir adalah Menjalankan RAB dengan disiplin dan bijaksana. Mudah-mudahan masih ada Selisih Positif antara Pendapatan dan Pengeluaran. Jika ternyata masih Negatif maka diperlukan suatu usaha atau kerja untuk memperoleh Tambahan Pendapatan. Coba amati lingkungan rumah, apakah ada peluang usaha yang tidak terlalu membutuhkan modal yang besar dan juga tidak memerlukan banyak waktu untuk dijalankan. Juga cek apakah ada aset yang bisa dilikuidasi atau dijual untuk dijadikan sebagai modal usaha. Misalnya Ibu membuat Makanan Kecil untuk dijual, Minuman Segar atau Es yang dititipkan ke warung-warung sekitar rumah, Memasarkan Voucher Elektrik Pulsa Handphone, atau pun jenis usaha apapun yang halal dan dilandasi oleh 2 hal penting di atas yaitu Modal Kecil dan Tidak Banyak Pesaing. Demikian saran saya, mudah-mudahan bisa membantu Ibu untuk mengurangi Beban Biaya Hidup yang mengganggu kehidupan Keluarga Ibu. Risza Bambang & Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning.
(qom/qom)











































