Menghitung Nilai Uang Masa Depan

Konsultasi Keuangan

Menghitung Nilai Uang Masa Depan

- detikFinance
Senin, 28 Mei 2007 08:57 WIB
Jakarta - Pertanyaan :Bagaimana cara menghitung nilai uang di masa mendatang? Misalnya dengan pola ataupun gaya hidup saat ini kebutuhan uang untuk belanja satu bulan mencapai Rp 1 juta. Nah, bagaimana memperhitungkan kebutuhan kita dalam 25 tahun mendatang? Tentu saja dengan asumsi tidak ada perubahan pola atau gaya hidup.Saya ingin membuat perhitungan tersebut untuk bisa menghitung kebutuhan dana di masa pensiun. Sehingga saya bisa mempersiapkan kebutuhan dana untuk pensiun tersebut dari sekarang.Saat ini banyak bank dan lembaga asuransi menawarkan berbagai program asuransi pensiun. Bagaimana pendapat anda? Apakah itu memang diperlukan untuk persiapan dana pensiun?Terima Kasih -- DoniJawaban:Pak Doni yang terhormat, senang sekali mendapatkan pertanyaan dari Bapak. Masa Pensiun adalah masa menikmati hasil kerja keras yang telah dilakukan sebelumnya. Pada masa ini, para pensiunan tidak perlu bekerja lagi atau kalaupun bekerja tidak untuk mengejar pendapatan. Dan pendapatan pada masa ini diperoleh dari uang pensiun yang jumlahnya cukup untuk membiayai kehidupan sehari-hari.Sesuai dengan informasi dimana pengeluaran keluarga sebesar Rp 1 juta per bulan, maka 25 tahun mendatang pengeluaran tersebut berkembang menjadi sekitar Rp 9,8 juta per bulan dengan asumsi tingkat inflasi sebesar 10 persen per tahun. Lalu berapa besar dana harus disediakan untuk menghadapi masa pensiun 25 tahun mendatang. Jika diasumsikan bahwa harapan hidup di masa pensiun selama 15 tahun dimulai dari usia pensiun, maka dana yang harus disediakan di usia pensiun (25 tahun mendatang) adalah sebesar Rp 1,9 Miliar.Pertanyaan berikutnya darimana uang sebesar itu dikumpulkan? Banyak sumber yang bisa dipakai sebagai instrumen untuk mempersiapkan dana di masa pensiun. Salah satu diantaranya melalui dana pensiun. Sebagai individu kita dapat menggiur secara mandiri pada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang diselenggarakan oleh perusahaan asuransi jiwa dan bank umum. Iuran ke rekening dana pensiun yang kita miliki diserahkan kepada kita, baik besar iurannya maupun kendaraan investasi yang dipakai. Apakah mau memakai yang agresif, tentunya dengan risiko yang tinggi atau yang konservatif dengan risiko yang rendah. Kelebihan dari dana pensiun ini, adalah fasilitas perpajakan yang bagus.Selain dana pensiun, kita dapat pula memakai instrumen investasi yang umum di pasaran. Baik instrumen investasi portofolio maupun yang riil. Contoh dari instrumen investasi portofolio adalah saham, obligasi, reksa dana, surat utang. Sedangkan instrumen investasi riil, seperti investasi pada properti pada emas atau perhiasaan lainnya.Bisa juga kita mengembangkan bisnis yang nantinya untuk membiayai kehidupan kita di masa pensiun.Semua pilihan diserahkan kepada kita, tinggal kita yang pintar-pintar mengaturnya.Selamat mempersiapkan masa pensiun.Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads