Memilih Reksa Dana Jempolan

Konsultasi Keuangan

Memilih Reksa Dana Jempolan

- detikFinance
Senin, 23 Apr 2007 09:12 WIB
Jakarta - Saya sekarang berinvestasi di reksa dana saham. Kapan waktu yang tepat menambah dananya. Benarkah ketika indeks saham jatuh ?Pertanyaan:1.Apakah nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpengaruh langsung terhadap nilai investasi saya?2.Kapan waktu yang tepat untuk menambah dana saya? Apakah ketika nilai IHSG turun atau rutin saja setiap bulannya?Jawaban:Kelihatannya Anda adalah seseorang yang easy going, punya jiwa petualang dan jenis orang-orang yang berani menempuh resiko dengan kompensasinya akan memperoleh Keuntungan yang lebih bagus dibandingkan yang lain.1. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG tidak punya pengaruh secara langsung dengan Investasi reksa dana saham anda. Tetapi IHSG punya hubungan tidak langsung karena bisa menjadi bench mark atau acuan atau referensi dalam menetapkan tingkat pendapatan atau pengembalian investasi yang anda dapatkan. Jika reksa dana anda dikelola dengan metode investasi yang jempolan maka idealnya anda bisa memperoleh tingkat pendapatan di atas IHSG. Tetapi jika Anda memperoleh lebih kecil dari IHSG maka Anda sebaiknya mulai mempertimbangkan apakah Anda sudah memilih perusahaan pengelola reksa dana yang tepat.2. Kapan waktu yang tepat untuk menambah dana bukan didasarkan pada saat NAV (nett assets value) turun atau naik, atau saat IHSG naik atau turun. Keputusan yang tepat untuk hal tersebut adalah berdasarkan perencanaan investasi yang dibuat berdasarkan kebutuhan masa depan yang diinginkan. Contohnya dapat Anda baca pada pertanyaan no 1 di atas.Pertanyaan:Saya mahasiswa semester empat di salah satu Universitas di Yogyakarta.Saya mulai miris melihat persaingan di masa depan dan saya memberanikan diri untuk mulai mempersiapkan rencana finansial saya mulai dari sekarang. Saya bingung memilih produk reksa dana apa yang cocok bagi saya. Tujuan saya dalam ber investasi di reksa dana sebenarnya simpel saya pingin penisun (mendapat hasilnya) di usia 26-27 tahun. Di usia itu juga tentunya saya memerlukan dana untuk pernikahan, rumah, mobil dan sebagainya. Mohon pencerahannya. Jawaban    :Suatu prestasi yang hebat karena Anda sudah menyadari akan pentingnya menabung sejak usia muda dan akumulasi hasil investasi yang akan diraih pada saat menikmati masa pensiun. Namun saya sedikit bingung dengan informasi yang Anda berikan bahwa Anda bermaksud untuk pensiun di usia 26-27 tahun. Mengingat Anda adalah mahasiswa di semester 4 maka saat ini Anda kemungkinan berusia 19-21 tahun. Jadi Anda hanya memiliki waktu menabung yang sangat singkat untuk dapat menikmati hasil tabungan Anda. Dana investasi tersebut juga harus bisa memenuhi kebutuhan Anda lainnya yaitu untuk menikah, beli mobil dan beli rumah yang tentunya dengan perabotan dan furniturenya. Menganalisa Kebutuhan yang Anda inginkan, tampaknya Anda membutuhkan hasil investasi yang cukup besar di saat itu. Oleh karena itu Anda harus menyisihkan uang atau menabung dengan nilai tabungan yang cukup besar secara disiplin dan periodik karena periode menabung yang ada hanya berkisar 6-8 tahun. Sebagai contoh jika Anda menginginkan untuk memperoleh dana hasil investasi senilai Rp 200 juta (untuk beli rumah Rp 60 juta, mobil Rp 20 juta dan dana pensiun Rp 1 juta per bulan. Dengan asumsi dana investasi Rp 120 juta ditempatkan pada instrumen investasi yang bisa memberikan bunga 10 persen per tahun. Maka Anda harus menabung senilai Rp 1,375 juta per bulan selama 8 tahun berturut-turut tanpa ada setoran tabungan yang terlewati. Sedangkan jenis reksa dana apa yang bisa Anda pilih tentunya harus disesuaikan dengan profil atau karakteristik Anda, serta sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Sebagai contoh jika Anda mempunyai jiwa petualang, berani menempuh risiko dan tidak punya kewajiban utang yang harus dilunasi, serta punya kondisi keuangan yang sangat baik maka mungkin Anda bisa mempertimbangkan jenis reksa dana saham atau jenis reksa dana yang punya underlying assets merupakan kombinasi saham dan obligasi. Tetapi jika Anda seseorang yang konservatif, lebih senang dengan keamanan dana dan tidak mau menempuh risiko maka mungkin Anda lebih cocok dengan jenis reksa dana obligasi atau reksa dana pasar uang atau Reksa dana kombinasi antara obligasi dan pasar uang. Tentunya masing-masing jenis reksa dana mempunyai risiko investasi yang berbeda yang berakibat pada tingkat pendapatan yang berbeda juga. Reksa dana saham akan memberikan risiko investasi lebih tinggi dibandingkan reksa dana obligasi atau pasar uang, tetapi di sisi lain memberikan tingkat pendapatan yang lebih tinggi juga. No pain no gain kata orang-orang, atau ingin punya keuntungan lebih banyak maka juga harus berani berusaha yang lebih cerdas (smart working). (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads