Konsultasi Keuangan
Agar Si Lajang Tak Boros
Selasa, 05 Jun 2007 09:56 WIB
Jakarta - Saya memiliki penghasilan tetap Rp 14 juta dan penghasilan tambahan Rp 7-8 juta per bulan. Saat ini saya masih memiliki cicilan rumah Rp 4,5 juta hingga September 2009, cicilan kartu kredit sekitar Rp 1 juta hingga 3-4 bulan ke depan.Selain itu juga pengeluaran bulanan listrik, telpon, handphone, gaji pembantu sekitar Rp 1,7 juta, ongkos transportasi Rp 1 juta. Saya juga memiliki pengeluaran Rp 700 ribu per bulan untuk investasi asuransi di 2 lembaga keuangan berbeda yang di mulai sejak 1999 dan 2005.Saya memiliki kebiasaan dalam mengambil uang di ATM antara Rp 300-500 ribu sebulan 4-5 kali penarikan dan selalu habis seolah tidak terkontrol. Saya masih single dan merencanakan untuk menikah beberapa bulan ke depan.Pertanyaan saya :1. Apakah saya terlalu boros, terkadang saya takut apakah penghasilan cukup bila sudah berumah tangga?2. Apakah investasi yang saya lakukan kurang ?3. Jika ya, pilihan investasi apa yang cocok ?4. Mohon saran untuk perencanaan keuangan yang terbaik ?Terima kasih atas sarannya.Jawaban :Sdr. Adit yang terhormat, melihat perbandingan antara pengeluaran dan pendapatan anda, ternyata Anda hanya memakai 50% dari pendapatan Anda untuk dikonsumsi. Dapat diartikan bahwa Anda menambah tabungan sekitar Rp. 10 juta per bulan, sebuah angka yang cukup besar. Mari kita kupas satu persatu.Dari sisi pendapatan, darimana pendapatan tambahan berasal, apakah pajak penghasilan pribadi sudah dibayar, berapa besar pajak yang sudah dibayarkan. Mengapa ditanyakan seperti ini, karena untuk 2 pendapatan dari sumber yang berbeda, maka pada akhir tahun total pendapatan ini harus dikonsolidasikan. Jika memang ada pajak penghasilan yang kurang dibayar, maka kekurangan ini harus dibayar saat pelaporan SPT Tahunan Pajak Penghasilan Pribadi.Tentang pengeluaran, perlu dicatat lebih detil tentang jenis pengeluaran yang ada. Pengeluaran yang diambil dari ATM tidak begitu jelas untuk apa, sehingga Anda dipersilakan untuk mencatat lebih detil. Juga pengeluaran bulanan untuk listrik, telpon, HP, gaji pembantu perlu di-breakdown, sehingga bisa dilihat pemakaian dana untuk listrik, telepon, HP dan gaji pembantu. Juga pengeluaran untuk kendaraan, perlu dicatat pengeluaran untuk operasional (untuk pembelian BBM), maintenance (untuk penggantian oli, dan lain-lain) dan pengeluaran lain, misalnya untuk penambahan aksesoris misalnya.Jika kita memiliki catatan yang lebih detil, maka kita dapat melihat adanya pengeluaran-pengeluaran yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Jumlah pengeluaran ini bisa langsung disisihkan.Tentunya dengan tambahan surplus dari pengeluaran di atas, maka surplus yang ada bertambah, katakan menjadi Rp. 11 juta per bulan. Sebaiknya surplus ini langsung dipindahkan ke account lain, sehingga 'aman' dari pengambilan untuk keperluan bulanan. Apakah Anda memiliki tujuan tertentu atas surplus tadi? Dari informasi yang ada, Anda merencanakan akan menikah beberapa bulan ke depan. Anda dapat sisihkan jumlah tertentu untuk pesta pernikahan nanti, dan sebagian sisanya Anda persiapkan untuk kebutuhan lain di masa depan dengan menginvestasikannya.Disarankan, Anda memiliki tujuan keuangan yang jelas di masa depan. Apakah Anda ingin hidup dari hasil investasi saja dan bekerja hanyalah sebuah hobby? Jika ya, Anda dapat mulai mempersiapkannya sekarang juga dengan berinvestasi.Joannes Widjajanto-Shildt Financial Planning
(qom/qom)











































