Banjir Proyek, Minim Modal

Konsultasi Keuangan

Banjir Proyek, Minim Modal

- detikFinance
Senin, 21 Mei 2007 10:21 WIB
Jakarta - Saya dapat proyek di sebuah perusahaan minyak untuk mensuplai alat tulis kertas dan pengadaan komputer sekitar 200 Ea dari sebuah koperasi.Pertanyaan saya adalah:a. Apakah surat SPK (surat perjanjian kontrak) itu bisa dijadikan jaminan untuk pinjam uang di bank karena saya sebenarnya tidak punya modal untuk meng-handle proyek tersebut?b. Surat SPK yang sifatnya personal non perusahaan apakah juga bisa dipakai buat pinjam uang di bank?c. Bagaimana menjalin kerjasama dengan perusahaan yang bisa memberikan barang yang saya butuhkan?d. Saya berencana membuka counter komputer dan foto box di Purwokerto apa saja yang harus saya pertimbangkan sebelum saya melakukan bisnis ini?e. Untuk saat ini bisnis apa yang bisa diaplikasikan diseluruh wilayah Indonesia?Terima kasihMamikJawaban Sukses atas keberhasilan Anda untuk mendapatkan suatu kesempatan bisnis yang bisa mendatangkan keuntungan yang cukup menarik. a. Ada beberapa bank atau lembaga keuangan lainnya (misalnya Dana Ventura, BPR, Multifinance, Koperasi dll) yang bisa memberikan dana pinjaman dengan menjadikan kontrak kerja sebagai kolateral atau jaminan utang. Oleh karena itu sebaiknya Anda melakukan penjajakan dari sejumlah bank atau lembaga keuangan yang tersedia di kota Anda, untuk mendapatkan informasi mengenai tersedianya fasilitas tersebut sekaligus juga untuk melakukan perbandingan atas tingkat bunga yang diberikan, jangka waktu yang diperkenankan, ketentuan pembayaran cicilan yang bisa diberikan (apakah harus membayar angsuran pokok utang dan bunga, atau bisa dengan bayar angsuran bunga saja terlebih dahulu dan kemudian melunasi pokok utangnya di akhir periode pinjaman), berapa besar biaya-biaya yang akan dibebankan kepada kita misalnya biaya provisi, biaya administrasi, biaya notaris dan asuransi (jika ada). Dengan melakukan penjajakan yang sebanyak-banyaknya maka kita akan memperoleh pembiayaan dana pinjaman yang paling cocok dengan kebutuhan pinjaman yang kita perlukan dan yang paling menguntungkan dari segi finansial.b. Sektor perbankan dibagi atas beberapa macam kategori divisi bisnis yaitu konsumer dan komersial. Selain itu juga dibagi berdasarkan klasifikasi individual dan korporasi berdasarkan kondisi status badan hukum dari pihak peminjam, apakah personal ataupun perusahaan. Konsumer menyediakan jenis produk pinjaman yang pinjamannya akan dipergunakan dan dimanfaatkan untuk kepentingan sendiri oleh pihak peminjam, misalnya kredit motor, kredit mobil, kredit rumah dan kredit multi guna. Nasabah dari konsumer adalah perorangan dengan penilaian untuk persetujuan kredit dititikberatkan pada kemampuan nasabah membayar cicilan utang, dan nilai barang yang menjadi jaminan atau kolateral harus minimal 120 persen lebih besar dari nilai pinjaman. Sedangkan komersial memberikan jenis produk pinjaman yang utangnya akan digunakan sebagai modal usaha atau pengembangan usaha yang sudah ada. Contohnya kredit investasi dan kredit modal kerja. Nasabah dari komersial adalah perusahaan atau badan hukum, dan untuk persetujuan kredit maka bank akan menilai kemampuan membayar utang, kelayakan usaha saat ini dan juga bisnis yang akan dikelola, kondisi keuangan perusahaan baik pemasukan dan pengeluaran serta aset dan utangnya, proyeksi keuntungan bisnis yang akan dijalankan serta peluang bisnisnya untuk jangka waktu mendatang, serta perusahaan tidak mempunyai cacat hukum atau pengalaman negatif dengan hukum yang berlaku dan terakhir adalah modal yang dimiliki untuk menjalankan peluang usaha atau bisnisnya. Tentunya produk pinjaman yang diberikan untuk konsumer dan komersial mempunyai perbedaan baik dari segi besar bunga pinjaman, sistem pembayaran angsuran, jangka waktu pinjaman, fasilitas grace period (keringanan pembayaran) dan lain-lain.c. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan yang menyediakan barang-barang yang Anda butuhkan untuk mensuplai kepada klien Anda. Misalnya dengan cara jual beli secara putus baik dibayarkan secara langsung atau kredit, atau dengan cara konsinyasi dimana pembayaran akan dilakukan setelah barang-barang laku terjual atau sudah diambil oleh end-user (klien Anda), atau dengan cara kerjasama secara langsung dalam mengelola peluang bisnis ini sehingga modal dan keuntungan bisa ditanggung dan dinikmati bersama. d. Sebelum memulai usaha tertentu di suatu daerah maka sebaiknya dilakukan survei atau penjajakan secara langsung dan menyeluruh mengenai bisnis tersebut yang berlangsung di daerah tersebut, siapa saja para pesaing yang sudah menjalankan bisnis ini lebih dahulu, siapa pesaing yang sukses maupun pesaing yang gagal, mengapa mereka sukses dan mengapa mereka gagal, bagaimana pengalaman kita menjalankan usaha ini, apakah kita punya kemampuan atau keahlian dalam mengelola bisnis ini. Berapa modal yang dibutuhkan, lokasi tempat gerai akan dibuka, berapa keuntungan yang bisa diproyeksikan, berapa penjualan yang bisa diperoleh dalam minimal 3 tahun ke depan, bagaimana pasar merespons bisnis ini, apakah banyak permintaan dari masyarakat, bagaimana dengan persediaan barang di pasaran, berapa pengeluaran yang harus disediakan.Siapa yang akan mengelola usaha secara langsung, berapa karyawan dibutuhkan, berapa biaya untuk membeli atau menyewa tempat, berapa biaya untuk merenovasi dan membeli peralatan penjualan maupun lay out gerai atau toko, berapa biaya promosi dan lain-lain. Hal ini sebaiknya dihitung dan dipertimbangkan dengan cermat serta hati-hati sebelum memulai mengelola usaha tertentu. Jika Anda ingin jalur cepat tanpa perlu melakukan trial error dalam berbisnis maka kita bisa membeli franchise yang sudah terbukti sukses untuk diaplikasikan namun dengan harga yang tidak terlalu mahal, dan kita pun memahami seluk beluk tentang jenis usahanya dan kita juga mempunyai pengetahuan dan keahlian untuk menjalankannya. Walaupun sebenarnya salah satu manfaat dari franchise adalah kita tidak perlu terlalu mahir dan paham tentang jenis usaha yang kita pilih karena hal itu merupakan fasilitas pendidikan dari pemilik franchise. Namun jika kita memiliki pengetahuan dan keahliannya maka tentunya itu akan memberikan hasil yang lebih baik.e. Banyak sekali jenis usaha yang bisa diaplikasikan di seluruh wilayah tanah air kita ini. Namun di seluruh lingkungan di dunia ini maka bisnis yang terus menerus dibutuhkan oleh orang banyak adalah jenis usaha yang memperdagangkan barang-barang yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, misalnya makanan, minuman, perumahan, pakaian dan lain-lain. Tapi jenis usaha tersebut juga mempunyai banyak sekali pesaing yang juga memasarkan barang yang sama. Namun dengan kelebihan kita dalam menjalankan usaha karena pengetahuan dan keahlian kita maka tentunya kita bisa membuat suatu perbedaan pada barang ataupun jasa ataupun pelayanan yang kita berikan sehingga dapat menjadi nilai tambah yang bermanfaat bagi pelanggan, dan akan terus dicari oleh pelanggan kita.Joannes Widjajanto dan Risza Bambang (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads