Investasi Setelah Merantau

Konsultasi Keuangan

Investasi Setelah Merantau

- detikFinance
Rabu, 16 Mei 2007 10:17 WIB
Jakarta - Pertanyaan:Saya bekerja di sebuah perusahaan di Dubai dengan penghasilan lebih dari cukup. Saat ini saya mempunyai dana sekitar Rp 300-400 juta yang tersebar dalam bentuk deposito Rupiah dan tabungan US$ di bank di Indonesia, juga dalam tabungan dalam mata uang setempat (kurs tetap terhadap US$) di bank tempat saya tinggal sekarang.Rencana ke depan suatu saat (setelah beberapa) saya akan pulang ke Indonesia untuk menetap, membeli rumah/kendaraan, berbisnis, dan mempersiapkan untuk masa depan anak (saat ini berumur 3 tahun).Saya sendiri tidak mempunyai pengetahuan yang banyak soal keuangan dan investasi dan cenderung memilih produk investasi yang aman.Secara awam, saya melihat beberapa waktu ini US$ semakin melemah, dilihat dari perbandingan dengan mata uang lain. Sialnya ditambah lagi dimana sebagian dana tabungan dalam mata uang setempat (AED) mempunyai kurs tetap dengan USD, sehingga ikut pula 'amblas.Oleh karenanya saya berpikiran untuk mengubah seluruh/sebagian besar dana saya tersebut (dan tambahan tetap yang diambil dari gaji bulanan) ke dalam bentuk lain seperti:1. mata uang lain (Euro)2. emas batangan3. properti di Indonesia (membeli atau membangun tempat kos atau flat kecil yang disewakan, sekedar untuk menutup depresiasi atau operasional)Kira-kira untuk jangka menengah dan panjang, produk mana yang lebih cocok untuk saya?Saya sendiri sekarang lebih tertarik dengan investasi di properti (bukan jual beli melainkan dalam bentuk penyewaan) dengan tujuan suatu saat setelah pensiun saya mempunyai penghasilan tetap.Jawaban :Sdr. Kristy yang terhormat, banyak orang mendambakan pekerjaan seperti yang anda lakukan saat ini. Bekerja di 'negeri orang' dan memiliki pendapatan lebih dari cukup. Ini berarti bahwa anda dapat menabung cukup besar dari pendapatan tersebut.Diperkirakan anda berusia sekitar 30 tahun saat ini, dan anda memiliki rencana untuk tetap bekerja di Dubai sampai 10 tahun ke depan. Dari data statistik yang ada, kemungkinan hidup seseorang di Indonesia sampai usia 70 tahun. Sehingga anda memiliki masa produktif selama 10 tahun ke depan, dan anda (saya asumsikan) ingin menikmati pendapatan selama 10 tahun tadi untuk hidup selama 30 tahun kemudian setelah masa produktif. Apakah mungkin? Jawabannya tergantung anda sendiri.Coba kita kupas satu persatu. Berarti pendapatan masa produktif kita yang selama 10 tahun akan dipakai untuk 40 tahun kehidupan secara mandiri (10 tahun di masa produktif, dan 30 tahun setelah masa produktif). Jika tanpa adanya hasil investasi dan tingkat inflasi, maka pendapatan selama 10 tahun hanya bisa kita 'pakai' 25%nya saja. 75% harus kita simpan untuk kehidupan setelah masa produktif. Tetapi dengan adanya investasi, maka kita tidak perlu menabung sebesar 75% tadi, tetapi lebih kecil daripada itu. Berapa besar? Itu sangat bergantung pada instrumen investasi yang kita pakai.Ada beberapa orang menyukai instrumen investasi dalam portofolio, apakah itu deposito, reksadana, saham, obligasi atau jenis instrumen portofolio lainnya. Ada juga orang yang suka berinvestasi di properti, apakah dengan menyewakan properti atau jual beli properti. Ada juga suka mengembangkan bisnis, baik yang dikembangkan sendiri atau dengan bantuan franchise.Ada banyak pilihan instrumen investasi yang bisa kita pilih, semuanya tergantung dari kita. Tetapi pilihan untuk pensiun dini di usia 40 tahun, cukup menarik bukan?Selamat berinvestasi.Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads