Konsultasi Keuangan
Aset Tanah Enaknya Diapain?
Senin, 30 Apr 2007 09:05 WIB
Jakarta - Saya ibu rumah tangga (37) dan tinggal di Eropa. Bulan Agustus nanti saya akan ke Yogya sekitar 3 minggu. Saat ini tabungan saya sekitar 90 juta dan tanah di Yogya. Tanah tersebut sudah ditawar 50 juta.Pertanyaan: 1. Apakah sebaiknya saya jual tanah tersebut, ditambah uang tabungan lalu beli rumah dan disewakan?2. Atau uang tabungan tetap didepositokan. Atas saran bapak saya ucapkan terima kasih.Jawaban :Ibu Wahyu yang terhormat, dari pertanyaan Ibu di atas, terus terang saya agak kabur dengan tujuan Ibu untuk menjual tanah maupun mencairkan deposito yang ada. Tetapi saya mencoba memahami dengan informasi yang singkat di atas. Tampaknya Ibu sedang berusaha mengembangkan aset yang dipunyai saat ini. Seperti informasi di atas, aset yang dimiliki saat ini adalah tabungan sebesar Rp 90 juta dan sebidang tanah yang sudah ditawar sebesar Rp 50 juta.Dalam mengembangkan asset yang dimiliki akan lebih fokus, jika kita memiliki tujuan tertentu. Aset yang kita miliki tersebut akan kita alokasikan untuk apa? Apakah akan dialokasikan untuk pendidikan anak-anak, ataukah akan dipakai untuk membiayai kehidupan Ibu dan suami selama masa pensiun nanti? Ada baiknya Ibu menentukan apa tujuan dari pengembangan asset ini.Selanjutnya kita dapat memilih instrumen apa yang akan kita pakai untuk mengembangkan aset ini. Dari dua pilihan di atas adalah dua hal yang berbeda.Pilihan pertama (jual tanah tersebut, ditambah uang tabungan lalu beli rumah dan disewakan) memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan pilihan yang kedua. Tetapi pilihan pertama memberikan potensi pendapatan investasi yang lebih besar dibandingkan dengan pilihan ke 2 (ditabung atau deposito). Tujuan pengembangan asset dan profil risiko kita akan mempengaruhi instrumen apa yang akan digunakan.Selamat memilih.
(ir/ir)











































